Menu

gonnersview banner

'Dat Guy' Es Un CRACK!

''I’m Dat Guy. I’m Dat Guy'' Ujar Welbeck, mantan penyerang Manchester United, secara berluang-ulang sembari senyum sumringah menghiasi raut wajahnya. Itu dimuat dari salah satu media sosial, Vine, yang dikutip oleh @squawka ini. Selengkapnya bisa klik link berikut: https://vine.co/v/MlJLb2PBxve. Di sana, di link tersebut maksudnya, Welbeck berujar laiknya sesosok makhluk yang ada di film yang baru-baru saja rilis, Guardians Of The Galaxy, yang bernama Groot. Somehow, tokoh yang bernama Groot itu, hanya mengucapkan tiga kata secara berulang-ulang di dalam film tersebut. I am Groot, I am Groot. Begitu seterusnya tanpa rasa bosan sedikitpun. Entah autis ataupun entah ia hanya bisa mengucapkan tiga kata itu. Tapi teman dekatnya, Rocket, adalah satu-satunya makhluk yang mengetahui apa arti di setiap “I am Groot” yang diucapkan temannya itu. Pada akhirnya, Groot sangatlah berjasa kepada temannya yang hampir musnah dalam kecelakaan pesawat walau ia hanyalah sesosok figuran dalam film itu. Apakah itu ada dalam diri Welbeck? Menjadi penyelamat rekan-rekannya di situasi yang notabene genting, lantaran krisis pada lini depan klub sepeninggalan Giroud yang cedera? Menarik untuk disaksikan nan dinantikan dengan saksama.

‘’I’m Dat Guy’’

Tenang, itu hanyalah sekelumit intermezzo di awal perjalanan kita yang panjang ini. Analogi saya kebetulan mengacu kepada film tersebut.

Kembali lagi. “I’m Dat Guy. I’m Dat Guy” sempat mem-boooming di media sosial terkait resminya Welbeck bergabung ke Arsenal dari Manchester United. “I’m dat guy” sendiri, jika di-Indonesia-kan kira-kira mirip seperti ini,”Akulah orangnya.” Sejumlah pertanyaan pun timbul kenapa hal tersebut bermula. Yap. Itu berawal dari kutipan seseorang, yakni Ravel Morrison atau @morrisonravel. Mantan pemain dari akademi Manchester United yang juga seangkatan dengan Welbeck itu, adalah pernah melontarkan tweet “welbz is dat gay”. Atau tepatnya bisa dilihat pada gambar berikut:

1

Tweet itu terlontar lantaran pertanggal tweet itu dimuat, 14 Februari 2013, Welbeck mencetak gol pembuka ke gawang Real Madrid di Santiago Bernabeu, kandang Real Madrid. Ia adalah orang Inggris pertama yang melakukannya sejak Alan Smith melakukannya bagi Leeds United di tahun 2001 dengan berkesudahan 3-2 (via: http://www.uefa.com/uefachampionsleague/season=2000/matches/round=1485/match=66344/index.html). Pemain Arsenal yang terakhir kali melakukan hal yang sama adalah Thierry Henry di tahun 2006 dengan berkesudahan 0-1 (via: http://www.uefa.com/uefachampionsleague/season=2005/matches/round=2202/match=1102845/index.html). Entah kebetulan ataupun bukan, Thierry Henry merupakan idola Welbeck sejak usia belia (via: http://www.sport.co.uk/football/prodigious-united-talent-hails-arsenal-legend/23110). Tak heran bahwa ia kadang-kadang mengikuti style dari sang role-modelnya tersebut. Tulisan dari @UntoldArsenal pun menyuguhkan sebuah persamaan antara Welbeck dan Henry. Selengkapnya bisa cek link berikut: http://t.co/bcxsonNF4l.

Terkait masalah ‘Dat Guy’ yang pernah dilontarkan oleh Ravel Morrison, Welbeck dengan gamblang mengakui dan meng-amin-i apa yang disebutkan oleh Ravel Morrison itu. Dilansir @squawka, ada sebuah tulisan dan interview khusus mengenai semua pengakuan itu. Selengkapnya bisa klik link berikut: http://www.squawka.com/news/danny-welbeck-reveals-why-hes-dat-guy-for-man-united/166026. Tulisan buatan Tyrone Webb-McGarthland terbitan 17 Agustus 2014 itu, adalah terdapat kutipan menarik yang sedikit bisa dipetik perihal ‘Dat Guy’ sesungguhnya. Adapun dapat dilihat di gambar berikut:

