Menu

gonnersview banner

Find Another Miracle in 16th Phase

AND... IT'S ARSENAL, WHO HAVE DRAWN TO FACE BARCELONA IN 16th PHASE OF UEFA CHAMPIONS LEAGUE THIS SEASON...

Tidak menonton siaran Drawing babak K.O. UCL dan hanya melihat status dari sosmed teman, membuat saya seakan tidak percaya bahwa Arsenal akan berhadapan dengan El Barca lagi. Selang beberapa waktu, Arsenal.com memajang gambar yang menyatakan bahwa Ya, Arsenal bertemu Barcelona lagi di 16 besar UCL kali ini. Déjà vu? Entahlah. Yang pasti, armada arahan Opa Wenger harus segera bersiap dan berbenah guna menghadapi jawara bertahan UCL musim lalu, yang juga merengkuh titel Treble Winner ini. Mari menilik peluang lolos Arsenal yang selalu mandek pada 16 besar ajang terbesar antarklub Eropa ini.

Kutukan Juara bertahan UCL

Ingat akan kutukan tradisional ini? Semenjak kompetisi beralih nama menjadi UEFA Champions League, belum pernah ada satu pun klub yang dapat menjuarai kompetisi ini secara back to back. Beberapa hari yang lalu, Goal.com memberikan ulasannya mengenai kutukan tersebut. Akan tetapi, armada Luis Enrique seakan memberikan sinyal kepada kompetitornya musim ini bahwa mereka siap mematahkan kutukan ini sekaligus menciptakan rekor sebagai satu-satunya klub yang mampu merengkuh titel UCL secara back to back. Sedangkan Arsenal melalui Arsene Wenger juga menegaskan bahwa mereka bukan hanya tim penggembira di UCL, terutama setelah mereka lolos melalui cara yang dramatis dengan menaklukkan Olympiakos di kandang mereka sendiri 3 gol tanpa balas. Apakah Wenger siap menghancurkan El Barca di Camp Nou juga dengan cara yang sama? Menarik untuk disimak.

Barcelona masih bisa dikalahkan

Petuah "Bola itu bundar, jadi apa saja bisa terjadi di lapangan" menurut saya cocok untuk mewakili. Dalam pandangan siapa kah Barcelona merupakan tim yang lemah? Saya rasa hampir 100% tidak sependapat. Barcelona bertransformasi menjadi salah satu klub yang paling menakutkan di dunia semenjak pihak klub memutuskan menggunakan taktik Total Football yang digagas oleh Johan Cruyff, dan diperindah oleh Pep Guardiola selaku Entrenador kala Barcelona memenangkan Treble pertamanya. Tentu saja, dengan La Masia sebagai gudang senjatanya. Akan tetapi, apakah Barcelona tidak bisa dikalahkan? Tentu tidak. Masih segar dalam ingatan pada awal musim Barcelona dicukur habis oleh Celta Vigo dengan skor mencolok, 4-1. Belum lagi di Piala Super Spanyol, Athletic Bilbao sukses mencukur habis El Barca pada leg pertama 4-0. Atau mau flashback ke belakang, Chelsea berhasil mengangkangi Barcelona dengan agregat 3-2 dan berhasil melenggang ke Final Munich 2012. Bahkan Arsenal sendiri pernah mengalahkan Barcelona di Emirates Stadium pada 2011! Tentu saja Barcelona bisa dikalahkan!

Bagaimana cara mengalahkan Barcelona? Melihat highlights beberapa pertandingan dimana Barcelona kalah telak beberapa waktu yang lalu, dapat disimpulkan bahwa ada 2 poin yang menjadi kelemahan vital Barcelona, yakni:

1. Pertahanan

Filosofi total football yang digagas Cruyff, mengharuskan semua pemain ikut andil dalam penyerangan, termasuk defender dalam kasus ini. Permainan passing teratur dan pola tiki-taka ala Barcelona akan dilancarkan selama 90 menit. Selama itu pula lah, pemain Barcelona mendikte dan menunggu untuk melakukan killer pass dengan tujuan sudah pasti, trio MSN. Possession Ball yang terus-menerus dilakukan dan defensive line yang semakin ke depan, akan menimbulkan celah pada pertahanan Barca. High Pressing is the role key. Perlu konsentrasi tinggi untuk bertahan dan menunggu dimana pemain Barca akan tidak betah di-press dan kesalahan passing akan terjadi. Efektifitas counter attack akan jadi pembeda disini. Wenger pernah melakukannya pada 2011 di Emirates, kenapa sekarang tidak? Terutama Arsenal cukup cepat untuk melakukan counter dimana kecepatan Alexis Sanchez, Theo Walcott, Alex Oxlade-Chamberlain dan Hector Bellerin akan sangat berguna pada situasi ini. Tentunya tanpa ada yang masuk meja operasi lagi haha :D

