Menu

gonnersview banner

Wilshere Kembali. Apa Dampaknya? Featured

Sangatlah jamak bagi sebuah klub sepakbola untuk mengalami suatu kiamat kecil berupa badai cedera pemain, apalagi kalau klub tersebut berkompetisi di level tertinggi yang mengharuskan mereka bermain lebih dari satu kali dalam seminggu. Secara umum, terpinggirkannya sejumlah pemain tentu saja mengganggu performa tim yang bersangkutan dan dalam konteks yang lebih spesifik, memusingkan pelatih yang dituntut kelihainnya meracik strategi sesuai dengan ketersediaan pemain sehat yang ada.

Kesembuhan para pemain dari cedera, tentu saja, akan membawa semangat baru pada sebuah tim, untuk alasan yang tidak perlu lagi ditulis disini. Tetapi, uniknya, kembalinya pemain dari ruang fisioterapi bisa saja mendatangkan 'kepusingan' tersendiri pada seorang arsitek tim, karena sembuhnya mereka sama saja menggemuknya squad sebuah tim yang akan berimbas pada keharusan seorang manajer untuk memilih pemain terbaik dari yang ada tanpa melupakan pembagian menit bermain yang adil bagi anggota timnya.

Mungkin rasa 'pusing' itulah yang sedang menghinggapi kepala Arsene Wenger, sang professor yang masih dipercaya menahkodai kapal bernama Arsenal Football Club. Pun demikian, rasa 'pusing' itu adalah jenis kepusingan yang sebenarnya ingin dia rasakan sejak setahun terakhir, karena sumbernya berasal dari kesembuhan salah satu pilar lini tengahnya, Jack Wilshere. Banyak dari kita yang paham betul akan talenta yang dimiliki anak muda asli Inggris ini, sehingga sangat besar harapan die hard Gooners untuk segera melihat aksinya, meskipun harus sambil memegang kepala menahan rasa pusing
untuk menentukan siapa yang harus bergeser sekitar 30 meter ke arah bangku cadangan karena sudah pulihnya Wilshere.

Untungnya, karena urusan siapa yang akan memulai sebuah pertandingan dari bangku cadangan adalah sepenuhnya wewenang Sang Profesor, saya hanya akan memaparkan hal-hal baik apa saja yang akan Wilshere bawa pada tim yang sudah terlalu merindukan umpan-umpan akuratnya dan ball-keeping yang luwes.

Berpatokan pada pola 4-3-3 yang masih dipercaya Wenger pada awal-awal musim ini, saya melihat minimal ada dua peran dimana Wilshere, yang berkaki kidal, akan bisa lakukan dengan cukup baik.

Peran pertama, tentu saja peran asli pemuda kelahiran Stevenage ini, yaitu pengatur serangan yang bertanggung jawab untuk memanjakan trisula maut Arsenal yang sementara ini dipercayakan Wenger kepada Podolski, Giroud, dan Gervinho. Kemampuan play-making Wilshere tentu saja tidak lagi perlu dipertanyakan. Dengan kemampuan menggocek bola yang jarang dimiliki pemain asli Inggris, umpan-umpan pendek maupun yang menusuk ke jantung pertahanan lawan, dan visinya yang luas, tidak heran kembalinya Wilshere disebut sebagai sesuatu yang dirindukan fans Arsenal dan timnas Inggris. Sangat banyak contoh yang bisa kita sebut untuk mengkonfirmasi kemampuannya mengontrol pertandingan dari lini tengah Arsenal yang terkenal dengan fluid ball movement nya, yang mungkin sama-sama berkesan bagi kita adalah pada pertandingan Liga Champions melawan Barcelona pada Februari 2011, saat dia dengan sangat cerdiknya memberi umpan terobosan yang akurat pada Samir Nasri yang akhirnya berbuah pada goal kemenangan yang dicetak oleh Arshavin. Pergerakan seperti

inilah yang akan kembali kita saksikan bila Wilshere segera dipercaya untuk menempati salah satu dari tiga punggawa lini tengah The Gunners. Siapapun pasangan Wilshere di lini itu, apakah Cazorla yang hebat dengan kedua kakinya dan gaya dribblenya yang sophisticated, atau Arteta yang bertipe pengatur serangan flamboyan dengan kemampuan tembakan jarak jauhnya, atau malah Ramsey yang setia menjadi pelayan bagi barisan penyelesai di depannya, Arsenal akan menikmati suatu fenomena yang mungkin bisa kita sebut Wilshere-added value.

Peran kedua yang bisa jadi akan dipercayakan pada Wilshere sebenarnya bersifat reinisiasi saja, yaitu untuk mengisi satu spot trisula pada pola tradisional 4-3-3 Arsenal, lebih spesifiknya pada penyerang sayap kiri. Memang akan terasa unorthodox untuk memosisikan Wilshere pada titik tersebut,tapi seperti saya tulis di atas, ditaruhnya Wilshere di posisi ini hanya untuk sekedar reinisiasi alias pengenalan kembali dirinya pada arena keras yang sudah ditinggalkannya kurang lebih satu tahun. Tanpa merendahkan peran sayap pada permainan sepakbola, kontak fisik yang mereka alami pada umumnya tidaklah sesering pemain yang diposisikan pada bagian tengah lapangan, yang notabene adalah posisi asli homegrown player Arsenal ini. Itulah mengapa ada keuntungan psikologis yang akan dia dapatkan dengan beroperasi di sisi kanan pertahanan lawan. Ya, dia akan tetap bermain, tapi dengan kemungkinan menerima perlakuan 'nakal' dari lawan yang lebih minim. Keuntungan teknis tentu saja
tetap ada, dengan kaki kirinya yang kuat, umpan-umpan silangnya akan sangat memanjakan striker yang handal di udara layaknya Giroud dan Chamakh, maupun pemain dengan kemampuan coming from behind di atas rata-rata seperti Podolski, Chamberlain, maupun Walcott. Peran yang hampir serupa telah diperagakan secara sempurna oleh Iniesta di Barcelona dan Kuyt selama di Liverpool, yang meskipun secara teori ditempatkan di lini depan, namun peran mereka sejatinya adalah untuk menambah width yang secara otomatis akan membuka celah-celah di area pertahanan lawan. Dan meskipun kemampuan
dribble Wilshere belum seluar biasa Iniesta dan fisiknya tidaklah setangguh Kuyt, harus kita ingat bahwa Arsenal mempunyai nama-nama di atas yang gemar mencuri sepersekian detik untuk menghukum lawan karena telah membuka celah yang ditimbulkan oleh pancingan-pancingan Jack Wilshere.

Sangat menarik untuk mendapatkannya kembali berseragam Arsenal, apalagi musim ini dia dipercaya mengenakan jersey nomor 10 di timnya, indikator bagaimana penting peran dirinya di tim yang sudah bertahun-tahun tidak menganggarkan dana untuk perluasan lemari trofi mereka. Sambil berharap Wilshere segera kembali pada bentuk permainan terbaiknya, penting bagi kita untuk memberi waktu dan kepercayaan baginya, seraya tetap mengharapkan Arsene Wenger akan senantiasa 'dipusingkan' dengan sehatnya para pemain pilar The Gunners.

Erio RP Fanggidae

A 4-3-3 minded person trapped in a 4-5-1 society.

Behind the curtain.

Follow his twitter @RioBollo

back to top