5

Ternyata, ‘Dat Guy’ yang ada di interview dan di Vine itu, merupakan interview FAQ dari Nike di twitter, lengkapnya klik link berikut: http://www.dailymail.co.uk/sport/football/article-2740389/Danny-Welbeck-ultimate-team-players-Arsene-Wenger-finish-job-Sir-Alex-Ferguson-started.html#v-3749471277001. Apapun itu, saya yakin pernyataan tersebut adalah sebuah keyakinan dalam diri untuk meresponnya kepada orang lain. Kendati demikian, kembali lagi ke persoalan, is Welbeck really dat guy? Apakah Welbeck adalah orangnya, yang benar-benar dibutuhkan dalam tim Arsenal ini? Atau kah ‘Dat Guy’ hanya sekadar ‘Dat Guy’ belaka?

Fakta – Fakta Unik

Mengakar dari pertanyaan-pertanyaaan tersebut, tak adil rasanya jikalau tidak menyisipkan fakta-fakta unik yang ada agar kemudian sedikit-sedikit menyimpulkan apa jawaban yang sesuai dari berbagai pernyataan itu benar atau salah. Adapun sbb:

Conversion rate

Striker, striker, dan striker. Sepeninggalan Van Persie ke Manchester United, hal itu terus menggema hingga kini seiring belum adanya yang menyamai torehan Van Persie selama ia di Arsenal. Kendati Giroud merupakan top skor klub pada musim lalu, hasrat akan terhadap hausnya akan striker maut laiknya Van Persie terus meradang dari fans. Kendalanya adalah tak lain tak bukan, conversion rate.

Seiring datangnya Welbeck ke Arsenal, harapan itu ada. Menurut @squawka, Welbeck memiliki chance conversion rate yang lebih baik (25%) musim lalu di EPL, mengungguli Giroud (18.2%) dan Walcott (17.2%). Sebuah improvement yang significant mengingat kedua pemain Arsenal tadi tengah dilanda cedera.

Home-grown

Fakta yang satu ini juga mempengaruhi alasan kuat kenapa Arsenal memboyongnya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa home-grown (seterusnya disingkat HG) merupakan salah satu indikator dalam EPL agar club memberi kesempatan kepada pemain muda untuk berkembang. Dan juga agar club tetap sehat sehingga terhindar dari yang namanya sanksi FFP (Financial Fair Play). HG sendiri bisa diibaratkan sebagai jenjang karir dalam perusahaan. Jika orang itu berkompeten dalam bidangnya, maka tak heran orang itu akan terus naik pangkat. Bedanya, dalam sepakbola, mereka direkrut ataupun mendaftarkan diri sebagai pemain untuk akademi club di usia belia.

HG sendiri sudah secara lengkap dipaparkan oleh @premierleague. Selengkapnya bisa klik: http://www.premierleague.com/en-gb/news/features/home-grown-quota-for-premier-league.html. Ada tiga poin penting yang perlu digarisbawahi. Pertama, 8 HG mesti ada di dalam EPL skuad. Kedua, masing-masing klub memiliki 25 pemain di Liga. Ketiga, U-21 bisa mengisi skuad inti.

Welbeck adalah menambah daftar HG di Arsenal mengingat kita sudah memiliki pemain-pemain semacam Szcesny, Wilshere, Chamberlain, dll. Selengkapnya dapat dilihat dari gambar @indocannon ini:

2

Mengingat Welbeck adalah produk akademi, ini merupakan lanjutan dari tradisi The Arsenal Way dalam mengembangkan produk akademi. Meski dahulu sempat menuai kritik lantaran Arsenal sepi pemain lokal, namun sekarang berubah drastis. Sebuah gebrakan muncul untuk memajukan sepakbola Inggris itu sendiri.

Blueprint

Berdasar dari aturan-aturan HG yang telah ditetapkan EPL, tak lepas dari yang namanya blueprint yang dibangun klub. Atau bisa dibilang juga sebagai proyek jangka panjang. The British Core adalah proyeknya. Saya tidak akan mengupas lebih dalam tentang itu karena @indocannon telah melakukannya. Selengkapnya bisa klik: bit.ly/12V28uYdan http://bit.ly/19ijP9n. Terhitung sudah 9 pemain (jika anda mencantumkan Jenkinson) British aka Britania Raya yang telah termasuk di dalam proyek British Core itu. Mereka pun rata-rata umurnya masih dikatakan muda dalam usia pesepakbola yakni dibawah 25 tahun. Arsene Wenger diyakini ingin kembali membangun kekuatan timnas Inggris secara tidak langsung. Dengan cara ini lah salah satunya. Betapa kita bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada timnas Inggris di masa yang akan datang.

