Menu

gonnersview banner

“No Eksperimen” MU, Bayern? Haha

Meskipun tak seindah 8 - 2 setidaknya 3 - 0 sudah menjadi kesenangan tersendiri bagi kami. Hebatnya adalah dalam kurun waktu kurang lebih 20 menit. Iya, 3 goal. Tanpa munafiknya tidak ada fans Manchester United yang mengatakan "Itu Offside" Beberapa kali di replay kenyataannya memang Onside. Tidak sedikit dari mereka yang menonton lewat TV mengakui akan keindahannya cara bermain Arsenal. Terakhir kali kecolongan 3 Goal dalam waktu yang cepat sekitar tahun 90an ketika MU menghadapi Aston Villa. Jelas, pekan ke-8 menjadi sejarah tersendiri bagi Arsene Wenger.

Tersorot! Namanya Matteo Darmian. Hobi out posisi. Salah satu penyebab terciptanya goal ke ke-3 dari shooting keras Alexis Sanchez di sisi kanan. Semua tak luput dari ketidaksiapannya bek United. Alkhusus bek kanannya tersebut, yang mungkin bisanya cuman membantu penyerangan dan lupa cara bertahan.

Ini adalah suatu essai singkat dengan label dakwah tentang bagaimana Arsenal bisa mengalahkan United dan Bayern Muenchen. Meskipun tidak memakai picture yang strategis, hanya menggunakan tulisan tapi yakin salah satu dari anda paham.

Dikutip dengan kalimat "No Eksperimen". Kemungkinan, pencapaian Wenger hingga saat ini dengan catatan bisa mengalahkan 2 Club besar itu salah satunya karena "No Eksperimen". Pengertian kalimat tersebut adalah....Kata "Eksperimen" berasal dari bahasa latin "eksperimentum" yang memiliki arti "percobaan, pengujian" Anda tau sendiri, dia (Wenger) yang selalu membuat percobaan hal-hal baru dalam strateginya. Bisa disimak ketika kalah oleh Zagreb dan Olympiacos.

Zagreb, Olympiacos
Problem Line Up. Satu pertanyaan "Mengapa di 2 laga sebelumnya Wenger tidak memberikan kepercayaan kepada Petr Cech? Berhubung dia adalah kiper berpengalaman di UCL. Justru malah David Ospina yang dipakai. Kebobolan ketika tumbang oleh Zagreb kemudian diberi kepercayaan lagi, lalu melakukan blunder tidak penting ketika melawan Olympiacos. Bukankah itu suatu hal yang aneh? Terheran-heran. Kadang mikir "Si Wenger kenapa tidak memakai Cech ketika menghadapi Olympiacos?" Di jawab oleh diri sendiri "Mungkin, agar Ospina kebagian jatah bermain". Kelar.

Tapi uniknya sang Manager tidak menuduh pria berkebangsaan Columbia tersebut bersalah. Imbasnya para media yang dimarahi. Bahkan mengancam untuk tidak menghadiri Konferensi Pers jika pertanyaanya tentang Ospina lagi. Saking tidak mau menyalahkan pemain.

Kemudian ada nama Debuchy. Nah ini. Hobinya hampir sama dengan Darmian yakni Out posisi. Mungkin mereka satu perguruan kali ya. Terjadinya goal yang dicetak oleh Josip Pivaric (Pemain Olympiacos) pada menit ke 24. Sedikitnya sih karena dia. Ya, ujung-ujungnya mengumpulkan point 0 di 2 laga UCL. Dan itu karena eksperimen The Professor yang sedikit berlebihan. Padahal untuk apa coba. Bukannya ada nama The Flash Bellerin?

Perubahan atau Apa?
Mungkin ada kegiatan mengaca seusai kalah di Liga Champions. Entah gerangan apa karena sebelum bertanding dengan United, Cazorla dkk mencetak 5 gol dulu yang berhasil mempercundangi Leicester di King Power Stadium.
Syah-syah saja mengatakan bahwa kemenangan atas United dan Watford karena tidak ada perubahan dalam Starting Line Up. Anggap saja Gabriel dan Koscielny satu paket, bergiliran cidera dan saling mengisi post.

Dan ini pembuktian bahwa No Eksperimen dari Wenger ternyata berbuah hasil. Mertesacker, Gabriel atau Mertekos, Bellerin, Monreal. Kemudian Coquelin Santi. Ozil, Ramsey, Alexis dan Theo sudah cukup. Tidak ada iming-iming nama Debuchy, Ospina dan yang lainnya. Juga tidak gampang mencetak 6 goal dalam 2 pertandingan. Apalagi ditambah Cleansheet. Dan 2 kemenangan tersebut modal penting untuk menghadapi Bayern Muenchen.

Bayern Muenchen? HaHa
"Tingkat kepercayaan diri telah ada, hasil yang dibutuhkan ada pula, kita tahu persis apa yang dibutuhkan [karena] 0-0 atau imbang bukan hasil yang baik".

"Memang benar bahwa [kami telah memberikan hasil yang besar] sebelumnya, tapi kami ingin melakukannya lagi karena kita merasa sedikit merasa sakit yang ditimbulkan [di Liga Champions]. Mungkin sadar kami pikir ' kita akan menang di [dua pertandingan pertama ].

"Sekarang untuk memperbaikinya kita membutuhkan performa yang luar biasa. Apa yang kita ingin lakukan adalah bermain sampai ke tingkat yang dibutuhkan karena kami bermain melawan tim besar"

"Bagi kami itu laju yang sempurna di Liga Premier dan di sisi lain juga persiapan sempurna untuk pertandingan melawan Bayern karena kami tidak punya cedera dan kami mendapat tiga poin," kata Wenger.

"Kami sekarang dalam posisi di mana kita dapat benar-benar fokus dan memberikan segalanya pada Selasa malam."
Begitulah beberapa kutipan dari Pria berkebangsaan Prancis itu dalam konferensi pers. Niat menangnya gede. Dan fakta menyebutkan bahwa penikmat sepak bola selalu mengucilkan Arsenal ketika melawan tim-tim besar. Tapi kenyataananya "kok bisa menang?"

Opini penulis hadir. Pikir, bagaimana posisi para pemain Arsenal ketika bertahan. Dicatat, itu bukan Parkir Bus ya. Bek yang disiplin dan punya ketenangan dalam bertahan sehingga pemain Bayern Muenchen agak frustasti. Berapa persen penguasaan bola? The Gunners hanya di rata-ratakan 30-40%. Lalu? ya menang, bangga dengan cara mereka bermain. Match lawan Bayern tentunya bersyukur tidak ada Eksperimen. Turun dengan skuad yang baik. Iya, pertama yang ada Petr Cechnya. Kedua, kemudian ada Bellerinnya. Meskipun Hector Bellerin beberapa kali dikacangin oleh Costa. Namun, 1 Assist dengan speednya cukup salutkan?

Pada akhirnya, rekor Unbeaten Club asuhan Pep Guardiola tersebut pupus sudah. The Power Lewannotgoalski pun terdiam sudah. Penguasaan bola yang dibangunpun serasa percuma. Terakhir..Bayern Muenchen?? Haha

Penulis: @aaridwan16

Last modified onThursday, 22 October 2015 16:29
back to top