Menu

gonnersview banner

In Defense of Olivier Giroud – Sang Mercusuar

In Defense of Olivier Giroud – Sang Mercusuar image by skysports.com

(Sebelum memaparkan lebih jauh, saya tekankan ini bukanlah tulisan yang berbau lelucon dan sarkasmik)

Musim panas kali ini bergulir dengan panas-panasnya, meski di Indonesia tak mengenal yang namanya musim panas yah. Menurut saya yang paling panas ya tahun ini sih. Bagaimana tidak, kita, baik fan Arsenal maupun bukan, disuguhi beberapa hal yang memang membuat kita seakan-akan gerah dan dipacu adrenalinnya. Baik Piala Dunia, bursa transfer, sampai ke pemilu hehe. Hingar-binar akan gemerlapnya Piala Dunia pun serasa tenggelam di lautan politik. Ini merupakan pertama kalinya kejadian pemilu (yang mana dimulai tahun 2004) bentrok dengan Piala Dunia. Perihal bentrok tersebut, hal serupa diprediksi bakal kembali terjadi pada tahun 2034, apabila tidak terjadi perubahan dan hal-hal yang tidak diinginkan tentunya.

Piala Dunia

Itu hanya sekelumit intermezzo saja. Tenang saja, bagian nomer tiga tidak akan dibahas di tulisan ini.  Well, btw, kembali mengacu pada poin pertama, Piala Dunia telah memasuki babak akhir. Sudah banyak negara yang telah tersingkir dari kompetisi sepakbola terbesar empat tahunan ini. Kejutan terjadi dikarenakan banyak tim-tim unggulan yang tersingkir membuat Piala Dunia kali ini dianggap terbaik dari yang pernah ada. Sayangnya, pemain Arsenal yang tersisa hingga fase semifinal hanya tiga orang, yakni Özil, Podolski, dan Mertesacker. Tiga nama tersebut merupakan total dari sebelas pemain Arsenal di Piala Dunia. Antara lain Campbell, Cazorla, Wilshere, Chamberlain, Djourou, Vermaelen, Koscielny, dan Giroud. Khusus Giroud, karena hendak dibahas, sudah mengoleksi satu gol debut di Piala Dunia. Sama laiknya Rooney, tetapi Rooney melakukannya dalam tenggang waktu tiga kali Piala Dunia. Minutes per goal yang dibuat Oliver Giroud pun adalah yang tertinggi apabila dibandingkan dengan pemain Arsenal lainnya di Piala Dunia. Tercatat total Giroud telah menceploskan satu gol dari 165 menit yang telah ia mainkan bersama tim nasional Prancis. (via: http://www.arsenal.com/worldcup2014/world-cup-2014-player-stats).

Selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut:

oli-stats

Olivier Giroud

Kutipan dari salah satu statistik tersebut membuktikan bahwa Olivier Giroud hanya butuh jam terbang yang lebih tinggi untuk menunjukkan bahwa dirinya memang striker jempolan. Namun demikian, bukan berarti kalimat itu menjadi tameng bahwa kita tidak membutuhkan seorang striker. Munafik memang kalau hanya dengan berasaskan itu kita tidak membutuhkan striker, apalagi setelah ditinggal dua striker, Nicklas Bendtner dan Park Chu-Young, dengan status free transfer. Objektif saja, saya punya komparasi statistik berikutnya yang membuktikan bahwa ia masih layak untuk diberi kesempatan. Giroud adalah pemain Arsenal kedua terbaik perihal goal per menit dari keseluruhan 38 pertandingan debut di Premier League. (via: @premierleague).
Dapat dilihat juga pada gambar berikut ini:

Musim 2012/2013, Giroud  telah menceploskan bola ke gawang lawan sebanyak 17 gol dan memberikan 12 assist di semua kompetisi. Musim 2013/201, Giroud telah membukukan 22 gol dan 12 assist di semua kompetisi. (via: http://www.transfermarkt.co.uk/olivier-giroud/leistungsdaten/spieler/82442/saison/2013). Ini juga membuktikan bahwa Giroud konsisten dalam mencetak gol. Apabila dibanding dengan Chamakh, mantan striker Arsenal yang sekarang memperkuat Crystal Palace, Giroud adalah jauh lebih baik. Bayangkan pada awal Chamakh dibeli Arsenal pada musim 2010/2011, ia konsisten mencetak gol di awal-awal dimana pada saat itu menggantikan peran Van Persie yang cedera. Namun pada saat Van Persie pulih, Chamakh yang jarang mendapat tempat utama, gagal menemukan performa terbaiknya ketika kembali dimainkan. Ujung-ujungnya, muncullah berbagai persepsi inkonsisten, “flop”, dsb. Sebab itu, sebuah konsistensi dibutuhkan dalam sebuah tim agar kelak tim itu menjadi mapan dan stabil dalam mengarungi kerasnya persaingan kompetisi. Giroud adalah orangnya, to be honest. Di lain kesempatan, Giroud dikabarkan akan segera memperpanjang kontraknya. Dilansir: http://www1.skysports.com/football/news/11670/9330058/premier-league-olivier-giroud-in-negotiations-to-extend-arsenal-contract, Giroud berkata, "I have two years left on my contract but we are in negotiations to extend.” Apabila ini terjadi, Arsenal diprediksi akan tetap memakai jasa Giroud dan Sanogo. Untuk pemain muda seperti Joel Campbell dan Chuba Akpom, saya punya firasat bahwa salah satu dari mereka akan dijual.

Bursa Transfer

Sekarang, beralih ke poin kedua. Musim panas kali ini selain dihangati oleh Piala Dunia, seperti biasa, setiap musim panas dihangati oleh teriknya cahaya bursa transfer. Akhir-akhir ini, Arsenal santer diberitakan dengan beberapa pemain. Diantaranya Alexis Sanchez (Barcelona), Debuchy (Newcastle United), Schnederlin (Southampton), dan Bender (Leverkusen). Dua urutan teratas yang sepertinya akan segera resmi diumumkan. Saya pribadi senang dengan kedatangan Sanchez. Tetapi, yang dibutuhkan Arsenal saat ini ialah CF, Center Forward, murni. Apakah Sanchez bisa mengisi pos Giroud? Belum tentu. Fakta kongkrit dapat dilihat dari seorang Podolski. Penyerang asal Jerman itu pada musim perdananya bersama Arsenal, 2012/2013, sering dirotasi sebagai CF, namun apa daya ketidakcocokan pun akhirnya terlihat sehingga tak bisa diterapkan. Perihal Bender, jujur saya belum pernah melihatnya bermain. But, he is a new Gouffrann. Setiap kali bursa transfer dibuka pasti ada namanya dikaitkan dengan Arsenal. Terkadang, saya menginginkan Gouffrann dan Bender ini untuk pensiun hanya supaya tidak selalu dihubungkan dengan klub. Bagi Debuchy dan Schnederlin, ini merupakan sebuah momen yang pas. Debuchy mengisi pos yang ditinggalkan Sagna dapat memperdalam luka Sagna apabila Debuchy sukses di Arsenal. Kenapa? Debuchy juga mengambil pos bek kanan Sagna di tim nasional Perancis. Bisa dibilang bijaksana karena sebelumnya Arsenal santer dikaitkan dengan bek kanan terbaik Ligue1, Serge Aurier. Pemain asal Pantai Gading ini memang cemerlang penampilannya saat gelaran Piala Dunia kali ini. Tetapi, banyak perhitungan yang mempengaruhi keputusan untuk tidak merekrutnya. Selain umurnya yang belum matang, ia juga akan memperkuat Pantai Gading selama dua bulan pada bulan Februari di ajang Afrika Cup. Musim lalu, Arsenal punya kendala sama si Februari sehingga trauma kalii yahhh. ;))) Schnederlin pun demikian. Saya nge-fan sama ini orang, to be honest. Dengan Arteta dan Flamini yang tak lagi muda, orang ini pantas mengisi posisi DM yang ideal setelah sepeninggalan Alex Song ke Barcelona, Arsenal belum menemukan DM yang murni. Once agaian, ini hanyalah rumor. Saya punya quote kepada mereka yang bilang ini PHP suatu saat nanti.
"PHP ITU SEBENARNYA TIDAK ADA, HANYA SAJA KALIANLAH YANG BERHARAP LEBIH"