Bargain

Dengan mahar senilai £16m yang Arsenal bayar memboyong Danny Welbeck dari Manchester United. Pemain berusia 23 tahun itu sontak dikaitkan dengan rekrutan anyar Liverpool, Mario Balotelli dari AC Milan. Bagaimana tidak, mereka berdua diboyong ke klubnya masing-masing, dengan harga yang sama. Jujur, £16m untuk seseorang berusia 23 tahun adalah bargain. Absolute bargain. Mengingat Arsenal telah belanja 4 pemain sebelum Welbeck. Di jendela transfer musim panas kemarin, total Arsenal telah mengucurkan dana sebesar €80m+ untuk memboyong 5 pemain. Kedua setelah Manchester United yang menduduki peringkat pertama. Selengkapnya bisa lihat di gambar berikut (via: @football__tweet):

3

   

Manchester United secara jor-joran menggelontorkan dana demi memperbaiki image mereka yang menjadi brand sepakbola nomor satu di dunia. Semua orang mengakui akan hal itu. Mereka pun berpeluang tidak tersangkut dari jeratan FFP karenanya. Hal itu seperti yang dijelaskan @benhan dalam tulisannya berikut: http://benhan8.wordpress.com/2012/08/30/model-finansial-arsenal-dan-mengapa-fans-perlu-memahaminya/. Berhubung ini adalah situs Arsenal, saya menolak untuk mendalami lebih lanjut apa yang terjadi pada Manchester United.

Kembali lagi kepada komparasi antara Welbeck dan Balotelli. Seperti yang telah disebutkan bahwa conversion rate Welbeck musim lalu adalah 25% dimana ia menyarangkan 9 gol dari 36 tembakan. Sementara Balotelli, 13.3% dimana menyarangkan 14 gol dari 105 tembakan (via: @MatchOfTheDave). Menarik di akhir musim untuk menentukan pada akhirnya siapa yang ‘flop’ siapa yang bukan.

The React

Pertanyaan terbesar bukanlah itu semata. Adalah kenapa Manchester United rela melepasnya? Apakah karena peminjaman Falcao? Atau hanyalah panic-buying semata? Falcao ke Manchester United dengan status pinjaman merupakan hal yang tidak biasa. Bagaimana tidak, di sisi lain, Gonzalo Higuain, penyerang Napoli, emosi kepada petinggi klub lantaran tak bisa melaju ke fase grup Liga Champions.

Falcao yang musim 2014/2015 seharusnya bermain di Liga Champions karena AS Monaco mendapatkan satu tiket, justru memilih Manchester United yang tidak mengikuti kompetisi terbesar di muka bumi itu. It’s none of our bussines.

Yang jelas, kepergian Welbeck ke salah satu rivalnya merupakan salah satu kemunduran. Seperti diketahui, ia adalah produk akademi. Manchester United bangga dengan produk akademinya apalagi mereka sering menjunjungnya dalam ‘Class Of 92’. Film dokumenter itu berisi pemain-pemain akademi mereka yang meraih masa jayanya di masa lalu. Sebut saja David Beckham dan Ryan Giggs.

Namun, setelah kejadian Welbeck kemarin, banyak sudah reaksi bermunculan akan hal itu. Salah satunya adalah mantan asisten manajer Manchester United, Mhike Plagen. Secara garis besar ia menyayangkan bahwa kepergian Welbeck adalah sinyal buruk perubahan filosofi klub yang berujung tidak sehat. Ia menambahkan bahwa Sir Alex Ferguson, mantan pelatih Manchester United, menaruh yakin pada diri Welbeck. Membeli Van Persie untuk memberi peluang pada Welbeck. Tapi, setelah pensiun, Moyes, penerus Ferguson, kurang memberikannya kepada Welbeck. Ini disinyalir menjadi puncak rasa kekecawaan itu.

