Menu

gonnersview banner

Retrospektif Arsenal: Bekal dari #SuperSunday

Laga #SuperSunday antara Arsenal vs Manchester United masih menyisakan sebuah cerita. Lebih tepatnya, mari kita lafalkan sebagai bekal untuk Arsenal. Bekal apa yang dimaksud? Penulis ingin mengajak pembaca melihat kembali babak pertama laga di Emirates tersebut. Sebuah babak ketika Arsenal menyajikan sebuah bentuk formasi yang sungguh menarik. Sebuah bekal formasi untuk digelar pada laga-laga tertentu. Inilah catatan retrospektif Arsenal.

Selama ini, Arsenal rajin menggelar bentuk 4-2-3-1 atau 4-1-4-1. Perhatikan grafis di bawah. Dot merah menggambarkan bentuk 4-2-3-1 dan dot biru samar adalah lukisan bentuk lini kedua dan ketiga 4-1-4-1 dengan kedua pemain terluar bukan berfungsi sebagai winger tradisional.

1

Pilihan formasi yang biasa digunakan Arsenal.

Ketika menjamu United, di atas kertas, Arsenal menggunakan bentuk 4-2-3-1. Petr Cech berdiri di bawah mistar, sedangkan Mertesacker didampingi Gabriel Paulista lantaran Laurent Koscielny cidera. Bek kanan ditempati Hector Bellerin dan bek kiri masih menjadi milik Nacho Monreal. Francis Coquelin dan Santi Cazorla berduet sebagai double pivot. Tiga gelandang serang diisi Mesut Ozil sebagai pemain #10, Aaron Ramsey kembali mengawali laga dari sisi kanan, Alexis Sanchez bermain dari sisi kiri, dan Theo Walcott sebagai striker.

2

Formasi Arsenal di atas kertas ketika menghadapi Manchester United.

Di atas kertas, grafis di atas menggambarkan line-up Arsenal pada umumnya. Aaron Ramsey memang berada di kanan, namun tidak bertugas sebagai winger (yang melulu mengandalkan kecepatan). Namun, pada laga melawan United tersebut, Arsenal menunjukkan bentuk baru, yang sebenarnya sangat jarang terlihat, yaitu pergerakan tiga gelandang dalam bentuk 4-3-1-2. Aaron Ramsey tidak melulu berada di sisi kanan dan sesekali bergerak ke kiri secara horizontal. Dalam sistem tersebut, Ramsey banyak turun ke bawah dan membantuk sistem tiga gelandang. Bahkan, bisa dibilang Ramsey kembali menjalankan fungsi sebagai box-to-box player, fungsi favoritnya.

3

Bentuk tiga gelandang yang fluid dan saling mengisi.

Pada menit 04:34, Ramsey bergerak turun ke area #6 untuk meminta bola. Gerakan Ramsey tersebut juga menjadi awalan gol pertama Arsenal ketika dirinya langsung naik secara vertikal dari tengah mengikuti arah gerak bola. Ramsey juga menyediakan diri sebagai tembok untuk umpan satu-dua dengan Mesut Ozil. Gerakan kontinu tersebut menunjukkan bahwa Ramsey berfungsi sebagai box-to-box. Bentuk tiga gelandang seperti ini sering terlihat selama babak pertama, terutama saat build-up dari belakang.

4

Seringkali, Cazorla berada pada posisi paling dalam. Kemampuan olah bolanya membuat Arsenal

mampu keluar dari pressing dengan lebih baik.

Grafis di atas terjadi pada menit 06:13, sebuah proses sebelum gol kedua Arsenal. Kali ini, Cazorla menempati posisi yang lebih dalam ketimbang Ramsey, bahkan Coquelin yang berada paling tinggi posisinya. Ketika laga melawan United, Cazorla sendiri lebih banyak memosisikan diri lebih dalam ketimbang Coquelin. Selain untuk menarik marker-nya (Schweinsteiger), Cazorla juga menjadi kunci (jembatan) aliran bola dari bek ke lini di atasnya yang dihuni Mesut Ozil (+Ramsey).

5

Bentuk 4-3-1-2 terlihat sangat jelas. Lagi-lagi, Cazorla menempati posisi paling dalam. Ozil bermain sebagai pemain #10.

Pada menit 07:52, bentuk 4-3-1-2 terlihat sangat jelas. Dan, lagi-lagi, Cazorla memosisikan dirinya lebih dalam ketimbang Coquelin dan Ramsey. Sementara itu, Ozil mendapatkan fungsi sebagai pemain #10, playmaker. Posisi dan fungsi ini juga pilihan yang paling ideal bagi Ozil. Selain pandangan yang lebih lapang, Ozil juga berdiri di area di mana tiga gelandang di bawahnya dapat mengalirkan bola dengan baik. Untuk posisi striker, Walcott akan bermain sedikit melebar di sekitar half-space meskipun tetap berorientasi bermain di depan kotak penalti. Sementara itu, Alexis lebih luwes dengan diberi opsi cut-inside, stay wider, atau turun untuk membantu pertahanan.

Bentuk 4-3-1-2 ini juga digelar dalam bentuk narrow sehingga mampu menjaga keunggulan jumlah di lapangan tengah sekaligus mempertahankan kompaksi vertikal dan horizontal. Jika mampu terus digelar dengan konsisten dan tetap menunjukkan tensi pressing yang baik, Arsenal akan mendapatkan bentuk terbaik untuk terus digunakan, terutama ketika melawan tim-tim dengan pressing football yang cukup intens.

