Menu

Arsenal, Kakek Tua dan Anak Asuhnya: Sebuah Cerita

Suatu hari di Kota London, tidak jauh dari Islington. Tepatnya di Desa Arsenal. Terdapat sebuah Panti Asuhan bernama Ashburton Grove Orphanage. Orphanage merupakan tempat berkumpulnya anak-anak yang sudah kehilangan orangtua nya. Tinggal lah seorang kakek tua bernama Arsene Wenger serta anak-anak asuh nya yang lugu. Mereka adalah Cole, Clichy, Robin dan Fabregas. Sejak kecil mereka dirawat dan diasuh oleh perawat Wenger. Wenger memperlakukan anak-anak asuhnya sama seperti anaknya sendiri.

Walau begitu, mereka hidup dalam kondisi serba pas-pasan. Agar anak-anak asuh nya tetap hidup, Wenger pun memutuskan untuk membuka online shop di Instagram. Dari 4 anak asuhnya, Cole merupakan yang paling tua. Karena umurnya yang jauh diatas anak-anak lainnya menjadikan Cole semena-semana. Suatu hari Cole protes kepada Wenger karena uang jajan nya sama seperti anak-anak lainnya padahal dia lebih tua dari yang lainnya, dia ingin uang jajannya lebih banyak. Wenger pun menjelaskan bahwa ia harus adil kepada semua anak. Karena kemauannya tidak dituruti akhirnya Cole keluar dari ruangan perawat Wenger.

Di medio 2006, di suatu pagi. Datanglah seorang pengusaha kaya raya asal Russia, bernama Abramovich. Dia mengatakan mendengar desas-desus bahwa di Desa Arsenal terdapat Panti Asuhan yang berisi anak-anak multi talenta yang bisa dijadikan pekerja. Dia ingin menjadikan anak asuh Wenger sebagai anak angkatnya. Abramovich juga mengiming-imingi harta yang berlimpah kepada Wenger dan berjanji akan merawat anak tersebut dengan baik. Namun, Wenger menolaknya. Akhirnya pengusaha tersebut pulang.

Ternyata Cole menguping percakapan tersebut. Dia membayangkan kehidupan yang mewah bersama Abramovich. Cole bosan hidup pas-pasan, dia bosan mengkonsumsi sereal dan teh tiap hari. Logika dan emosi nya bertarung. Di sisi lain Cole menghormati Wenger karena dia yang merawat dan mendidik Cole hingga sekarang. Akhirnya Cole memutuskan untuk hengkang dari Panti Asuhan Ashbutron Grove. Untung tak dapat diraih, sial tak dapat dihindari. Wenger hanya bisa pasrah atas keputusan Cole, Akhirnya Cole pergi dan mendapatkan kemewahan yang tidak dia dapatkan di panti asuhan Ashburton Grove.

Di tahun 2008, Ashburton Grove Orphanage kembali mendapatkan 2 orang anak yang kehilangan orang tuanya. Bernama Ramsey dari Cardiff Agency dan Nasri dari Marseille Agency. Wenger dan anak-anak asuh lainnya merasa bahagia karena kedatangan keluarga baru.

Beberapa tahun setelah kepergian Cole, Panti Asuhan Ashburton Grove kedatangan seorang uztadz dari Abu Dhabi bernama Syeikh Mansour. Dia ingin mengadopsi anak karena istrinya mandul. Mansour tertarik dengan Clichy karena mempunyai sedikit kemiripan dengannya. Sama halnya dengan Abramovich, Syeikh Mansour menjanjikan kemewahan tanpa batas kepada Clichy. Wenger yang sudah tua renta hanya bisa pasrah melihat anak asuh nya dirayu. Namun, Clichy menolak tawaran tersebut. Ia tidak butuh uang yang melimpah, ia hanya butuh kasih sayang. Akhirnya si uztadz pun pergi.

Saat medio 2011, Wenger depresi karena online shop Instagram nya bangkrut karena ditipu oleh konsumen. Hal ini dimanfaatkan oleh Syeikh Mansour. Dia kembali lagi ke Panti Asuhan Ashburton Grove untuk membawa Clichy. Karena takut hidup miskin, Clichy akhirnya menyetujui untuk ikut bersama Syeikh Mansour. Wenger kembali kehilangan anak asuhnya, Panti Asuhan semakin sepi. Hanya berisikan Nasri, Robin dan Fabregas.

Masih di medio yang sama, Fabregas dikunjungi oleh seseorang yang mengaku orangtua nya yang bernama, Pep Guardiola. Pep Guardiola merupakan chef terkenal yang mempunyai resep mocktail terenak diseluruh dataran Iberia bernama Tiki-Taka. Dia mempunyai restoran terkenal di pelosok Katalan bernama La Barcelona Tassotera Bar & Bistro.

Fabregas sangat gembira bisa kembali ke Barcelona, kota asalnya. Tapi, di lubuk hati nya yang paling dalam, dia tidak mau meninggalkan seseorang yang sudah merawatnya hingga dewasa sekarang. Karena tekatnya untuk kembali ke kampung halaman sangat kuat, Fabregas akhirnya pergi meninggalkan desa Arsenal dengan berat hati. Sebelum pergi Fabregas mengatakan bahwa jika ia kembali lagi ke Inggris, Ashburton Grove akan selalu menjadi tujuan utamanya.

Beberapa hari setelah kepergian Fabregas, Syeikh Mansour datang kembali ke desa Arsenal untuk mengakuisisi hak atas anak asuh Arsene Wenger. Karena Nasri masih labil dan dihasut oleh Clichy, dengan mudahnya Syeikh Mansour mengambil hati Nasri dengan iming-iming uang yang tidak terbatas sampai tujuh turunan.

