Menu

gonnersview banner

Henrying: Efek Raksasa sang Legenda

 Henrying

Henrying, sebenarnya adalah perayaan gol biasa yang menunjukkan ekspresi kemenangan. Menjadi tidak biasa karena itu dilakukan oleh pencetak gol Arsenal sepanjang masa. Menjadi spesial karena dilakukan untuk menandai pencapaian brilian melesakkan 400 biji gol. Lalu kemudian oleh media dipotret dan disoroti sementara sisanya adalah keisengan yang sering disebut sebagai meme. Yang saya maksud meme, adalah kemampuan untuk membuat orang lain ikut ‘latah’ sehingga menirunya.

Bahasa adalah sesuatu yang sulit kita kontrol apalagi jika sudah tersebar di media terkadang menimpulkan meme. Masih ingat bagaimana vickinisasi akhir-akhir ini menjangkiti media kita dan menjadi guyonan? Arus informasi yang menggelitik rasa ingin tahu tiba-tiba saja membuat tarian seperti “Goyang Cesar” maupun invasi “Harlem Shake” atau “Gamnam Style” dari Korea bisa dengan mudah dihafal dan diperagakan lagi. Beberapa peniruan gerak itu lebih menunjukkan kesenangan tanpa memilki sebab dan arti yang jelas tapi dalam kasus Henrying sedikit berbeda.

Hal-hal semacam ini rasanya sulit ditemui di masa lalu ketika media sosial masih sulit diakses. Faktor blow up dari media dan konektivas dalam masyarakat saat ini mendukung percepatan menyebarnya hal semacam ini. Henrying, Apabila dilihat dari unsur etimologi -asal bahasa, berasal dari dua kata Henry Doing atau Doing Henry, yakni melakukan apa yang Henry lakukan arti simpelnya meniru apa yang dilakukan Henry. Tetapi penelusuran model Hermenuetis seperti ini rasanya kurang cukup untuk menjelaskan fenomena Henrying. Perlu dilihat pula apa dan bagaimana sejarah yang mengitarinya sebagai seorang manusia. Thierry Daniel Henry adalah salah satu pesepakbola yang Istimewa.

Henrying trend

Maraknya duplikasi akan pose ini menunjukkan jika kebintangan Henry belum padam dan bagaimana publik mengapresiasi raihan gemilang yang belum tentu dapat di capai oleh seorang striker sembarangan. Setidaknya secara samar tagline #respect masih melekat padanya sebagai predator di depan gawang karena gelimang prestasinya ketika masih produktif.

Bersama tim nasional Prancis Henry sudah meraih Piala Dunia tahun 1998, trofi Euro berikut turnamen Internasional King Hassan tahun 2000 serta memenangi Piala Konfederasi 2003. Di level klub Henry pernah menjuarai Liga serta Piala Prancis ketika masih membela AS Monaco. Dengan Arsenal Henry menyumbang 2 trofi Liga Inggris, 3 Piala FA dan 2 Community Shield. Di Barcelona Henry menyabet total 7 gelar yakni 2 Piala liga Spanyol, dan masing-masing satu piala Raja Spanyol, Liga Champions, Super Cup dan Fifa World Cup. Henry juga menjuarai liga MLS bersama klub barunya New York Red Bulls 2010 silam.

Raihan gelar diatas belum ditambah daftar panjang gelar individu yang pernah di raih olehnya. Henry memang lebih banyak mendapat trofi saat bersama Barcelona namun sinarnya berpijar terang saat berseragam Arsenal. Patung Thierry Henry yang di pajang di Ashbuton groves menjelaskan jika Henry adalah sosok penting bagi Arsenal.. Ia adalah legenda the Gunners yang di elu-elukan setara Dennis Bergkamp. Patung Henry tersebut menggambarkan dirinya sedang melakukan perayaan gol dengan meluncur bertumpu pada lututnya.

Jelas saja perayaan gol ini dipilih karena Henry merayakan gol penuh semangat selain pose tersebut juga sangat ehem keren. Sumbangsih 227 gol bagi Arsenal yang berarti hampir separuh lebih gol sepanjang karirnya menunjukkan kontribusi besarnya pada klub. Meninggalkan Emirates stadium untuk berburu gelar ke Nou Camp tak membuat Henry di cap pengkhianat.

