Menu

gonnersview banner

Selamat Datang di Amerika, Arsenal! From Indonesia with Love And Passion

Semuanya berawal dari retweet saudara Moh. Agung Hidayat (@agunghidayat) di bulan Januari 2014. Saat itu, salah seorang fan Arsenal yang cukup terkenal, @DarrenArsenal1 men-tweet singkat atas akan kedatangan Arsenal ke Amerika di summer mendatang.

image one

Tentunya, itu bukan berita ofisial dari Arsenal. Tapi Darren cukup dapet dipercaya dengan hal-hal seperti ini. Langsung saya mencari tahu akan kebenaran berita tersebut. Beberapa sumber terpercaya membicarakan akan kedatangan Arsenal, yang kemungkinan besar akan bermain di Boston atau New York City. Saya cukup percaya karena pernah saya sekali mengikuti nonbar bersama Boston Gooners yang sangat mengejutkan akan tingkat ke-fanatisme-nya. Dan pilihan New York City cukup jelas karena adanya Thierry Henry yang bermain bersama New York Red Bulls.

Latar belakang

Saya sendiri tinggal di kota Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat semenjak pertengahan tahun 2006. Sebelum pindah ke Amerika, saya belum mengetahui adanya AIS. Semenjak pindah ke Amerika saya baru mengetahui adanya organisasi resmi bernama Arsenal Indonesia Supporter.

Keterbatasan jarak, membuat saya hanya bisa berinteraksi dengan Gooners lainnya melalui jalur dunia maya. Namun itu tidak mengurangi keeratan “ke-Arsenal-an” kami. Senang dan iri saat saya melihat berita Arsenal datang ke Indonesia. Dan itu telah menjadi cita-cita saya, semenjak saya mendukung Arsenal di tahun 1998, untuk menonton pertandingan Arsenal secara langsung.

Begitu Arsenal.com merilis artikel resmi akan kedatangan mereka ke Amerika, saat itu juga saya melapor ke bos saya di kantor kalau saya akan mengambil cuti pada tanggal tersebut. Tanpa basa basi, saya bilang kalau saya mengambil cuti untuk menonton Arsenal.

Persiapan

Pertandingan sudah ditetapkan akan berlangsung pada hari Sabtu tanggal 26 July 2014. Tiket pertandingan langsung saya beli pada hari pertama dijualnya tiket tersebut. Saya pun hampir membeli tiket untuk terbang ke NYC untuk mendarat sehari sebelum pertandingan. Namun rencana pun berubah, setelah saya bertanya-tanya dengan komunitas Arsenal America, ternyata akan diadakan Arsenal Fan Party untuk member Arsenal America pada hari Kamis sebelum pertandingan. Saat itu juga saya langsung mendaftar menjadi anggota resmi Arsenal America dan membeli tiket pesawat untuk mendarat di NYC pada hari kamisnya.

Day 1

Kamis pagi pukul 6:30 pagi saya sudah berangkat dari rumah menuju ke bandara udara lokal. Dengan kondisi kurang tidur karena harus sahur beberapa jam sebelumnya tidak mengurangi semangat saya untuk menghadapi hari itu. Dengan memakai jersey Arsenal tahun 10-11 dengan nama punggung Ryo, saya pun berangkat menuju NYC.

Perlu diketahui, walaupun timnya bernama New York Red Bulls, tapi tim mereka berlokasi di New Jersey. Arsenal America sudah memberi tahu tentang transportasi dari NYC ke tempat berlangsungnya acara Arsenal Fan Party yang bertempat di Izod Center, New Jersey.

Mendarat dari airport NYC, saya pun langsung naik kendaraan umum menuju ke arah terminal dimana akan ada bus yang menuju ke arah Izod Center. Sesampai di terminal, saya pun cukup kebingungan karena kurangnya informasi tentang tempat pemberhentian bus. Di pinggir jalan saya melihat seseorang di salah satu pemberhentian bus mengenakan jersey Arsenal terbaru. Langsung saya pun bersasumsi kalau itu adalah tempat pemberhentian yang tepat. Tidak beberapa lama kemudian, rombongan mengenakan atribut Arsenal menuju ke arah pemberhentian tersebut. Saat itu saya sangat yakin saya berada di tempat yang tepat.

image 2

Pukul 6 sore, bus pun sampai ke Izod Center. Saat itu sudah ada ratusan lebih orang yang mengantri di pintu masuk ke Izod Center. Selama perjalanan ke New Jersey, saya berkenalan dengan 3 orang Gooners yang pada akhirnya berjalan bersama sampai berakhirnya acara malam itu. Brad, berasal dari Washington DC, yang mengaku kalau ayahnya kenal dengan Alexis Sanchez, Will dari Asheville, North Carolina yang baru saja membentuk komunitas Arsenal America cabang Asheville, dan Raghu yang berasal dari New Orleans, Louisiana.

