Menu

#SignDaTing, #DeadlineDay dan Mereka yang Berjuang

Pagi hari yang cerah di awal tahun 2014 ini merupakan pagi hari yang paling cerah khususnya bagi the gunners. Bagaimana tidak, setiap hari saat bangun tidur, mereka selalu melihat indahnya sunrise, merasakan dinginnya hari, dan juga menatap kepada panorama yang indah dibawah sekitar Puncak. Hal ini merupakan suatu hal yang harus di apreasi yang mana memang menaiki puncak pun tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak kejadian suka dan duka yang terjadi yang pastinya telah dilalui bersama.

Intermezzo. Sekilas Tentang Hastag
Bagi mereka yang bertanya-tanya "kenapa judulnya mesti pakek hastag sih?" mari saya coba jelaskan sekilas tentang hastag. Hastag adalah sebuah simbol yang digunakan di awal kata/kalimat untuk mengategorikan kata kunci sehingga mudah dicari keberadaannya salah satunya ialah media mikro-blogging seperti twitter. Semakin banyak hastag yang dibuat, semakin banyak terlihat juga hastag tersebut sehingga menjadi sebuah trend pada suatu wilayah (via: support.twitter.com/articles/49309#). Nah, hastag #SignDaTing biasanya muncul pada saat pemain/pelatih yang tampil luar biasa namun kontraknya akan habis lalu belum diperpanjang. Hastag #DeadlineDay detik-detik di akhir penutupan transfer window. Menarik perhatian merupakan alasan saya menyantumkan hastag pada tulisan ini. Jangan disalahgunakan yah, ntar malah di "report as spam lho" Hehe.

#SignDaTing
"I would love be here forever, because it would mean I was immortal." – Arsene Wenger, September 2013.
Apresiasi yang sangat layak diberikan kepada mereka ialah sebuah #SignDaTing. Memang saya pribadi tahu bahwa kita menggapai puncak ini sendiri tak lepas dari 8 tahun membangun suatu prospek masa depan yang mana itu menggabungkan sebuah filosofi sejati oleh seorang jenius yang bernama Arsene Wenger serta dibatasi budget atau anggaran karena terlibat hutang pembangunan stadion, namun dibalik semua itu tersimpan kans yang mana kita sendiri harus menyadari bahwa EPL saat ini semakin kompetitif. Ini sesuai statistik yang berkata,"Six teams currently have 42+ points after 22 #BPL matches - previously, the most was four in 2004/5 & 2008/9." (via: @Premierleague). Hal tersebut membuktikan bahwa kompetisi ini semakin ketat bahkan lebih ketat dibandingkan dengan celana pensil anak-anak alay! (Well said). Bahkan jika Fergie masih melatih pun, saya pribadi tak yakin bahwa timnya bisa bersaing di papan atas.

Beberapa fans Arsenal masih ragu akan kapabilitas seorang Arsene Wenger. Pun dengan orang yang notabene entertainer ternama yang sering mengkritik Sang Profesor, Piers Morgan. Baru-baru ini, Piers Morgan berkata, "I don't understand why Arsenal would offer Wenger a new £24m deal before he wins another trophy. Curious reward for 8yrs of failure." – Piers Morgan, 20 Jan 2014. (via: @PiersMorgan). Yang intinya ia menolak keras akan perpanjangan kontrak Arsene Wenger sebelum ia memenangkan sesuatu di bulan Mei nanti. Ironis.

Saya bukan mereka yang AKBs dan WOBs, yang mana selalu mempermasalahkan dan beradu argumen satu sama lain. Yang saya sebenarnya inginkan saat ini adalah satu, saya ingin senyum kembali terpancar dari wajah seorang Arsene Wenger di akhir Mei nanti minimal. Saya hanya ingin beliau kembali membawa Arsenal kembali ke jalur kemenangan. Itu doang, tak lebih.