Biografi

Olivier Giroud, seorang pria yang lahir pada tanggal 30 September 1986 di Chambery, Prancis. Memiliki tinggi badan 1.92 m dan berat badan 88 kg. Mengawali karir di Granoble dengan 2 gol di musim 2005-2008, Istres dengan 14 gol 2007-2008 dalam status pinjaman, Tours dengan 30 gol di musim 2008-2010, Montpellier dengan 33 gol di musim dan sempat dipinjamkan kembali ke Tours dengan torehan 6 gol pada musim 2010-2012, Arsenal (2012 – ). (via: http://www.arsenal.com/first-team/players/olivier-giroud) Pada 2010 ia dianugrahi sebagai Ligue 2 Player of the Year. Musim 2011-2012 ia mengakhiri musim dengan gelar top skor Ligue 1 bersama Montpieller yang mana menorehkan 21 gol dan 9 assist, meski torehan itu sama dengan torehan gol striker Parist Saint-Germain, Nene. Musim 2011-2012 juga musim yang fantastik bagi Giroud dengan berhasil membawa timnya, Montpellier, memenangkan Ligue 1 sekaligus menjuarai Ligue 1 pertama kali sepanjang sejarah klub dan tampil di Liga Champions pertama kalinya. (via: http://www.lfp.fr/ligue1/article/olivier-giroud-couronne.htm). Tak heran membuat Arsenal kepincut untuk merekrutnya apalagi setelah saat itu Van Persie, ex-kapten Arsenal, diambang pintu keluar klub karena enggan memperpanjang kontraknya, pada kahirnya Van Persie hengkang ke klub rival Manchester United. Arsenal akhirnya membandrol Giroud dengan harga mencapai £12m, atau dirupiahkan dikali dengan sekitar Rp. 21.000,- dan mengenakan nomor punggung 12, yang sebelumnya dikenakan legenda Arsenal, Thierry Henry. (via: http://www.footballtop.com/players/olivier-giroud). Setelah kepergiannya ke Arsenal, Montpellier terlihat mengalami kemerosotan. Tercatat, di akhir musim 2012/2013 Montpellier hanya duduk di peringkat 9 dan di musim 2013/2014 turun ke peringkat 15. (via: @whoscored) Hal ini membuktikan bahwa betapa vitalnya peran dari seorang Olivier Giroud di tubuh klub, disadari maupun tidak.

Problematika

Beberapa masalah muncul ke permukaan seraya dengan melihat performa Giroud yang kurang bagus. Masalah-masalah tersebut telah saya pilah-pilih. Adapun masalahnya sbb:

  • Lamban
    Saya yakin 100% bahkan 1000% kalau pun ada ya, semua orang setuju dengan hal ini. Benar, Olivier Giroud merupakan pemain yang lamban. Saya masih ingat kala Arsenal bersua di kandang Manchester City, Etihad Stadium, saat itu Giroud di suatu kesempatan, kalah beradu speed dengan Demichelis, bek Manchester City yang juga termasuk pemain notabene lamban. Namun, striker Arsenal lainnya yang memiliki speed lebih cepat, malah tidak bisa mencetak gol lebih banyak dari Giroud. Sanogo dengan 0 gol. Bendtner dengan 2 gol. Just reminder, Giroud merupakan top skor klub di musim 2013/2014. Tak selamanya speed menjadi patokan. Meski demikian, seperti yang saya bilang sebelumnya, saya tidak menjadikan kalimat itu sebagai tameng.
  • Kedalaman Skuad
    Giroud telah mengarungi musim di ujung tombak klub dengan “sendirian”. Menurut @premierleague, Giroud telah memainkan 36 dari 38 laga yang tersedia di liga. Jelas ini merupakan pukulan telak bagi seorang striker yang seolah-olah menyetir arah klub sendirian dalam jangka waktu setahun. Bayangkan apabila ada seorang nahkoda kapal mengalami keadaan serupa, mengarungi samudra selama satu tahun sendirian, sungguh irasional. Kerap kali Wenger membela performa Giroud karena faktor “jaded” atau kelelahan. Ini tidak bisa dipungkiri karena jelas memiliki simbiosis yang sangat erat antara minim pengganti dan jaded. In the end, mempengaruhi performa seseorang.
  • Fashion
    Baru-baru ini, Giroud didaulat menjadi salah satu bintang iklan dari produk parfum terkemuka asal Swiss. Tak heran, menjadi santapan enak bagi media maupun “haters” untuk menyerangnya dengan mengkaitkan dengan penurunan performanya. Itu merupakan salah satu faktor dimana kita biasanya “mencari-cari” kesalahan orang lain apabila orang tersebut mulai dipandang sebelah mata khususnya oleh kaum mayoritas. Adalah hak seseorang untuk menjadi seorang model. Ia merupakan pemain sepakbola yang kebetulan dianugrahi Tuhan wajah yang rupawan. Tak ada yang salah akan hal itu. Kau bisa lihat Beckham, Ramsey, dll yang juga terjun di dunia  fashion dan model.
  • Masa Lalu
    Saya pernah membaca di salah satu blog Arsenal favorit saya, @poznaninmypants, yang membahas tentang masa lalu Giroud, entah banter ataupun tidak. Selengkapnya bisa klik link ini: http://poznaninmypants.com/2013/02/05/olivier-girouds-tragic-loss/. Tulisan itu dikutip dari interview Giroud di salah satu media ternama Perancis, L’equipe. Tulisan itu juga menerangkan tentang masa lalu Giroud yang kehilangan pacarnya ketika masa sekolah. Pacarnya tewas mengenaskan dibunuh dalam kondisi tidur. Kemudian, Giroud berada disebelahnya histeris melihat darah berceceran di sekujur tubuh pacarnya. Hingga sekarang ia belum bisa melupakannya. Beruntung  Giroud tidak terbunuh karena saat itu dia mengalami Nocturnal Penile Tumescence, atau ereksi saat tidur, atau di Indonesia lebih dikenal, erm, maaf, ngac*ng. Tak heran kita sering melihat Giroud kadang-kadang ngelamun dan bengong di lapangan. Hal itu kembali mempengaruhi performanya. Jujur saya pernah melihat orang kecelakaan di depan mata, dengan kondisi otak korban terburai. Hingga detik ini, saya masih terngiang dengan kecelakaan tragis itu terjadi.
  • Skandal
    Semua orang pasti pernah terjerat skandal. Baik berat maupun ringan. Pun demikian Giroud. Kali ini, Giroud tertangkap kamera selingkuh dengan model ternama bernama Celia Kay, di sebuah Hotel Four Seasons di Canary Wharf, Inggris. Tepatnya ketika sebelum laga Crystal Palace menghadapi Arsenal pada 2 Februari 2014. Giroud akhirnya mengakui perselinkuhannya  setelah mencetak dua gol ke gawang Everton pada 8 Februari 2014 di ajang FA Cup, meski ia menyanggah bahwa tidak berhubungan intim dengan si model. Giroud pun meminta maaf atas semua itu seperti dikutip dari twitternya @_OlivierGiroud_,“Ultimate precision with respect to my apologies...Yes I made a mistake but not I have not committed adultery! Things are clear...” dan,” I now have to fight for my family and for my club and obtain their forgiveness. Nothing else matters at the moment.” Wenger dengan klasiknya, hanya menyatakan bahwa ia tidak ingin mengganggu privasi orang lain. Pada akhirnya Giroud pun didenda dengan alasan indisipliner. Serangkaian kejadian itu memang membuktikan Giroud salah, yakni selingkuh di saat sebelum bekerja. Namun, tak semuanya salahnya. Pasti ada faktor kenapa hal itu terjadi. Salah satunya adalah media yang mana membesar-besarkan masalah itu. Dengan demikian, penikmat media jangan langsung percaya pada media. (Perihal media akan dilanjutkan khusus di bagian media di bagian paling bawah).