2. Pilihan Taktik

Arsenal sering disebut Barcelona-nya Inggris, dengan metode Wengerball-nya yang sudah mengemuka dan menjadi patokan bagi beberapa klub Inggris yang ingin meniru dan memainkan sepakbola cantik nan atraktif yang memanjakan mata yang menyaksikan (walaupun sebutan itu terkadang mengganggu Gooners di seluruh dunia). Tetapi, apakah bijak untuk menggunakan possession ball melawan mereka yang sudah paham benar dengan possession ball? Saya rasa tidak. Mengandalkan permainan sayap, lalu melakukan crossing ke jantung pertahanan Barcelona. Apalagi rata-rata pemain Barcelona memiliki tinggi badan kurang dari 180 cm. Tinggal menanti kejeniusan Mesut Ozil-Aaron Ramsey dalam mengalirkan bola-bola panjangnya ke Olivier Giroud. Apabila tidak, setelah mendapatkan bola, one-touch passing dalam sekali counter akan membuyarkan pertahanan Barca. Celta Vigo lakukan itu kan?

Arsenal: problem with deep squad

Skuad Arsenal saat ini cukup mengkhawatirkan. Terlihat Theo Walcott dan Alex Oxlade-Chamberlain belum bugar 100% pada laga terakhir vs Aston Villa. Selain itu, pemain yang masih menepi masih terbilang banyak. Tercatat ada Danny Welbeck, Jack Wilshere, Mikel Arteta, Santi Cazorla, Alexis Sanchez dan Francis Coquelin. 3 nama terakhir memegang peranan cukup penting dalam mengatrol posisi Arsenal di tabel klasemen sementara Arsenal, tanpa mengesampingkan pemain lain tentunya. Kedalaman skuad Arsenal sedikit dipertanyakan, dimana pos defensive midfielder terbatas. Coquelin menjadi satu-satunya yang mampu menjaga midfielder Arsenal berkreasi. Flamini dan bahkan Chambers, belum mampu melakukan tugas persis seperti yang Le Coq lakukan walau Flamini punya pengalaman. Selain itu, pos juru gedor hanya mengandalkan Olivier Giroud. Center back juga Mertesacker seakan sulit diandalkan kala menahan laju trio MSN yang super cepat.

coq

Cara terbaik, ya dengan berbelanja saat Januari. Dengan catatan, Wenger memilih pemain lokal BPL yang sudah punya kualitas UCL walau tak berlaga disana. Contohnya, Jamie Vardy (Leicester City) untuk sektor striker, Victor Wanyama (Southampton) untuk defensive midfielder, dan John Stones (Everton) untuk pos center back. Akan tetapi, semua kembali lagi kepada Sang Professor. Opsi kedua, memulangkan beberapa pemain dari masa peminjaman. Chuba Akpom, Dan Crowley, dan Isaac Hayden bisa jadi pilihan seiring mereka menimba ilmu. Berkaca dari statistik mentereng Coquelin yang pulang dari masa peminjaman di Charlton, bukan berarti Wenger tidak berpikir kearah sini. Tambah lagi, cara ini mampu menekan pengeluaran transfer. Dengan mempertimbangkan kedua opsi tersebut, apalagi dengan Olivier Giroud dan Mesut Ozil yang sedang on-fire, bukan tidak mungkin Arsenal akan mengangkangi Barcelona lagi

coq2

Catatan-catatan unik lain:

  1. Lionel Messi belum pernah bobol gawang Petr Cech selama UCL dihelat
  2. Luis Suarez hanya 2x bobol gawang Arsenal sepanjang karirnya bersama Liverpool
  3. Alexis Sanchez, Hector Bellerin akan bertemu mantan klubnya selagi Vermaelen bernostalgia

Yang jelas, The Gunners harus bekerja keras untuk mengalahkan El Barca guna mendapat tiket lolos ke babak selanjutnya. Another Miracle must been created for The Gunners itself. Miracle in Greece, bukan berarti gak bisa dilakukan di Camp Nou kan? 

oz

 

jirou

Source: Dari berbagai sumber

 

Ditulis Oleh: M. Nico ( AIS Regional Bengkulu )

back to top