Menu

gonnersview banner

Arsene Wenger Dan Hobinya Yang Tidak Lazim

Berbicara tentang hobi, berbicara tentang sebuah aktivitas yang dilakukan secara suka cita, entah dilakukan secara individu maupun kolektif.

Setiap orang mempunyai hobinya masing-masing, begitupun Arsene Wenger, pria asal Perancis yang tahun ini menginjak umur ke-65 nya. Sekilas beliau tampak lebih terlihat seperti CEO Apple alih-alih seperti manajer sepak bola.

Di saat pria sebaya yang lain sedang menimang cucu-cucu nya yang sangat menggemaskan di atas kursi goyang sembari menunggu kedatangan malaikat maut, Wenger berbeda. Sebagai manajer Arsenal yang hobinya menjual seorang kapten. Wenger tampak terlihat seperti Si tua Carl Fredrickson dalam film "UP"

Sebagaimana kita tahu kapten mempunyai peran yang begitu vital dan krusial dalam sebuah tim sepak bola, sebagai pemimpin di lapangan dan sebagai penerjemah keinginan pelatih. Pengkultusan seorang kapten tidak hanya di tilik dari kapasitas permainan di dalam lapangan, tetapi usia, senioritas, sifat, dan sikap pun menjadi faktor pendukung.

Di Arsenal ada sebuah anekdot 'Wenger's Captain'. Siapapun yang ditunjuk sebagai kapten oleh Arsene Wenger akan berakhir dengan angkat kaki dari Ashburton Grove. Berikut akan saya runut siapa saja yang hengkang dari Arsenal saat menjabat sebagai kapten.

1. Patrick Vieira

Salah satu pemain yang dicintai oleh fans Arsenal. Versatile, bulldozer, and a great leader. Menggantikan peran Tony Adams di tahun 2002. Pencapaian terbaiknya sudah tentu sebagai kapten di era Invicible. Di medio 2005 di transfer ke Juventus seharga £13 Juta karena isu age policy yang diterapkan di Arsenal.

2. Thierry Henry

Ban kapten Arsenal masih mencari mangsanya. Sepeninggalnya Vieira, Henry dikultuskan sebagai kapten oleh Wenger. 254 penampilan dengan 174 gol tentu bukan pencapaian yang mudah. Namun, saat baru 2 musim menjadi kapten Henry memutuskan untuk mencari tambatan hati baru, yaitu Barcelona. Dalih nya beragam, sama seperti wanita yang meminta putus pacarnya dengan alasan jenuh. Mulai dari cidera, pemain muda dan tentunya adalah 'Big Ear'.

3. William Gallas

Baru 1 musim di Arsenal dan sudah ditunjuk jadi kapten. Saya tidak tahu apa alasan Wenger memilih Gallas sebagai kapten. Mungkin di suatu malam minggu yang terang dipusat kota Bordeaux, Gallas mentraktir Wenger satu krat Monseigneur wine di sebuah restoran mewah dengan tujuan agar ditunjuk sebagai kapten. Wenger pun setuju dengan tawaran tersebut. Penawaran tersebut hanya berlangsung 1 musim saja, Wenger lebih tertarik dengan tawaran churros dengan coklat hangat yang meleleh dari Fabregas. Tidak, saya bercanda. Wenger melepas jabatan kapten dari Gallas karena perilakunya yang buruk baik di dalam lapangan maupun di luar lapangan.

4. Cesc Fabregas

Dikultuskan sebagai kapten saat berusia 21 tahun, di gadang-gadang sebagai The Next Tony Adams. Tapi, apadaya sebagai seorang perantau, Fabregas merasa homesick dan rasa kangen akan Catalunya tidak terbendung. Akhirnya Fabregas resmi pindah ke Barcelona Agustus 2011 silam.