Big game player

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Giroud angin-anginan. Kadang lagi bagus, bagus bener, kadang lagi jelek, jelek bener performanya. Sudah tercatat bahwa Giroud masih terbilang mandul dalam membobol gawang-gawang tim-tim yang notabene besar seperti Manchester United dan Chelsea. Jika dibandingkan dengan Welbeck, 180°. Seperti yang dipaparkan sebelumnya, Welbeck telah membobol gawang Madrid di kandangnya sendiri. Adapun contoh lain, Welbeck telah membobol gawang Arsenal dalam lawatan Kandang maupun tandang di musim 2011/2012. Ini tinggal masalah waktu. Harapan itu ada.      

No injury-prone

Kendati dikabarkan tengah cedera ankle dalam sesi latihan bersama skuad timnas Inggris kemarin, Welbeck bukanlah seorang injury-prone. Jika dibandingkan dengan Robin Van Persie, penyerang Manchester United, catatan cedera Welbeck tidak lebih parah dari Van Persie. Seperti diketahui, Van Persie selama 7 tahun membela panji Arsenal, ia kerap kali mengalami cedera. Hanya saja, di musim terakhirnya bersama The Gunners, julukan Arsenal, ia menjalankan semusim tanpa cedera dan menjadi top skor di musim 2011/2012.

Namun, sekarang, Van Persie masih berkutat dalam cederanya meski pekan lalu menjadi starter dalam laga Manchester United kontra Burnley. Welbeck tidak separah Van Persie. Cedera terakhirnya adalah bersama timnas Inggris kemarin dan saat pre-season karena cedera lutut. Mungkin hanya Giroud yang punya riwayat cedera yang minim meski sekarang tengah dilanda cedera hingga akhir tahun 2014.

Versatile & great link-up

Kurun waktu dua kali jendela transfer ke belakang, Arsene Wenger, manajer Arsenal, memboyong pemain versatile alias serba guna. Sebut saja Kallstrom. Pemain pinjaman dari CSKA Moscow ini, sempat ditempatkan di posisi DMF dan CMF. Pun demikian Ozil. Ozil kadang-kadang dimainkan ke flank, kadang-kadang AMF. Untuk transfer kali ini kita bisa lihat pada diri Chambers. RB dan CB pernah ia lakoni.

Welbeck diharapkan demikian. Ia juga diharapkan cepat beradaptasi dengan gaya main Arsenal. Jika semua itu tercapai, bukan tak mungkin kita menemukan Giroud baru yang lebih mobile. Welbeck telah mencicipi posisi CF dan SS. Dengan kondisi lini tengah Arsenal yang kaya kreasi, great link-up dengan sendirinya akan muncul ke permukaan. Penjelasan tentang link-up play lebih lanjut dapat dilihat dari tulisan saya sebelumnya berikut: disq.us/8j7o0l

23 & a winner

Dengan skuad yang bervariasi dari a-z, skuad Arsenal pun hanya menyisakan nomor punggung 5,23,25,29. Tidak seperti Monreal yang merelakan no.17 nya dilepas menjadi no.18 demi Alexis Sanchez, rekrutan anyar Arsenal, Welbeck lebih memilih nomor 23. Banyak dari gunners menyebut ia adalah titisan LORD Bendtner, mantan pemain Arsenal yang kini merumput di Wolfsbug. Sebelum itu pun, Welbeck sudah menjadi banter di dunia maya. LORD Welbeck adalah salah satunya. Entah darimana hal itu bermula saya kurang paham.

Terlepas dari semua itu, poin yang ingin saya petik sebenarnya adalah umurnya bukan nomor punggungnya. 23 adalah umur dari Welbeck. Ia masih bisa berkembang dengan usia segitu. Ia juga adalah seorang juara. Ada fakta unik yang menyebutkan bahwa Welbeck adalah satu-satunya pemain di Arsenal saat ini yang pernah ‘mencicipi’ trofi Premier League. Tak heran kita semua beranggapan ia akan menjadi Lord dalam tim ini untuk merebut kembali trofi Premier League yang terakhir Arsenal menangkan tahun 2004 silam.

Ngomong-ngomong masalah trofi Priemier League, menambahkan Welbeck dalam skuad adalah spot on. Perlu diingat ketika Chelsea memboyong Anelka dari Bolton di tahun 2008. Chelsea waktu itu ibarat kehilangan sosok juara. Perlu diingat juga bahwa Anelka pernah meraih trofi Premier League semasa berseragam Arsenal di musim perdananya 1997/1998. Pada akhirnya, Chelsea memenangkan trofi Premier League di tahun 2010 mungkin berkat pengalaman Anelka.

Sosok Welbeck juga bisa kita jadikan acuan jika ingin merebut trofi itu kembali musim ini.

