Menu

gonnersview banner

Wenger yang mulai mengoleksi Anggur

"I will give you a good wine, you will see how it tastes and after you ask where it comes from" – Arsene Wenger, February 2007

Wine merupakan minuman yang mengandung alkhohol dari sari anggur atau hasil fermentasi buah lain. Cara pengolahan dan kandungan kimia yang kaya dalam anggur membuat minuman ini mampu menjaga citarasa khas hingga dapat melalui lipatan dekade peradaban. Hobi mengkoleksi anggur atau wine adalah hobi yang tidak hanya mahal namun perlu kesabaran ekstra. Seorang kolektor guna mendapatkan anggur yang enak harus berburu dan bersabar untuk meminumnya. Semakin lama anggur disimpan ia makin enak karena semakin tua umurnya ia akan semakin nikmat.

Tercatat salah satu anggur termahal diproduksi tahun 1907 bernama Shipwreck 1907 Heidsieckharganya mencapai 275,000 $USD per botol menurut most-expensive.com. Minuman berusia kurang lebih seribu tahun ini diangkut melalui kapal pada tahun 1916 namun baru ditemukan pada  tahun 1997. Para penyelam menemukan 200 botol anggur ini tersimpan baik dalam sebuah kapal karam di sekitar perairan Finlandia. Selain usianya sejarah dibalik penemuan anggur itulah yang membuatnya berharga sangat mahal.

Meskipun harganya selangit catatan terakhir mengenai minuman ini berakhir di Ritz-Carlton hotel di Moscow. Seorang tamu kaya raya yang tidak diketahui namanya memborong semua persediaan Shipwreck yang ada. Memiliki anggur mahal, berkelas dan ternama untuk dinikmati di waktu yang spesial adalah penanda kaum bangsawan dan terkemuka terutama di Prancis.

Arsene Wenger sebagaimana orang Prancis yang akrab dengan wine awalnya ingin memposisikan dirinya sebagai Vintner, petani pembiak anggur untuk bahan wine. Ia pernah mengatakan “jika aku memberikan sebuah wine anda akan merasakannya terlebih dahulu baru kemudian menanyakan tentang asal muasalnya”. Kalimat tersebut diucapkan untuk menjawab kritik mengapa ia seringkali memberikan waktu merumput pada pemuda yang tidak dikenal sebelumnya. Wenger tidak peduli darimana sang pemain berasal ia hanya peduli jika pemain tersebut benar-benar berbakat.

“I’m like a wine, I improve with age” - Mathieu Flamini, September 2013

Meski Wenger punya filosofi sepakbola yang melarang mengkonsumsi minuman beralkhohol tapi ia kerap kali justru menganalogikan kalo anak asuhnya serupa dengan anggur. Kehadiran Mathieu Flamini mengingatkan saya kembali pada hubungan Wenger dengan Wine. Dalam wawancara seusai resmi kembali menjadi gunners, Flamini mengatakan "Aku seperti Anggur, Aku berkembang seiring waktu". Flamini ingin menegaskan jika umur tidak mengurangi kualitasnnya sebagai pemain bola dalam pertandingan ia membuktikan kontribusinya dalam melindungi barisan pertahanan cukup signifikan. Hal ini memperlihatkan minat Wenger menunggu anggur tumbuh kemudian melalui proses yang lama sudah sedikit luntur.

Dahulu Wenger hanya fokus untuk membuat anggur kini mulai ingin mengkoleksi anggur yang 'sudah jadi' demi memperkokoh skuadnya. Beberapa pemain berumur pun mulai direkrut. Wenger seperti menyadari perlunya suntikan psikologi dalam skuadnya saat ini. Semenjak di tinggal komandan lini tengah yang juga wakil kapten Mikel Arteta menjelang akhir musim lalu Arsenal tidak hanya kehilangan pemimpin di lapangan karena Vermalen sang kapten tengah cedera tapi juga membuat Arsenal kehilangan satu-satunya orang yang mampu memainkan peran gelandang bertahan.
Selain menjadi penghubung lini tengah Flamini juga berbakat sebagai menara kontrol. Meski agresif merebut bola dan menganggu lawan ia juga tanpa lelah membantu dan memperingatkan rekannya yang lain. Flamini dengan sederhana mengungkapkan "(kepemimpinan) Itu ada dalam diriku. Aku tidak mencoba menjadi bos, hanya menjadi diriku sendiri dan juga membantu rekan di lapangan. Ketika kau mulai membantu sama lain dan berjuang, hal ini akan membantu memenangi pertandingan".