5. Robin Van Persie

Serial-killer Arsenal captain masih berlanjut. Setelah Fabregas pergi, Wenger menunjuk Van Persie yang mempunyai kekuatan indigo, yaitu bisa berbicara dengan 'little boy inside him'. Baru 1 musim berjalan little boy yang ada dalam diri Van Persie berteriak "Manchester United". Karena Wenger tidak mau disantet akhirnya beliau melepas Van Persie dengan berat hati ke Manchester United dengan mahar £24 Juta.

6. Thomas Vermaelen

Saya tidak akan mengejek pahlawan kemenangan kontra Newcastle. Kepergian Vermaelen tentu beralasan kuat. Ketatnya persaingan di lini belakang Arsenal dan sudah cocoknya antara Mertesacker-Koscielny, ditambah kedatangan Calum Chambers tentu mengancam posisi Vermaelen. Jika tidak mendapatkan waktu bermain yang layak, posisinya di timnas Belgia akan tergeser. Good luck, Capt!

* * *

Jika kita menarik benang merah dari hobi Monsieur Arsene Wenger yang tidak lazim ini, terdapat beberapa kesamaan diantara Eks Kapten Arsenal tersebut, yaitu dijual saat usia mereka hampir menginjak usia 30, kecuali Fabregas.

Melepas Henry di usia 29 tahun, Vieira 29 tahun, Van Persie 29 tahun, Gallas 32 tahun, Fabregas 24 tahun dan Vermaelen 28 tahun. Menurut Peter Taylor, tangan kanan Brian Clough si mahaguru transfer dalam bukunya With Clough by Taylor mengatakan bahwa cahaya para pesepakbola Divisi Pertama secara rata-rata mulai memudar saat mereka menginjak usia tiga puluh tahun. Hal ini tampaknya diterapkan oleh Wenger di Arsenal. Ia percaya bahwa pemain mencapai puncak performa mereka pada awal usia 30an.

Wenger berusaha mengadaptasi pakem transfer Brian Clough tersebut. Sebagai ekonom terdidik, beliau lebih percaya data ketimbang mitos-mitos di dalam sepakbola. Ia memanfaatkan statistik dalam mengevaluasi pemain sehingga dapat mengetahui pemain mana yang performanya menurun sehingga siap digantikan atau bahkan dimasukkan kedalam daftar transfer. Ketika Dennis Bergkamp mulai memasuki usia 30an, Wenger seringkali menggantikannya menjelang akhir laga dan Wenger hanya perlu menunjukkan datum statistik pertandingan dan mengatakan: "Lihat Dennis, setelah 70 menit kau mulai kurang banyak berlari, dan kecepatanmu pun menurun." Menyadur dari Taylor dalam bukunya, 'Anda harus mampu menjual pada waktu yang tepat'.

Hobi Wenger menjual pemain Eks Kapten tentu mempunyai alasan yang kuat. Sebagai manajer sepakbola tugas Wenger tidak hanya melatih, membeli, dan menjual pemain, tetapi juga mengatur neraca keuangan klub, memperhitungkan gaji pemain, membayar hutang operasional klub dan tetek bengek lainnya. Mengingat kepindahan Arsenal ke Emirates Stadion yang seharga £390 juta membuat Wenger harus bijaksana dalam memperhitungkan pengeluaran.

Wenger mungkin adalah salah satu dari Brian Clough yang lainnya, yang bijaksana dalam mengoperasikan sebuah klub sepakbola. Untuk dapat bertahan di lingkungan sepakbola modern dengan segala industrialisasinya, Wenger bersama Arsenal perlahan-lahan meniti tangga kemenangan tanpa harus perlu menghambur-hamburkan uang untuk pembelian pemain seperti Chelsea dan PSG.

Tapi, mengingat hutang Emirates Stadion sudah lunas, boleh lah beli 1 gelandang bertahan dan 1 striker.

Yang Terhormat Professor Monsieur Arsene Wenger tidak kah hati anda tergerak untuk menjadikan Diaby sebagai kapten?

Muhammad Arhan

Half-time student. Full-time Arsenal supporter. Sepakbola, Arsenal dan film adalah kombinasi seni yang mengagumkan. Feel free to follow me @mhmdarhn

back to top