  • Paceklik gol melawan tim besar
    Well, ini juga merupakan rahasia umum yang telah diketahui khalayak ramai. Giroud hingga saat ini belum bisa membobol gawang-gawang tim yang notabene besar seperti ManUtd, Chelsea, ManCity. Hal ini membuat berbagai kalangan menganggap Giroud is a new Chamakh. Chamakh pun malah bisa membobol gawang Chelsea kala ia bermain di Crystal Palace musim lalu. Ini merupakan hal yang sangat vital karena demi gelar kalian harus mengalahkan semua rival, dan itu membutuhkan striker. Namun, tidak semuanya Giroud dapat disalahkan atas hal ini. Mari kembali kita melihat ke belakang bahwa Giroud bisa membobol gawang-gawang tim besar lainnya seperti Bayern Munich, Dortmund, dan Liverpool. Ini hanyalah masalah waktu bagi Giroud untuk membuktikan dirinya pada dunia bahwa ia layak diberikan kepercayaan.
  • Basic Skill
    Saya akan membagi ini menjadi tiga, yaitu finishing, dribbling, dan passing. Pertama, finishing Giroud kadang-kadang memang membuat kita naik darah. Kita ingat kala Arsenal menjamu Newcastle United di musim 2013/2014, Giroud kala itu lolos dari perangkap offside dan tinggal one-on-one dengan Tim Krul, Kiper Newcastle. Namun, yang terjadi Giroud tak bisa memaksimalkan peluang dengan tendangannya berhasil diblock Tim Krul, beruntung Özil berada di posisi bola rebound berada dan tanpa pengawalan berarti, ia berhasil mengkonversinya menjadi gol, meski sedikit berbau offside. Kedua, dribbling Giroud pun demikian, kadang-kadang membuat kita naik darah. Mari kita Flashback dimana pembantaian 5-1 di Anfield, Kandang Liverpool, terjadi. Giroud dan juga Özil sama-sama under-perform. Banyak passing yang berakhir dengan blunder. Keduanya pun akhirnya diganti pada menit yang sama. (via: https://uk.eurosport.yahoo.com/football/premier-league/liverpool-arsenal-1902/) Ketiga, pembantaian lainnya, yakni kala Arsenal menyambangi  Stamford Bridge, Kandang Chelsea, yang berkesudahan 6-0, Giroud banyak melakukan salah passing yang membuat musuh memanfaatkannya langsung menjadi gol. Meski sempat terjadi insiden salah kartu merah, Giroud kembali menjadi kambing hitam atas kekalahan itu karena performanya yang negatif.
  • Media
    Media sekarang ini adalah sebebas-bebasnya makhluk. Entah apa yang melandasi hal itu saya juga kurang paham. Kebebasan pers dewasa ini, saking bebasnya mereka bisa menjerumuskan karir seseorang. Giroud beberapa tempo setelah diberitakan oleh media perihal selingkuh, sempat langsung mem-private akun twitter miliknya yang mana sudah pasti berisi hujatan, sumpah serapah, dsb. Setelah semuanya mulai mereda, Giroud mengutip kalimat dari seorang filsuf Jerman ternama, Friedrich Nietzsche,” Apa yang tidak membunuhmu, membuatmu tambah kuat.” (via: http://duniasoccer.com/Duniasoccer/Tribun/Lifestyle/Kutip-Nietzsche-Giroud-Lupakan-Skandal)  Ia juga menambahkan bahwa ada sesuatu yang media bilang benar, ada juga sesuatu yang tidak. Jelas ini membuktikan bahwa media menyelipkan “bumbu-bumbu” pada fakta yang disajikan sehingga mendapat rating dari pada penikmatnya. Saya pribadi pun pernah menjadi korban, kalau boleh curhat. Tahun 2011, sekolah saya mengikuti DBL (Deteksi Basketball League) se-provinsi dan saya menjadi salah satu kontingen dari sekolah. Kala itu, nama saya termaktub dalam sebuah koran lokal yang mewawancarai saya. Sontak saya terhenyak dengan hal itu dikarenakan saya tidak pernah diwawancarai oleh pihak manapun. Saya bisa saja melaporkan tindakan itu kepada pihak yang berwajib namun saya lebih memilih untuk tidak mencari perkara baru. Mungkin yang dirasakan Giroud hampir sama dengan saya.

