Menu

Dari Fabianski ke Ospina: Penantian 4 Tahun yang Tertuntaskan

Arsenal sukses menundukkan tuan rumah Östersunds FK tiga gol tanpa balas dalam lanjutan babak 32 besar ajang UEFA Europa League, Jumat dini hari (16/02) lalu. Gol dicetak oleh Nacho Monreal di menit ke-13, yang kemudian disusul oleh gol bunuh diri pemain belakang Östersunds, Sotirios Papagiannopoulos di menit ke-24. Mesut Ozil menjadi penutup kemenangan Arsenal lewat golnya memanfaatkan operan dari Henrikh Mkhitaryan di menit 58. Hasil ini jelas memberikan keuntungan bagi The Gunners guna menjamu Östersunds di pertandingan leg ke-2 yang akan berlangsung Emirates Stadium mendatang.

Kemenangan 3-0 Arsenal pada pertandingan yang dihelat di Jämtkraft Arena tersebut juga tak lepas dari andil besar David Ospina. Kiper asal Kolombia ini sukses melakukan penyelamatan heroic di menit-menit akhir jelang pertandingan berakhir. Berawal dari tackling yang dilakukan oleh Hector Bellerin terhadap Saman Ghoddos, wasit memberikan hadiah penalti untuk tuan rumah. Tom Patterson yang dipercaya menjadi eksekutor gagal menunaikan tugasnya karena bola sepakannya berhasil ditangkap mantap oleh David Ospina.

Sudah lama tidak ada kiper Arsenal yang mampu menepis tendangan penalti lawan di waktu normal. Terakhir kali kiper Arsenal sukses menepis tendangan penalti di waktu pertandingan normal adalah Lukasz Fabianski, tepatnya itu ia lakukan di tanggal 11 Maret 2014. Fabianski melakukan penyelamatannya pada lanjutan babak 16 besar UEFA Champions League musim 2013/2014, Arsenal bertandang ke kandang FC Bayern Munich berbekal ketertinggalan agregat gol karena di pertandingan leg pertama, Arsenal ditundukkan The Bavarian 0-2 di Emirates Stadium. Uniknya, penyelamatan Fabianski dan Ospina sama-sama terjadi di injury time babak kedua, sama-sama di ajang Eropa, dan sama-sama di kandang lawan.

Arjen Robben yang sedang membawa bola dijatuhkan oleh Laurent Koscielny, dan wasit tak segan-segan menunjuk titik putih. Thomas Mueller yang dipercaya menjadi eksekutor gagal menunaikan tugasnya. Bola tendangannya yang agak mengarah ke tengah sukses ditepis oleh kaki dari kiper asal Polandia tersebut yang melakukan gerak reflek ke arah kanan gawangnya. Bola tetap bergulir ke sisi kiri gawang, tipis bergulir di garis gawang, tetapi dengan sigap Fabianski kembali membuang bola itu keluar gawangnya sebelum disambar kembali oleh Thomas Mueller.

Pertandingan itu pun berakhir dengan skor 1-1 (agregat gol 3-1) yang pada akhirnya meloloskan FC Bayern ke perempat final. Dan sejak hari itu, belum ada lagi kiper Arsenal yang mampu menepis tendangan penalti lawan di waktu pertandingan normal. Namun, penantian tersebut akhirnya tertuntaskan kala keberhasilan Ospina menepis tendangan penalti di pertandingan melawan Ostersunds. Ini jelas menjadi salah satu sorotan tajam untuk Petr Cech yang masih terus berusaha memburu clean sheet-nya.

Akan tetapi, jika mau adil, tentunya menepis tendangan penalti tak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan ketenangan, fokus, dan juga ‘hoki’. Menepis tendangan penalti bukan semata perkara skill tapi juga ‘untung-untungan’. Apalagi jika penalti tersebut terjadi kala sedang bertandang ke markas lawan, maka tekanannya bisa menjadi lebih besar lagi. Kredit jelas pantas disematkan untuk Ospina yang sukses melakukannya di kandang lawan.

Khusus untuk urusan penyelamatan tendangan penalti, sebenarnya Cech (35 tahun) lebih punya catatan yang bagus di sepanjang karirnya dibandingkan Ospina (29 tahun). Berdasarkan situs transfermarkt.com, sepanjang karirnya Cech sudah melakukan 16 kali penyelamatan di semua kompetisi (13 kali untuk Chelsea, 3 kali untuk timnas Republik Ceko). Namun, belum sekalipun, ia melakukannya untuk Arsenal (15 kali kegagalan). David Ospina sendiri baru berhasil membuat 3 kali di semua kompetisi penyelamatan (1 kali untuk timnas Kolombia, 1 kali untuk OGC Nice, dan 1 kali untuk Arsenal).

Cech sedang cedera, mau tidak mau, kini Ospina adalah harapan utama Arsenal di bawah mistar. Terlebih lagi, ia juga pernah menjadi kiper utama Arsenal, jadi sudah sepatutnya ia selalu menampilkan yang terbaik di setiap pertandingan. Ini juga menjadi kesempatan baik bagi Ospina untuk kembali unjuk gigi guna mendapatkan kembali posisi kiper utama Arsenal jika penampilannya dapat terus konsisten gemilang. Jika malah sebaliknya, bukan hanya posisi kiper utama saja yang gagal dipertahankan, bisa-bisa posisinya malah dapat tergusur oleh Matt Macey sang kiper ketiga Arsenal. Bola tendangan penalti ataupun bukan, ia harus siap menghadang.

Penulis: Katondio Bayumitra Wedya | @katondiobw

back to top