Robin yang tadinya tidak berniat untuk meninggalkan Ashburton Grove diam-diam berkenalan dengan pengusaha permen karet asal Skoltlandia, bernama Alex Ferguson. Karena sosok yang begitu karismatik dan bijaksana, Robin setuju untuk bergabung dan bekerja di Mancheter Gum Factory. Wenger dihantui ketakutan akan masa tua nya yang sepi tanpa ditemani orang yang mencintainya.

Paska ditinggal oleh anak-anak asuhnya, semakin banyak anak-anak yang ingin tinggal di Panti Asuhan Ashburton Grove. Diantaranya, Podolski, dia adalah anak jalanan yang dibawa oleh Koln Agency. Lalu ada Giroud, pengamen kecil yang ditemukan Wenger saat sedang berlibur di pinggiran kota Chambery, Perancis. Ozil, anak malang yang diterlantarkan oleh Madrid Agency.

Karena terbiasa ditinggal pergi oleh anak asuh nya, Wenger sadar bahwa didalam kehidupan orang-orang akan datang pergi, tetapi kenangan akan selalu terpatri di dalam hati. AKhirnya Panti Asuhan Ashburton Grove berkembang pesat dan mendapat penghargaan sebagai Panti Asuhan terbaik Se-Inggris Raya. Wenger dan anak-anak asuhnya pun hidup dengan bahagia.

Read more...

Arsene Wenger Puas Menang Di Pekan Pamungkas

Arsenal sukses menang di laga pamungkas kala unggul dua gol tak berbalas menghadapi Norwich City, dalam matchday 38 Liga Primer Inggris, Minggu (11/5) petang WIB.

Manajer Tim Meriam London, Arsene Wenger, lantas mengaku puas dengan performa yang ditunjukkan anak buahnya. Kini saatnya ia mempersiapkan The Gunners untuk final Piala FA menghadapi Hull City.

"Saya puas dengan performa ini. Dan segalanya terlihat dari gol fantastis yang dicetak Aaron Ramsey. Segalanya jadi terlihat begitu natural," tutur Wenger, seperti dikutip Sky Sports.

"Kini kami bersiap menghadapi momen yang krusial musim ini. Arsenal segera bersiap dengan baik, untuk bisa tampil semaksimal mungkin di final Piala FA!"

sumber: goal.com

Read more...

Wenger Belum Tahu Kapan Oxlade-Chamberlain Bisa Main Lagi

Arsene Wenger menyebut bahwa Alex Oxlade-Chamberlain belum bisa berlatih saat ini. Dia juga belum tahu kapan gelandang berusia 20 tahun tersebut bisa bermain lagi.

Oxlade-Chamberlain belakangan menderita cedera pada pangkal pahanya. Wenger sempat menyebut bahwa Oxlade-Chamberlain diharuskan beristirahat selama dua pekan penuh, namun belakangan dia belum bisa memastikan kapan pastinya si pemain akan kembali.

"Alex tengah menjalani perawatan saat ini dan tidak berlatih," ujar Wenger di situs resmi Arsenal.

"Sulit untuk memberi tahu kalian semua berapa lama dia harus absen saat ini."

Cederanya Oxlade-Chamberlain datang pada saat yang kurang tepat, yakni hanya beberapa pekan sebelum skuat bayangan Inggris untuk Piala Dunia diumumkan Roy Hodgson pada 12 Mei.

Kendati demikian, Hodgson mengaku tidak khawatir.

"Dari pembicaraan saya dengan Arsene, saya pikir tidak perlu ada yang dirisaukan soal Oxlade-Chamberlain," ucapnya.

sumber: detik.com

Read more...

Respons The Gunners Puaskan Wenger

Sempat tertinggal dan berada dalam posisi wajib menang, Arsenal akhirnya mengalahkan West Ham United di lanjutan Premier League. Arsene Wenger pun puas dengan respons yang ditunjukkan oleh timnya.

Usai kekalahan dari Everton, posisi Arsenal di empat besar menjadi terancam. Kemenangan Everton atas Sunderland akhir pekan kemarin kemudian membuat The Gunners terlempar ke peringkat lima.

Laga melawan West Ham di Emirates Stadium, Rabu (16/4/2014) dinihari WIB pun menjadi laga wajib menang bagi Arsenal yang bertekad mengamankan satu tiket ke Liga Champions musim depan.

Arsenal lebih dulu kebobolan saat Matt Jarvis mencetak gol di menit ke-40. Namun tim tuan rumah kemudian membalas tiga gol lewat Lukas Podolski (dua gol) dan Olivier Giroud.

"Kami berada di bawah tekanan penuh untuk memenangi pertandingan, di atas itu semua ini adalah derby dan setelah tampil habis-habisan di hari Sabtu, ini sulit," sahut Wenger seperti dikutip BBC.

"Mungkin kami bisa saja mencetak lebih banyak gol, saya puas dengan respons mental dari tim malam ini, fokus tim malam ini luar biasa," lanjut manajer berpaspor Prancis itu.

"Kami menunjukkan kedewasaan dan tidak panik ketika tertinggal 0-1. Saya harus mengistirahatkan beberapa pemain tapi bagus pemain seperti Kim Kallstrom memberi kontribusi malam ini," katanya.

Kemenangan atas West Ham kembali mengangkat Arsenal ke posisi empat besar.Tim 'Meriam London' itu mengumpulkan 67 poin dari 34 laga. Mereka unggul satu angka atas Everton yang masih belum memainkan satu laga tunda.

sumber: detik.com

Read more...
Subscribe to this RSS feed