Seiring berjalannya waktu, fans Arsenal semakin diterpa galau dan dilema. Bukan hanya galau dengan kepastian Sang Profesor saja, namun juga galau dengan kepastian para pemain. Berikut ini adalah mereka yang layak #SignDaTing (perpanjang kontrak) versi saya:

Arsene Wenger
Seperti yang sudah saya paparkan sebelumnya, jelas nama ini merupakan otak dari filosofi nan jenius dibalik panji Arsenal. Saya tak berpikir dua kali untuk menempatkan beliau di urutan pertama karena apa yang telah ia lakukan dan kontribusikan untuk klub ini. Beliau ialah legenda hidup. Para manager lain pun segan kepadanya. Beliau layak untuk #SignDaTing without question.

Tomas Rosicky
Nama yang satu ini merupakan salah satu yang bisa dikatakan jantung di lini tengah Arsenal musim ini. Didatangkan tahun 2006, menggantikan nomor punggung 7 Pires yang hengkang, beliau menjelma menjadi seseorang yang penting di klub. Tampil konsisten tanpa hadangan cedera seperti musim sebelumnya membuat ia menjadi pilihan kedua dibawah Monsieur. Bahkan pemain sekelas Ozil, yang juga pemain termahal The Gunners, berkata,"In my opinion Tomas belongs to the best midfielders in the Premier League. When you see how much he gives for the team and how he enjoys being on the ball it makes us happy to have a player like that in our ranks."Beberapa media yang mengaku ITKs (In The Knows) pun menghubungkannya dengan Bayern Munich (meski hanya @AFCAmden ITK yang saya percaya). Dan beliau sangat mencintai klub ini sehingga saya berharap ia mengakhiri karir di Arsenal. Senang melihat sebuah tribute untuk pemain yang pensiun karena kita terakhir melihatnya di Arsenal ialah tahun 2006, Dennis Bergkamp. He deserves the #SignDaTing as well till retired.

Bacary Sagna
Diposisi ketiga ini merupakan pemain yang dijuluki Mr. Consistent. Karena ia dapat mempertahankan performa seorang RB sejati yang mana konsistensi sangat dibutuhkan. Ia merupakan RB terbaik di EPL. The unsung hero for me. Bagaimana tidak, ia dinominasikan sebagai salah seorang dari PFA team of the year, meski baru ditahun pertamanya berseragam Arsenal di tahun 2007. Ia meraihnya lagi di musim 2010/2011, meski kemudian tak jarang bergelut dengan cedera yang menimpanya. Crossing yang akurat dan mumpuni jika bertahan merupakan nilai tambah tersendiri kenapa ia layak untuk #SignDaTing.

Per Mertesacker
The captain without armband. Istilah itu dapat disematkan kepada pemain jangkung yang satu ini. Bagaimana tidak, kontribusi, passion, dan kepemimpinannya menjadi salah satu faktor kunci perjalanan Arsenal saat ini. Didatangkan dua musim lalu yang sempat dikritik karena kemampunannya yang kurang konsisten dan memiliki riwayat cedera yang sempat kambuh pada saat melawan Sunderland tahun 2012, ia sekarang membuktikan bahwa ia merupakan tulang punggung tim. Statistik menyatakan bahwa ketika Per-Kos main full 90 menit, Arsenal tak pernah kalah sejak 2012. Saya menempatkannya di posisi ke empat karena kontraknya baru akan habis musim depan namun layak untuk #SignDaTing secepatnya.

Abou Diaby
Well, mungkin bagi sebagian dari mereka, nama yang satu ini tidak layak untuk #SignDaTing. Mereka berpendapat bahwa pemain ini memakan gaji buta. Sebenarnya saya tak sependapat. Ketahuilah bahwa ia didatangkan Januari 2006, diplot sebagai pengganti Vieira. Gaya permainannya pun nyaris sama. Bahkan seorang youngster Juventus, Pogba pun pernah berkata, "I have modelled myself on two players: Yaya Toure and Abou Diaby, even in physical aspects. I am very similar to them." Jelas ini membuktikan bahwa ia bukan pemain sembarangan. Saya masih ingat performanya ketika menjadi MOTM melawan Liverpool musim lalu dan mencetak goal tunggal vs Finlandia. Sangat vital. Ia juga merupakan the unsung hero for me. Namun karirnya tak berjalan mulus. Salah satunya, ia merasakan sakitnya patah kaki ketika melawan Sunderland 2006 yang mana berakibat ia tak bermain di final UCL. Kontraknya akan habis tahun depan namun menurut saya pribadi ijinkanlah ia untuk membuktikan diri bahwa ia masih layak untuk #SignDaTing.