Saat pintu dibuka, semuanya pun tertib memasuki Izod Center. Semua peserta mendapat topi gratis berwarna merah dengan logo Arsenal di depannya. Sepanjang antrian dan penantian di dalam gedung, semua orang kerap mengumandangkan chants Arsenal. Dari “Ooh Santi Cazorla”, “Na na na Giroud”, “What do you think of Tottenham”, “Oh oh oh oh Aaron Ramsey”, dan lain-lain. Di hall tempat acara tersebut, banyak atribut Arsenal yang dipajang seperti jersey Jens Lehmann yang ditanda tangani semua pemain dari the Invincibles era, sampai FA Cup 2014.

Acara dimulai dengan berkeliarannya Gunnersaurus di arena Izod Center. Tak lama kemudian, Faye White dan Claire Wheatley dari Arsenal ladies pun masuk bersama FA Women’s Cup. Sesi tanya jawab berlangsung cukup menarik, melihat sangat berhasilnya Arsenal Ladies memenangkan semua trophy.

image 3

Acara berikutnya adalah yang paling ditunggu tunggu. Datangnya 6 pemain senior Arsenal. Sampai saat itu, tidak ada dari kami yang tahu siapa saja yang akan datang. Pemain pertama yang masuk adalah Zelalem. Zelalem punya tempat yang spesial di hati para anggota Arsenal America karena adanya kemungkinan Zelalem untuk membela timnas Amerika. Lalu berturut-turut Jenkinson, Gibbs, Rosicky, Wilshere, dan, the man of the season, Aaron Ramsey, memasuki arena Izod Center.

image 4

Sesi tanya jawab pun berlangsung sangat menarik. Salah satu pertanyaan instagram ternyata berasal dari Indonesia! Jenkinson pun sempat menyanyikan chant “What do you think of Tottenham?” saat di tanya apa chant favoritnya.

Berikutnya adalah datangnya sang legenda, Thierry Henry.

image 4

Semuanya pun langsung menyanyikan chant terkenal di awal tahun 2000an, “Thierry Henry! Thierry Henry!” Titi pun terlihat sangat terharu mendengar hangatnya sambutan dari semua fans Arsenal yang berada di arena tersebut.

image 6


Berikutnya adalah fan interaction session. Beberapa penonton yang beruntung mendapat kesempatan untuk turun ke arena untuk bermain free-throw contest dan juggling contest dengan pemain Arsenal + Thierry Henry yang berada di depan panggung.

image 7

Acara ditutup dengan para pemain Arsenal dan Thierry Henry mendatangi beberapa section untuk melakukan sesi foto dan tanda tangan. Semua pemain Arsenal hanya mendatangi 1 section khusus. Hanya Thierry Henry yang terlihat mendatangi hampir seluruh section di arena tersebut.

Sampai detik itu, pukul 10 malam, saya masih belum sempat berbuka puasa. Hanya sempat meminum air putih. Dengan kondisi lapar dan kurang tidur, saya masih bersemangat mengingat hal yang baru saja terjadi, tidak pernah saya membayangkan terjadi langsung di hidup saya. Kami semua pun pergi keluar dan mengambil bus kembali ke arah NYC.

Day 2

Hari kedua, Jumat 25 Juli, Puma mengadakan acara di Vanderbilt Hall, Grand Central Terminal, NYC. Kali ini Puma mengadakan acara FA Cup presentation, dimana publik mendapat kesempatan untuk berfoto dengan piala FA Cup. Gunnersaurus pun terlihat berkeliaran.

Di sisi lain Vanderbilt Hall, terlihat lapangan kecil dimana berlangsungnya 5v5 untuk Junior Gunners. Di situ juga ada meriam besar Arsenal yang menjadi sasaran foto semua orang.

image 8

Tepat pukul 5 sore, mendadak semua sekuriti berpindah ke arah lapangan. Tak lama kemudian, terlihat Arteta, Santi, Ramsey, dan Rosicky memasuki lapangan kecil tersebut untuk bermain 4v4 melawan Junior Gunners. Dengan wasit khusus, Thierry Henry.

Hari Jumat yang merupakan hari kerja, pukul 5 sore yang merupakan jam pulang kerja, Grand Central Terminal yang merupakan tempat pusatnya orang-orang NYC bertransportasi, ditambah acara Arsenal untuk publik, membuat tempat langsung menjadi sesak. Saya sendiri tidak berhasil melihat pertandingannya karena banyaknya orang yang berkerumun.

