Menu

gonnersview banner

Arsenal 3-0 Manchester United: Eksploitasi Ruang

Laga #SuperSunday antara Arsenal menjamu Manchester United berakhir manis untuk tuan rumah. Dua gol dari Alexis Sanchez plus satu biji dari Mesut Ozil sudah cukup untuk memaksa armada Louis van Gaal pulang ke Manchester dengan tangan hampa. Kenapa Arsenal dapat mencetak tiga gol dengan "mudah"?

Susunan Pemain

line-up

Di atas kertas, kedua tim sama-sama memperagakan bentuk 4-2-3-1. Bagi Arsenal, ketika laga berjalan, Aaron Ramsey banyak bergerak ke tengah untuk membentuk skema tiga pemain bersama Cazorla dan Coquelin (berdiri berdekatan). Sementara itu, Mesut Ozil lebih banyak bergerak di sekitar area #10 dengan sesekali masuk ke half-space. Posisi tersebut memudahkan Ozil menjadi titik tolak dan sasaran passing Arsenal dari bek tengah atau gelandang yang berdiri lebih dalam. Di bawah mistar, Petr Cech kembali bermain setelah menganggur di ajang Liga Champions. Susunan pemain lainnya tidak banyak berubah selain Gabriel yang turun menggantikan Lurent Koscielny yang harus menepi selama 3 minggu karena cidera.
Di kubu United, Louis van Gaal memutuskan langsung menurunkan Michael Carrick yang baru sembuh dari cidera ketimbang Morgan Schneiderlin untuk berduet dengan Bastian Schweinsteiger. Ashley Young mengawali laga sebagai bek kiri menggantikan Luke Shaw yang cidera panjang. Lini serang United diisi Memphis Depay di sisi kiri, Wayne Rooney sebagai pemain #10, dan Juan Mata yang bermain di sisi kanan narrow. Duet bek tengah diisi Daley Blind dan Chris Smalling.

Ruang di Belakang Pemain dan Pressing Eksterm

Salah satu alasan Arsenal dapat dengan mudah merangsek ke jantung pertahanan United adalah keberhasilan mengeksploitasi ruang di belakang pemain, terutama pressing yang cenderung ekstrem yang diperlihatkan Rooney dan Schweinsteiger kepada Cazorla dan Coquelin. Bola terobosan (beberapa kali direct dari dua bek tengah), baik dari Cazorla atau misalnya dari Mertesacker dapat dengan mudah diarahkan kepada Ozil atau Walcott.

Rooney-Schweni pressing

Sejak detik ke-15, United, lewat Schweinsteiger terutama, sudah memeragakan pressing seperti diagram di atas. Tujuan pressing seperti itu adalah mengurangi opsi passing Arsenal ketika build-up. Sayangnya, pressing ekstrem yang diperagakan Schweinsteiger tidak diikuti dengan kontinuitas dari pergerakan rekan-rekannya, terutama yang berdiri di belakangnya. Alhasil, bentuk pressing seperti ini dapat dengan mudah ditembus lewat progresi vertikal. Cazorla dan Mertesacker mempunyai kemampuan passing yang cukup bagus dan diimbangi Mesut Ozil sebagai channel untuk keluar dari tekanan. Apalagi celah di belakang Rooney dan Schweinsteiger tidak di-cover secara ideal.

umpan di antara celah

Ketika Cazorla mendapatkan bola pendek dari Mertesacker, pemain United yang paling dekat adalah Depay. Martial juga berdiri tidak jauh dari Cazorla, namun perhatiannya lebih kepada Coquelin. Di sini, Depay tidak secara langsung mencoba mengganggu Cazorla yang siap memulai build-up serangan. Cazorla mendapatkan waktu cukup panjang untuk memilih sasaran umpan. Rooney sendiri seperti tidak awas dengan celah yang seharusnya ia tutup karena Schweinsteiger tertarik ke sisi lapangan mendekati Ramsey dan Walcott yang berdiri tidak jauh (tidak ada di dalam grafis). Cazorla melepaskan bola secara akurat memanfaatkan celah yang terbuka. Ozil melihat situasi sebelum bola dilepaskan Cazorla. Dengan flick sederhana, bola dilanjutkan ke arah Alexis yang bebas masuk ke half-space United.