Pengaruh Untuk Ozil

Bermain sebagai #10 adalah tugas ideal untuk Ozil. Posisinya yang berada di tengah persis di belakang Walcott dan Alexis memberikan Ozil banyak opsi untuk melepas umpan terobosan. Apalagi, umpan cepat memang cocok untuk tipe runner seperti Walcott dan Alexis.

6

Bermain sebagai #10 membantu Ozil mengeluarkan kemampuan terbaiknya, yaitu playmaking,

umpan terobosan cepat, dan membantu mencetak gol.

Selain itu, Ozil juga bisa mengalirkan bola ke dua flank yang ditempati Bellerin dan Monreal yang melarukan overlap ke depan. Jika kesulitan melepas bola ke depan, Ozil masih akan mempunyai pilihan untuk mengembalikan bola ke belakang, di mana terdapat tiga sasaran umpan, yaitu Ramsey, Coquelin, dan Cazorla. Dari posisi #10 tersebut, Ozil juga mempunyai kebebasan untuk berlari naik, baik diagonal ke kanan atau ke kiri untuk kepentingan membuka ruang bagi Ramsey atau Cazorla yang merangsek ke depan.

Pengaruh Untuk Ramsey

Bagi Ramsey, bermain dengan fungsi sebagai box-to-box adalah tugas yang paling ia sukai. Selain dapat bebas bergerak, Ramsey bisa memaksimalkan salah satu atribut terbaiknya, yaitu coming from behind. Baca kelebihan goal threat Aaron Ramsey di sini. Selain itu, dengan bergerak di half-space kanan, Ramsey mendapatkan beberapa keuntungan. Pertama, mampu mendistribusikan bola secara diagonal ke kotak penalti. Bola yang Ramsey lepas akan jatuh di arah lari pemain sasaran sehingga peluang akan lebih maksimal. Kedua, mampu menembak langsung ke arah gawang. Ketiga, mampu mengalirkan bola ke sisi kanan, ke arah lari Bellerin yang melakukan overlap. Keeempat, mampu menyediakan diri untuk kombinasi dengan Ozil atau Walcott.

7

Bermain sebagai box-to-box dan berdiri di sisi kanan (half-space) membuat Ramsey dapat memaksimalkan ruang gerak di depannya.

Grafis di atas merupakan proses gol pertama. Ozil, yang mendapatkan bola, bekerja sama dengan Ramsey yang berdiri di half-space. Sebelum bentuk ini tercapai, Ramsey bergerak dari tengah dan masuk ke kotak penalti United. Setelah bola berhasil disapu keluar, Ramsey tidak bergerak turun secara vertikal, melainkan bergerak diagonal ke arah half-space dan melibatkan diri dalam build-up setelah Coquelin berhasil memenangkan bola di daerah United.

Posisi Ramsey yang berada di half-space memudahkan rekan-rekannya yang lain untuk menggunakan dirinya sebagai opsi passing. Jika melihat proses gol pertama, baik Schweinsteiger maupun Carrick ditarik untuk mengejar Ramsey yang memegang bola. Situasi ini membuat United tidak mempunyai pemain untuk terus mengejar Ozil yang berlari masuk ke kotak penalti. Ramsey sendiri memasang kuda-kuda hendak melepas tembakan karena Carrick merendahkan sikap diri siap membuat gerakan cepat untuk melakukan blocking. Namun, Ramsey justru melepas umpan terobosan ke arah lari Ozil dan gol pertama tercipta.

8

Foto ini menjelaskan pengambilan posisi yang sangat baik oleh Ramsey. Situasi ini tercipta setelah Ramsey melakukan coming from behinddan menempatkan dirinya secara ideal.

Berlari coming from behind, lalu berdiri di half-space juga memberikan keuntungan bagi Ramsey memaksimalkan kelebihannya. Seperti terlihat dari foto di atas, Ramsey tidak terkawal dengan baik ketika hampir semua pemain United dengan atribut bertahan lebih baik tertarik ke sisi kanan di mana Ozil, Walcott, dan Alexis berada. Perhatikan juga bagimana Cazorla hendak masuk ke kotak penalti dan menarik perhatikan Young dan Schweinsteiger. Situasi ini menyulitkan Young karena harus mengawasi dua pergerakan. Inilah yang dapat dimaksimalkan Ramsey dan terutama Arsenal untuk memaksimalkan atribut pemain. Selain itu, penjelasan ini menegaskan bahwa Ramsey tidak bermain sebagai winger meskipun di atas kertas diposisikan sebagai pemain di sisi kanan lapangan. Tolong dicatat!

Catatan

Bentuk 4-3-1-2 ini terlihat cukup baik ketika Arsenal mendapatkan kesempatan menyerang, baik bentuk build-up atau serangan balik. Ketika bertahan, ketiga gelandang sentral masih sering saling menumpuk dengan Ozil atau Alexis sehingga tidak menciptakan pressing yang konstan dan ideal. Untuk memaksimalkan bentuk ini, Arsenal harus terus mempertahankan operan cepat dan dengan ragam sesederhana mungkin. Dua hingga 4 sentuhan akan menjadi jumlah passing yang ideal. Jika mampu dimaksimalkan, bentuk 4-3-1-2 akan menjadi pilihan menarik karena memberikan keseimbangan bagi Arsenal, terutama ketika menyerang dan mengantisipasi serangan balik.

#COYG

 

- Seno Wibowo ( @arsenalskitchen) -

Last modified onSaturday, 17 October 2015 10:44
back to top