Setengah jam kemudian, acara di Grand Central pun selesai. Malam sebelumnya, saya melihat di Facebook kalau Thierry Henry akan berada di Puma Store pada pukul 7:15. Langsung saya pun berangkat ke arah Puma Store tersebut.

Pukul 6:15, saya sampai ke daerah Puma Store tersebut, sudah ada antrian sepanjang 1 blok kota. Karena tidak mau tertinggal dengan kesempatan yang langka ini, saya pun ikut mengantri. Lucunya, tidak ada satu pun orang yang tahu, acara apa yang akan ada di Puma Store ini. Semuanya datang dan mengantri hanya berdasarkan 1 facebook post. Sayangnya 15 menit kemudian, pihak Arsenal America memberitahu akan batalnya Thierry Henry untuk datang ke Puma Store tersebut.

Day 3

GAMEDAY!! Kick off berlangsung pada pukul 5, namun saya sudah berjanji dengan teman-teman saya untuk sampai disana sejam sebelumnya.

Sekali lagi, pertandingan berlangsung di New Jersey. Jadi saya harus naik kereta ke arah New Jersey dari NYC. Saya yang tidak terlalu familiar dengan New Jersey, sempat kebingungan akan cara menuju ke arah Red Bull Arena, yang merupakan kandang NYRB. Namun semua kebingungan itu hilang saat saya melihat sekerumunan orang berbaju Arsenal.

Sejam sebelum kick-off, kereta kami sampai di pemberhentian Red Bull Arena. Mendadak hujan deras pun turun. Saya yang hanya berbekal baju Arsenal dan scarf dari Arsenal America, akhirnya berhujan-hujanan lari ke arah stadion. Di depan stadion terlihat ada beberapa panggung kecil yang sayangnya jadi kurang peminat karena turunnya hujan deras. Sekilas terlihat ada piala Barclay Premier League yang saya sendiri bingung kenapa bisa ada di situ.

Saya cukup beruntung mendapat tempat duduk di section tingkat bawah. Berada di belakang gawang dan cukup berada di bawah.

Saat pemain memasuki lapangan, terbentang banner bergambar Thierry Henry dengan setengah baju Arsenal dan setengah baju NYRB dari tribun saya.

image 8

Arsenal sendiri turun dengan formasi yang cukup menarik. Di atas kertas, Arsenal turun dengan formasi standar 4-2-3-1, dengan Zelalem yang berada di posisi ujung tombak. Monreal pun dengan mengejutkan diturunkan sebagai bek tengah. Realitanya Arsenal bermain dengan formasi 4-6-0. Zelalem, Rosicky, Ramsey, Santi, Dan Wilshere bergantian mengisi posisi satu sama lain, dengan Arteta sebagai poros lini tengah.

Pertandingan sendiri berjalan lambat dengan beberapa peluang dari kedua belah pihak. Thierry terlihat sangat bersemangat bermain di semua lini dan seringkali memberi umpan terobosan yang sangat brilian. Semangat Thierry sangat terlihat saat dia melakukan sliding tackle ke Jack Wilshere yang sendang menggiring bola. Seorang Thierry, melakukan sliding tackle.

Babak 1 berakhir 1-0 dengan gol Bradley Wright-Phillips, top scorer sementara NYRB di MLS.

Di babak kedua Arsenal melakukan pergantian drastis, dan seperti yang seringkali di ucapkan, pertandingan persahabatan ini bukan merupakan tolak ukur kualitas kedua tim. “This game is for the fans.” “Boring”-nya permainan Arsenal tidak mengurangi antusias semua penonton di dalam stadion. Pendukung NYRB pun kerap menyanyikan chant mereka.

image 9

Di menit 53, Thierry digantikan oleh Peguy Luyindula. Serentak semua penonton berdiri dan memberikan standing ovation. Sampai saat ini saya pun masih merinding membayangkan atmosfer di stadion saat itu.

Pertandingan pun berakhir 1-0. Thierry Henry, seperti yang sudah diduga, menjadi man of the match. Para pemain Arsenal + Thierry Henry melakukan fan appreciation lap.

image 10

Lapar, haus, kurang tidur, basah kuyup, serak suara setelah berteriak-teriak, semuanya terasa berarti karena saya akhirnya berhasil melihat pertandingan Arsenal, di bawah asuhan Arsene Wenger, secara langsung.

image 11

 

Ditulis Oleh Andika Febrio Dwipayana, Seorang Gooners yg berasal dari indonesia. Beliau berada di US sejak Agustus tahun 2006 untuk melanjutkan kuliah dan hingga sekarang bekerja sebagai Web Developer disana.

Last modified onThursday, 07 August 2014 09:52
back to top