build up sebelum gol

Grafis di atas merupakan build-up fase 1 yang berujung pada gol pertama Arsenal yang dicetak Alexis Sanchez. Cazorla, yang menerima bola di area #6 kembali "dikejar" oleh Schweinsteiger sementara Rooney berusaha "menempel" Coquelin. Lantara Depay yang cenderung statis, Cazorla berhasil keluar dari tekanan via Mertesacker. Bek asal Jerman tersebut "dengan berani" meneruskan bola ke arah lari Coquelin. Rooney, yang bermaksud melakukan immediate pressing justru terkecoh ketika Coquelin membalikkan badan dan mendapatkan ruang yang cukup luas di belakang Rooney. Pressing yang cenderung ekstrem dan tidak dibarengi covering yang ideal dari rekan harus dibayar mahal oleh United.

progresi vertikal

Ruang yang "longgar" membuat progresi build-up Arsenal seperti tanpa hambatan. Seperti terlihat pada diagram di atas (menit 12:15), Arsenal berhasil keluar dari pressing United lewat progresi vertikal. Gabriel, yang mendapatkan tekanan dari Martial, masih mampu melihat Coquelin yang "tanpa penjagaan". Posisi Rooney yang serba tanggung membuatnya tidak punya cukup waktu untuk menekan Coquelin. Selanjutnya, dalam rentang 2 detik, Coquelin mampu menemukan Ozil yang luar biasanya mendapatkan ruang sedemikian lebar di belakang Schweinsteiger. Sementara itu, Carrick juga tidak berdiri di posisi yang ideal untuk mengejar Ozil.

Gol kedua Arsenal juga diawali "bentuk" yang hampir serupa. Cazorla yang mendapatkan tekanan "tanggung" dari Mata dan Rooney masih mendapatkan banyak waktu untuk memberikan umpan terobosan vertikal ke arah Alexis. Selanjutnya, terjadi kerja sama satu-dua antara Ozil dan Walcott sebelum akhirnya gol kedua terjadi. Baik Mata, Rooney, dan Schweinsteiger memang tidak menunjukkan upaya pressing yang lebih tegas, masih ditambah tidak adanya sokongan dari layer ke-2 dari pertahanan United. Usaha challenge and cover ini sering terjadi dan tidak ideal sepanjang babak pertama, saat Arsenal mampu mencetak 3 gol.

keluar dari pressing

Selain progresi vertikal, Arsenal juga menemukan solusi lewat passing vertical-diagonal untuk keluar dari pressing. Pada menit ke 34:41, Cazorla, yang diapit Darmian dan Rooney, mampu menemukan Ramsey yang berada di ruang tanpa kawalan. Searah garis pandang Cazorla dan Ramzey, Walcott juga berdiri tanpa kawalan berarti. Hanya dengan umpan sederhana, Cazorla mampu merusak sistem pressing United yang serba tanggung. Bola yang melaju dibiarkan oleh Ramsey karena Walcott akan memiliki peluang melakukan progresi ke depan lebih baik. Dari kanan dalam, Bellerin berlari menikmati ruang yang sangat lega karena Depay tidak melakukan tracking back.

Catatan

Sejak sepak mula, United mencoba meredam opsi double pivot Arsenal sebagai channel dan distributor bola lewat pressing yang boleh dibilang "berniat" ekstrem. Namun, tanpa covering yang ideal, pressing tersebut justru menjadi boomerang. Alasannya, Arsenal justru mampu melepaskan diri dari pressing via duet bek tengah dan kejelian Cazorla dan Coquelin. Ruang kosong di belakang Rooney dan Schweinsteiger berhasil dimanfaatkan Ozil, yang menyediakan diri sebagai pos penerima dan penyalur umpan. Ruang kosong ini sangat membantu build-up serangan Arsenal dari belakang dan pada akhirnya lebih mudah mencetak gol.

Euforia kemenangan 3-0 atas United tidak boleh dirayakan dengan berlebihan. Selain memang para pemainnya berada dalam level permainan terbaik, United sendiri tidak menunjukkan kompaksi yang ideal, terutama ketika bertahan. Arsenal akan menghadapi lawan yang, di atas kertas dan di atas lapangan, mampu berbicara soal kompaksi dan pressing lebih fasih ketimbang United. Akan menjadi ujian berat bagi Arsenal untuk mempertahankan momentum (baca: konsistensi), terutama untuk menjaga sistem dan bentuk permainan 4-3-1-2 dalam beberapa momen ketika #SuperSunday. If you know what I mean....
#COYG

 

- @arsenalskitchen -

Last modified onTuesday, 06 October 2015 17:58
back to top