Self Confidence & Attitude

Van Gaal, pelatih Manchester United saat ini, dikenal sebagai taktikal jenius. Entah itu berawal dari sebuah sarkasme atau bukan, yang jelas ia dikenal piawai dalam mengorbitkan talenta-talenta muda berbakat. Hampir mirip dengan Arsene Wenger namun sedikit berbeda. Dennis Bergkamp, mantan pemain sekaligus legenda Arsenal, juga pernah dilatih keduanya dan secara tegas memberi opini akan perbedaan di antara keduanya. Dikutip dari buku “Dennis Bergkamp: Stillness and Speed” yang saya foto ini, dapat dilihat dari gambar berikut:

4

 

Van Gaal ibarat Margareth Tatcher sedangkan Arsene Wenger ibarat Gandhi. Keduanya sama-sama memiliki karakter kuat percaya akan sesuatu. Bedanya, Van Gaal lebih tegas membuang apabila apa yang diyakininya itu keluar dari sistem yang telah dibuat. Sedangkan Wenger menemukan formula untuk menyeimbangkan apa yang dibutuhkan tubuh tim.

Nah, dalam hal ini, Van Gaal telah mengorbitkan beberapa pemain-pemain muda Manchester United. Sebut saja bek muda Manchester United, Tyler Blackett yang telah menjalani tiga laga musim ini. Danny Welbeck bersama Manchester United musim ini baru menjalani dua laga. Apakah kesimpulannya Welbeck telah keluar dari rencana Van Gaal mengingat Van Persie yang kerap cedera dimana kontraknya juga habis musim depan? Sedangkan Falcao yang hanya sebagai pemain pinjaman semusim bisa kembali lagi ke klub asalnya jika tidak meraih tiket Liga Champions musim depan? No one knows.

Dari semua itu membuktikan bahwa apa yang dibutuhkan Welbeck adalah kepercayaan diri. Arsene Wenger dikenal sebagai seorang ayah karena mampu membuat pemain sebagai anaknya. Mesut Özil, mantan gelandang Real Madrid, mau hijrah ke Arsenal karena tak lagi mendapat kepercayaan di Real Madrid. Wenger menelpon Özil langsung untuk mengajaknya bergabung dan memberi kepercayaan penuh kepada Mesut Özil. Bahkan Özil menambahkan ia mau pindah secara gratis ke Arsenal. Alexis pun mau bergabung ke Arsenal karena Wenger.

Van Gaal tidak melakukan hal itu kepada Welbeck. Wajar jika Welbeck butuh perhatian dari seseorang. Dan Wenger menemukannya, menjadikannya anak. Meski demikian, Welbeck tak pernah berulah yang aneh-aneh meski ia secara resmi keluar dari Manchester United. Attitude nya yang membuat fans United tidak bisa mencemoohnya berseragam Arsenal.

Es Un CRACK!

Es un crack! Es un crack! Apabila anda sering main PES dalam bahasa Spanyol atau seringkali streaming bola dengan sumber dari Spanyol, maka kata-kata itu sudah tidak asing lagi di telinga kalian. Crack disana, dalam bahasa Spanyol, adalah mendeskripskikan bahwa seorang pesepakbola itu skill-nya di atas rata-rata. Es un crack ialah merujuk kepada ungkapan takjub kepada orang itu dimana dia pesepakbola handal. Kalau ungkapan orang Indonesia sih kira-kira mirip seperti ini “ahay, anjirr, cantikk, haluss”.

Terlepas dari semua itu, ‘Dat Guy’ es un crack. Welbeck is a baller. Meski saya tidak me-rating-nya terlalu tinggi, namun apabila jika itu kehendak Wenger, saya yakin Welbeck akan ‘meledak-ledak’ seperti yang diungkapkan @rioferdy5.

Is he dat guy? Yes.

“I’m Dat Guy, I’m Dat Guy.” Es Un Crack! Believe me.

 

 

Ditulis Oleh:

Iman Patria Yudha
Twitter: @iman_yudha
Fb: Iman Patria Yudha
Status: Seorang mahasiswa dan jomblo akut. Selalu berpikir positif tentang Arsenal

 

 

Last modified onThursday, 04 September 2014 15:13
Iman P. Yudha

Seorang mahasiswa dan juga seorang gooner sejak 2002. Menjadi anggota AIS sejak 2011. Yah, pokoknya, Come On You Gunners!

Website: https://twitter.com/iman_yudha
back to top