Kepemimpinan dan mental yang tangguh inilah yang belum dimiliki Ramsey ketika di plot sebagai gelandang bertahan dadakan musim lalu. Penampilannya dirasa kurang untuk menggantikan Arteta yang menghadirkan ketenangan di lini tengah. Kedatangan Flamini adalah pilihan pas untuk mengisi pos yang dulu hanya dapat diperankan Arteta dengan baik. Banyak fans yang melihat perekrutan Ozil adalah langkah brilian di bursa transfer mengingat kualitasnya mendunia seakan lupa jikaFlamini adalah rekrutan yang sebenarnya lebih di butuhkan oleh tim karena Arsenal sudah memiliki dua gelandang kreatif pada sosok Wilshere, Cazorla dan Rosicky.
Kesuksesan saat merekrut Mikel Arteta dan Per Mertesacker pada musim 2011 rupanya membuat Wenger ketagihan untuk langsung membeli pemain jadi dan menimbang lagi pentingnya pemain berpengalaman. Pada awal musim 2012 Arsenal merekrut Cazorla, Podolski dan Giroud pada usia mereka yang sudah cukup dijejali pengalaman. Arsenal sepeninggal Nasri dan Fabregas memang sudah tidak layak lagi menyandang julukan Young Guns. Kini Arsenal adalah skuad antara perpaduan bakat muda dan pengalaman.

Skuad Arsenal saat ini punya rataan usia sekitar 26 tahun dapat dikatakan cukup ideal. Semenjak kalah oleh Aston Villa 1-3 di kandang Arsenal terus menerus menang dan memperoleh tren menanjak dengan kehadiran Ozil dan Flamini. Seolah sudah memahami peran yang dibebankan padanya Flamini berkata. "Melakukan pekerjaan bertahan mungkin lebih sulit dilihat ketimbang memberikan umpan atau mencetak gol. Namun sangat penting menjadi bagian dari kesimbangan tim. Aku adalah seorang gelandang bertahan, mencoba untuk mencari keseimbangan terbaik antara bertahan dan menyerang." Berkat keyakinan tersebut Flamini menjelma menjadi benteng di depan kuartet bek sehingga Ramsey dan Wilshere tampil tenang dan bergantian membantu Ozil mengkreasi serangan.

Ia juga nampak serius untuk membayar hutang dan urusan yang belum diselesaikan bersama Arsenal. Wenger juga mengatakan jika ia sangat percaya diri dengan dengan pemain yang direkrut pada bursa transfer kali ini karena para pemain tersebut menunjukkan keinginan besar untuk bergabung dengan Arsenal. Ozil juga menunjukkan kepercayaannya dengan mengatakan jika ia akan tetap bergabung meski berstatus free transfer karena kepercayaan Wenger terhadapnya.

Munculnya nama Sanogo tidak membuat orang heran karena tipikalnya yang 'Wenger banget', karena usianya masih sangat muda, potensial dan berpaspor Prancis. Namun Flamini adalah cerita lain, umurnya yang menginjak 29 tahun membuat ia merupakan berpengalaman di lini tengah setelah Mikel Arteta (31 tahun) dan Tomas Rosicky (32 tahun). Datangnya Viviano juga diluar dugaan karena Arsenal sering dikaitkan dengan Julio Cesar setelah kepergian kiper ketiga Vito Manone.

Langkah perekrutan Arsenal saat ini menunjukkan jika Wenger sedang ingin mengkoleksi wine, dengan mengumpulkan pemain yang berumur.

Kualitas Wine dalam diri Flamini sudah dicicipi citarasanya sementara itu Ozil juga sudah menunjukkan jika ia pantas untuk dihargai mahal. Keduanya memperkuat sektor pertahanan dan penyerangan Arsenal satu tingkat lebih baik. Kini giliran rekrutan lain seperti Viviano dan Sanogo yang unjuk diri. Sanogo masih menunggu waktu karena masih cedera tapi Viviano sudah bersiap tampil jika diberi kesempatan. Harapan pada dua pemain ini tidak sekedar menjadi cameo yang muncul sebagai pemeran pembantu tapi dapat menjadi aktor utama kala dibutuhkan.

Liga inggris adalah perlombaan yang kejam sedikit kesalahan Arsenal pasti akan tertinggal karena itu perlu mempertahankan konsistensi dengan rotasi serta mengatasi absennya para punggawa reguler yang masih cedera. Arteta dan Vermalen sudah dapat tampil kembali tapi cedera Cazorla, Rosicky, Chamberlain berikut sakit misterius yang dialami Walcott adalah sinyal jika Januari Arsenal perlu menambahkan sejumlah amunisi demi gelar juara. Menarik untuk melihat apakah diakhir musim Wenger dan Arsenal akhirnya akan membuka wine untuk melengkapi perayaan trofi juara?

Last modified onSunday, 17 November 2013 11:14
Khoirul Anwar

Bergairah menulis Arsenal karena Sepakbola sejatinya memang indah. Menikmati peran sebagai libero di depan area gawang. Baru saja menggemari dunia kata-kata dan senang berbagi pikiran.

Twitter:@anwkho

Latest from Khoirul Anwar

back to top