Nicklas Bendtner
Mungkin banyak mereka yang tertawa kenapa saya menempatkan pemain ini di dalam daftar. Ia menjadi lelucon terutama di media sosial terkait pernyataannya perihal his next destination, Barca/Madrid. Tak hanya itu saja, orang juga menilainya dari sisi buruknya saja yang sebenarnya di-lebay-lebay-kan oleh media. Mabuk-mabukan saat berkendara lah, merusak ganggang pintu gym lah, dll. Namun ketahuilah bahwa orang ini merupakan pemain yang sangat vital. Hitunglah berapa kali ia menjadi pencetak goal penentu dalam sebuah permainan. Di suatu konferensi pers, Wenger on Bendtner, "Fans forgive you everything as long as you produce the performances on the football pitch. That's what people want." Mari kita dukung apa yang telah dinyatakan Arsene. Ia sudah lama di klub sejak 2004, saya rasa juga ia punya DNA Arsenal. saya pun yakin ia bisa lebih improve dari saat ini. Jika tak ada yang available di transfer musim panas. Maka opsi #SignDaTing untuk Bendtner merupakan alternatif bagi saya.

#DeadlineDay
"I always tell you the truth. I do not always give you the complete truth." – Arsene Wenger, March 2012.
H-8 sebelum ditutupnya jendela transfer musim dingin (dari tulisan ini dibuat), belum ada tanda-tanda Arsenal akan mendatangkan pemain. Meski rumor banyak yang berhembus dengan kencang, namun pada kenyataannya sekarang belum mendaratkan satu pemain pun di Arsenal. Bahkan sebagian anak muda menganggap itu sebagai sebuah PHP (Pemberi Harapan Palsu) dan harkos (harapan kosong) belaka. Sedikit saja yah quote dari saya, PHP dan harkos itu sebenarnya tidak ada, namun hanya mereka lah yang berharap lebih. Eaaa.

Hari demi hari, menit demi menit pun begitu berharga dalam sebuah #DeadlineDay. Bagaimana tidak, di akhir musim panas lalu, kita merasa kaget dan terkejut dimana Arsenal mendatangkan salah satu gelandang terbaik dunia, Mesut Ozil dengan harga £42m dari Real Madrid, pada saat jendela transfer beberapa jam akan ditutup! Padahal perlu kita sadari bahwa pada saat jendela transfer baru akan dibuka, Arsenal kerap dihubungkan pemain-pemain yang tidak semahal itu seperti Cabaye, Diame, Remy, Suarez (yang masih inget £40m+£1), dll. Never play poker with Arsene.

Arsene Wenger pernah berujar bahwa pemain akan lebih murah ketika transfer hendak akan ditutup! Beliau juga pernah berkata,"Our transfer window starts now and a lot of activity will happen between now and September 2. You will see a lot of business between now and the end of the transfer window."- Arsene Wenger, August 2013. Tak lama berselang, beliau berujar,"We may have a big suprise signing for you [smiling]." – Arsene Wenger, September 22nd 2013. Semakin dibuat spot-jantung ialah,"It will be in the last 3 days, as ever." – Arsene Wenger, January 17th 2014. Hanya Tuhan yang tahu rencana beliau....

