Menu

gonnersview banner

Im a Goonerettes & Its None of Other People Problem

Cinta dan keyakinan...itu saja alasannya kenapa sampai saat ini saya masih mendukung tim yang sudah 7 tahun tidak pernah mengoleksi piala, selalu kehilangan pemain terbaiknya setiap musim, dan selalu saja menuai komentar-komentar pedas dari pendukung tim lain. But heyyy...what your problem with my life decision?

Saya bukan football freak, bukan juga hooligan, die hard fans pun sangat jauh..itu adalah saya ketika pertama kali mengenal olah raga sepak bola. Saya hanya penikmat sepak bola, sampai saya bisa membedakan apa sih bedanya antara 1 klub dengan klub lain, sehingga klub yang satu bisa dapat piala dan yang satu tidak. Don't laugh! Itu fakta di lapangan soal wanita Indonesia dan ketertarikannya dengan sepak bola....sekitar 15 tahun yang lalu :D

Mengenal sepak bola pertama kali, saya menikmati atraksi liga yang memang sedang booming saat itu...Liga Italia. Ya, menikmati dan memuja salah satu bintangnya, alasannya...ganteng (heyyy...don't laugh again! Lagi-lagi ini fakta sepak bola dan wanita Indonesia). Seiring perjalanan sepak bola italia dan beberapa tragedinya, entah kenapa pandangan saya terhadap sepak bola Italia menurun. Cukup tahu saja soal pertandingan dan itu sudah lebih dari cukup.

Seiring menurunnya Liga Italia di Indonesia yang kemudian diganti dengan naiknya Liga Inggris, saya mulai menjadi penikmat sepak bola liga lain. Cukup banyak ternyata yang menarik dari Liga Inggris. Karakter permainan dan strategi yang sangat berbeda dari Liga Italia membuat saya semakin memasang mata untuk Liga ini. Tidak ada ketertarikan khusus terhadap tim tertentu, sampai pada masa akhirnya saya menyadari ada 1 tim yang sangat indah permainan bolanya dan mempunyai figure para pemain yang secara tidak langsung saya suka. Indah,solid,dan speak out...Arsenal!

Tahun pertama saya mulai mengamati Arsenal = no trophy, no handsome boys, and magically I have no problem. Kok jadi beda yah jalannya dengan pakem awal ketertarikan saya dengan sepak bola? Saya ingat betul bagaimana seolah-olah saya selalu ikut mengangkat dagu sombong seperti Patrick Vieira yang seakan selalu menganggap ke tim lain...You're all nothing! Mencekik leher lawan pun nggak perlu takut, as long as for team pride.. How I really loved that athmosphere! Dagu saya semakin tinggi seiring prestasi rekor Arsenal di tahun-tahun berikutnya. Unbeaten Record...until in the 50th game Manchester United broke that record. Saya masih ingat betul saat peluit wasit berbunyi menandai usainya pertandingan, saya langsung angkat kaki dari kafe tempat nonton bareng dan kemudian menghabiskan 1 minggu berikutnya dengan rasa sakit hati. Saat itu saya baru sadar... saya sudah jatuh cinta sangat dalam dengan Arsenal!

Seperti sudah digariskan oleh Tuhan, masa-masa saya mulai menyukai Arsenal, di Indonesia berkembang komunitas-komunitas sepak bola dan Arsenal Indonesia Supporters (AIS) salah satunya. Tidak terlalu rutin bergabung, hanya di partai bigmatch yang biasanya di sponsori oleh Tabloid olah raga yang saya rasa wajib hadir saja. Merayakan gol bersama & menelan pahitnya kekalahan bersama memang saya sadari beda rasanya dibanding saat menikmati sendiri pertandingan. It has its own magic!Despite the fact bahwa kadang saya harus dikawal orang tua/ kakak saat nonton bareng mengingat saya wanita dan keamanan di malam hari...magically im willing to do that.

Mencari ilmu ke-arsenal-an saya kemudian menjadi lebih mudah saat AIS mulai membentuk milis dan forum. Walaupun tidak aktif tapi saya rutin membaca postingan di milis dan forum, membuat saya kadang 'sedikit' merasa pintar. Banyak fakta yang tidak semudah mencari di google untuk diketahui di share oleh teman-teman. Dan saat nonbar kemeriahan di forum terlihat nyata. Saat teman-teman mulai meneriakan Arsenal chant, somehow it feels like im in Highbury Stadium. Denger chant Arsenal langsung setiap minggu jadi candu baru buat saya. Despite kadang berarti saya satu-satunya wanita saat nonbar...again...im willing to do that!

Being the only goonerettes saat nonbar = dapet temen baru, ilmu baru selalu nambah dan selalu dapet meja/kursi khusus karena semua cowok rela berdiri :D. Jadi setelah dipikir-pikir ga ada ruginya juga, jadilah saya semakin rutin nonbar, and im warning you all...it may caused you get addicted! Ga nonbar itu rasanya kaya mau ketemu pacar tapi ga bisa...bikin gelisah, bikin stress, bikin bête. If you all already get into this phase...congratulation!I confirm You're officially a real goner/goonerretes!

Years gone by dengan fakta Arsenal ga pernah juara, Arsenal is a money maker team, Arsenal ditinggalkan deretan pemain bintangnya...Thiery Henry, Patrick Vieira, Hleb, Flamini, Fabregas, Song, dan the nowadays star Robin Van Persie. Nama kedua dan yang terakhir disebut menoreh luka yang sangat dalam untuk saya.

Vieira, sosok yang saya anggap lebih agung dari Henry. Sosok yang stand up for the team, maju paling depan saat tim nya ditekan lawan, dan ga kenal kata takut. Robin Van Persie, bad boy yang sering cedera, cedera lama justru saat on fire, entah kenapa saya sangat yakin RVP adalah the next Vieira, ga akan sama dengan 'si lupa sejarah' Fabregas & terbukti di musim 11/12...BOOM He's finally become a star! Nama yang terakhir rasanya yang paling menoreh luka paling dalam dalam sejarah pemain yang saya idolakan. Deretan jersey,kaos,mug, poster, frame, screen saver...you name it....i have it all! Butuh kebesaran hati untuk mengangkat kepala dan menyadari faktanya adalah he signed new contract to Manchester United.

Saya pernah kecewa,marah,kesal atas prestasi Arsenal dan fakta-fakta di atas. Tapi faktanya juga adalah saya tetap membuka situs www.arsenal.com setiap hari, follow semua akun berbau arsenal di twiiter saya, beli jersey Arsenal setiap tahun, dan rela nguber Arsenal di Malaysia juga Beijing saat Asia Tour. Dan yang paling parah, saya tetap berteriak lantang setiap nama Arsenal dijadikan bahan ejekan. Just one words to explain it...Love & Faith!

Setiap orang punya alasan memilih jalan hidupnya. Bila saya jatuh cinta dengan sepakbola, itu pilihan hidup saya. Bila saya jatuh cinta dengan Arsenal, itu juga pilihan hidup saya..none of other people business! Saya tidak menyandarkan hidup saya kepada fans/klub lain...jadi kenapa saya harus mendengarkan berbagai ucapan miring orang lain soal klub yang saya suka?

Saya masih juga bukan football freak, bukan juga hooligan, bukan juga die hard fans...Im just a goonerettes and its none of other people problem!

Last modified onWednesday, 31 October 2012 02:12
StitchyHunter

Forever Forward!

twitter: @Stitchyhunter

back to top