Henry statue

Keinginan merasakan gelar Eropa adalah dahaga yang tak dapat ditampiknya. Arsenal pada musim 2006-2007 merupakan skuad yang sedang dalam peralihan setelah masa Invicible. Skuad ini berpusat pada Francesc Fabregas yang pintar untuk mengalirkan bola dan mengatur tempo. Setelah melalui semusim Henry merasa generasi baru Arsenal kala itu belum mampu untuk merangsek menjadi Raja di Eropa.

Henry mengerti jika Wenger inigin menjadikan dirinya pemimpin untuk skuad generasi baru ini tapi ia juga tidak bisa bersabar. Terlalu banyak kawan seperjuangan yang pergi namun kepergian David Dein yang membuatnya sangat kecewa sehingga memutuskan untuk pergi musim 2007-2008. Meski begitu cinta Henry Arsenal masih terlalu besar, kesempatan untuk kembali bergabung dengan senang hati diterima.

Di awal musim 2011 Arsenal mengalami krisis dan harus menelan kekalahan terbesar 8-2 yang pernah dicatat oleh sejarah klub dari Manchester merah. Kepergian pemain kunci andalan seperti Nasri, Fabregas dan Clichy dan deraan cedera membawa Arsenal di Tapal batas. Wenger melakukan langkah pembelian radikal yang oleh media disebut panic buying.

Pembelian pemain besar-besaran ini membantu mengerek performa Arsenal di klasemen liga namun kepulangan kembali Henry yang kedua lah yang membakar semangat yang semula padam di Colney. Datang di pertengahan musim dengan status pinjaman Henry menunjukkan kalau hatinya memang milik Arsenal. Kecintaan itu yang membuat para juniornya tergerak meski sambil tertatih-tatih akhirnya merebut tradisi jatah liga Champions.

Whether he re-signs or not, Henry has already had an impact, assisting Walcott’s development again. “He gives him advice,’’ said Wenger, speaking at Colney.

– Henry Winter, the Telegraph

Bahkan sebelum Henry resmi di rekrut kembali The Telegraph menyebutkan jika kedatangan Henry sudah memberikan nafas kebangkitan pada skuad Arsenal di pertengahan musim 2011. Wenger mengkonfirmasi melalui the telegraph jika Henry memberi nasihat untuk Walcott. Nasihat itu ampuh mendongkrak performa Walcott menjadi lebih baik dalam pergerakan dan umpan meski cuma mencetak 11 gol.

Efek paling nyata kehadiran Henry adalah membangunkan potensi hebat Van Persie. Van Persie tampil kesetanan dan menjelma menjadi top skor liga serta menjalani musim terbaiknya sebagai striker yang sayangnya merupakan musim terakhir nya di Arsenal. Sumbangsih besar Henry membuat ia sangat penting bagi Arsenal. Mengingat semua jasa dan prestasinya saya yakin fenomena Henrying mungkin tak akan meledak jika yang melakukan aksi bukan Henry.

Selebrasi goyangan pantat Henry yang sempat dinamai Oppa Henry Style di situs Youtube pada laga tanggal 22 September lalu mungkin saja dapat menjadi varian lain Henrying dan menjadi tren. Perayaan gol ataupun hal kecil lain yang dilakukan Henry mungkin saja muncul lagi di waktu yang akan datang untuk mengenang kehebatannya. Sebuah hal kecil yang dilakukan orang besar terkadang memang punya dampak raksasa. Seperti kepak sayap kupu-kupu di suatu tempat yang menimbulkan badai di belahan dunia lain.

Last modified onThursday, 17 October 2013 17:58
Khoirul Anwar

Bergairah menulis Arsenal karena Sepakbola sejatinya memang indah. Menikmati peran sebagai libero di depan area gawang. Baru saja menggemari dunia kata-kata dan senang berbagi pikiran.

Twitter:@anwkho

Latest from Khoirul Anwar

back to top