Perlu kita ingat kebelakang, musim-musim sebelumnya, pada transfer Januari, Arsenal tidak banyak melakukan pergerakan. Musim lalu mendatangkan Monreal (cup-tied), 2 musim lalu Henry (loan till feb), 3 musim lalu tak ada, 4 musim lalu Campbell (loan), dan 5 musim lalu Arshavin (cup-tied). Yang dapat disimpulkan bahwa Arsenal tidak membeli pemain dengan deal transfer dan yang juga tidak cup-tied. Setidaknya dari musim-musim tersebut, Arsenal rata-rata berhasil mendatangkan 80% pemain. Terbanyak di Januari ialah tahun 2006 ketika mendatangkan Adebayor, Diaby, dan Walcott cmiiw.

Memang tak banyak yang available ketika transfer Januari dibuka. Mungkin lebih dikarenakan faktor cup-tied tadi yang memungkinkan bahwa si pemain tidak dapat bermain di UCL yang notabene kompetisi terbaik di dunia hingga sisa akhir musim. Serta ingin juga mendapat jatah kursi ke turnamen internasional (World Cup dsb). Pun dengan yang tidak berlaga di UCL, memilih hengkang untuk berlaga disana. Salah satunya ialah Torres, yang mana ketika itu Liverpool tidak berlaga di UCL, memilih hengkang ke Chelsea dengan harga £50m (meski karirnya tak sementereng di Liverpool).

Pada satu kesempatan, tak lama dari artikel ini dibuat, Arsene Wenger berkata,"I will give you my phone number, if you find an exceptional player that's available, call me." Hal itu jelas membuktikan bahwa beliau hanya ingin mendatangkan pemain yang benar-benar dibutuhkan oleh Arsenal. Saya sendiri tak ingin kejadian seperti Park-Chu Young terulang yang saat itu fans dilanda krisis kepercayaan setelah ditinggal Cesc dan dibantai ManUtd sehingga ingin mendatangkan semua pemain aka panic-buying.

Permasalahan Arsenal mungkin memang berada di sektor penyerang. Giroud merupakan salah satu finisher yang baik namun dia tidak dapat bermain sendirian di seluruh kompetisi. Meski Arsenal masih memiliki Bendtner dan Sanogo, Arsenal idealnya bermain dengan satu striker di setiap match yang memungkinkan mereka untuk tidak menjadi kompetitor Giroud namun lebih menjadi pelapis. Arsene Wenger pun berkata,"We are open to strengthening our squad. Ideally I would like another striker." Intinya ialah, dibalik rasa keinginan beliau untuk merekrut striker, beliau juga harus memikirkan pemain yang available itu right addition dan masa depan pemain yang telah ada. Wenger knows.

Mereka yang Berjuang
"We work very hard so I plea with you not to keep me for too long in this interview." – Arsene Wenger, September 2nd 2013.

Menuntut adalah sebuah hal yang wajar. Manusiawi karena setiap insan pasti ingin mendapatkan sesuatu yang baru dan sesuatu yang spesial. Tetapi dibalik semua itu, kita harus melihat sikon disekitar, apakah hal tersebut memungkinkan ataupun tidak. Berdasarkan hal itu kita juga harus mensyukuri apa yang telah kita dapat sebelumnya. Seperti kata beliau baru-baru ini,"We have great players on the bench. You want me to buy more players but if they sit on the bench you ask me why." – Arsene Wenger, January 19th 2014. Lalu lihatlah betapa nafsunya klub sebelah memborong pemain padahal masih ada pemain spesial di bench mereka. Nahas.

Skuad Arsenal saat ini sudah lebih kompetitif dari sebelumnya merupakan salah satu hal yang patut disyukuri. Mereka masing-masing berjuang tanpa kita sadari sepenuhnya. Well, inilah mereka yang berjuang versi saya:

Manager dan Para Pelatih

Manager merupakan pondasi agar klub bisa lebih kompetitif. Usaha kerasnya untuk membangun klub yang lebih baik harus diacungi jempol. Usahanya, salah satunya perihal #DeadlineDay, itu mulai muncul ke permukaan yang bukan berarti mereka tak melakukan apa-apa sama sekali. Baru-baru ini, Arsene Wenger dikabarkan (yap, ntah kabar burung atau tidak) tengah menonton pertandingan antara Levante vs Barcelona secara langsung di kandang Levante pada ajang Copa Del-Rey. Jarang beliau melakukan hal tersebut bahkan saat Ozil direkrut pun beliau tidak melihat langsung Ozil bermain. Entah siapa yang dilihat langsung oleh beliau disana. Pedro, Sergi Roberto, Tello, atau bahkan Messi? Arsene knows.
Para staf pelatih pun demikian. Mereka telah memberikan segalanya untuk tim. Salah satunya ialah assisten pelatih saat ini,

Steve Bould. Beliau merupakan mantan bak Arsenal yang sempat pernah diasuh Sang Profesor. Pengalamannya dalam hal bertahan merupakan kunci keberadaan Arsenal saat ini. Sempat dikritik karena menggantikan peran Pat Rice yang pensiun dan sempat bobrok dalam bertahan di awal jabatannya, namun ia buktikan kepada pengeritik bahwa ia mampu. Arsenal yang dulunya terkenal tak konsisten dalam bertahan, sekarang menjelma menjadi best defence in the league. The Bould effect.

Pemain

Usaha yang dilakukan para pemain sampai berada di level saat ini adalah menakjubkan. Kita tahu sebentar lagi akan diadakan pesta sepak bola akbar sejagat, World Cup, itu berlangsung pada tahun ini. Setiap pemain yang negaranya telah memiliki tiket tentu tak ingin melewatkan kesempatan emas ini. Meski begitu, kenyataannya adalah, skuad Arsenal pada saat ini adalah sangat-sangat kompetitif yang tentu akan memakan korban. Kita lihat saja contohnya ialah Vermaelen dan Podolski. Negara asal mereka telah memiliki tiket ke Brazil. Namun kepastian mereka untuk berangkat adalah abu-abu. Vermaelen jarang dimainkan lantaran Per-Kos unbeaten selama 90 menit sejak 2012. Podolski baru sembuh dari cedera dan belum menemukan top form nya kembali. Kedua pemain ini merupakan contoh bahwa usaha persaingan dalam skuad adalah sangat sangat ketat. But still, mari kita doakan agar mereka bisa terbang ke Brazil.

Board

Mungkin yang satu ini banyak yang tak sependapat dengan opini saya. Dikarenakan, mungkin, yang terkesan serakah dan pelit, sehingga menjadi kambing hitam atas kejadian 8 tahun belakang ini. Sebenarnya saya pribadi tak tahu dengan detil apa yang sebenarnya terjadi namun tak sepenuhnya hal itu salah mereka. Fans pun tak perlu sampai koar-koar sana-sini, itu kesannya ibarat pepatah, menepuk air didulang. Keuangan yang sehat merupakan salah satu kunci kenapa kita berbeda dari klub lain. Just support.

Scout-er

Nama-nama mentereng seperti Cesc Fabregas, Jack Wilshere, Oxlade-Chamberlain, Serge Gnabry, dan juga Gedion Zelalem yang baru-baru ini mencuri perhatian kita perihal performanya ketika pra musim, merupakan contoh betapa jelinya para scout-er kita dalam membidik pemain. Bayangkan jikalau talenta tersebut tak menghiasi skuad Arsenal saat ini, mungkin Arsenal tak dikenal sebagai young-guns, Arsene Wenger pun tak dikenal sebagai The Professor. Berdasarkan itu, baru-baru ini, perlu kita apresiasi juga bahwa Arsenal menduduki peringkat pertama di Inggris dan menduduki peringkat ke 5 se-Eropa dalam hal menghasilkan talenta muda berbakat, menggeser posisi ManUtd (via: Sporting Intelligence). However, jelas ada aktor dibalik layar, ia adalah scout-er. Usaha mereka mencari bakat diseluruh pelosok dunia patut untuk dihargai.

At last but not least

"If don't believe you can do it, then you have no chance at all." – Arsene Wenger. Keep the faith as ever. Saya tak ingin kita terpecah lagi. Apapun yang terjadi.

Subscribe to this RSS feed