 

Defense

Setelah menilik problematika yang sebenarnya terjadi pada Giroud yang mana membuatnya selalu disalahkan, tidak adil rasanya bahwa kita harus melihat pembelaan atas itu. Saya membaginya menjadi dua bagian. Yakni sbb:

  • Ramsey
    Jujur, saya yakin mayoritas gooners di dunia menginginkan Ramsey pergi  dari klub saat musim 2012/2013 khususnya. Pasca kejadian patah kakinya saat melawan Stoke City, 2010, Ramsey tampil sangat inkonsisten. Sering melakukan salah passing, shooting, dll doing the Giroud lah pokoknya. Tetapi, Wenger justru memperpanjang kontrak Ramsey bersama pemain Arsenal lainnya yang tergabung dalam British-Core. Banyak kalangan menghujat Wenger dan Ramsey kala itu. Namun, sekarang, lihatlah. Saya yakin sekarang ini bahwa 0% gooners yang menginginkannya pergi dari klub. Menilik dari point itu, Giroud bisa membuktikan dan meng-shut-up-kan bacot-bacotan yang telah lama hinggap. Kembali lagi kepada dirinya sendiri terlebih dahulu.
  • Sistem & Link-Up Play
    Saya juga pernah membaca artikel dari salah satu blogger lokal favorit saya, @benhan, tentang evolusi Wengerball. Selengkapnya dapat dibaca di: http://jalanarsenal.com/2013/11/. Ia memaparkan gaya permainan Wenger dari masa ke masa. Berawal dari formasi monoton era invincible (4-4-2), ke formasi variatif era sekarang (4-3-3). Khusus kepada formasi variatif, 4-3-3 sendiri lebih condong kepada 4-3-2-1 dengan Giroud sebagai ujung tombak maupun poros. Bertugas sebagai predator, pengumpan, dan pemancing. Tiga peran itu dipikulnya seiring pertandingan berjalan dan tanpa terasa, rotasi sangat sering terjadi dalam sebuah pertandingan. Giroud disini memainkan peran dalam sistem. 4-3-2-1 menuntut Giroud sebagai poros dari sebuah segitiga. Tidak menyinggung unsur illuminati dsb, Giroud kadang keluar dari segitiga itu sebagai pemancing. Ia terkadang berlari mengelabui musuh sembari menunggu teman yang lain masuk ke permukaan. Perihal itu, Giroud merupakan titik berat kalau dikorelasikan dengan matematika, tidak berada di sudut namun berada di antaranya. Lebih lanjut dapat dilihat di gambar berikut:

    Pada akhirnya, muncul hubungan antar rotasi atau biasa disebut link-up play. Contoh yang dapat diambil antara lain gol pertama Walcott ManCity vs Arsenal (epl),  gol Ramsey Marseille vs Arsenal (ucl), gol Wilshere Aston Villa vs Arsenal (epl), gol kedua Cazorla Arsenal vs Fulham (epl), dsb di musim 13/14 tentunya.

 

Mercusuar

 Setelah melihat kinerja Giroud dalam bermain, saya menganalogikannya sebagai sebuah mercusuar. Ya, benar, mercusuar. Mungkin masih ada yang belum tahu dengan mercusuar karena jaman memang sudah canggih. Secara etimologi, mercusuar adalah menara yang dibangun di pantai, pulau kecil di tengah laut, daerah berbatu karang, dsb, yang memancarkan sinar isyarat pada waktu malam hari untuk membantu navigasi. (via: http://kbbi.web.id/mercusuar). Mercusuar juga sudah mulai jarang digunakan saat ini karena teknologi yang berkembang pesat. Salah satunya ialah penggunaan GPS. Penggunaan mercusuar pun sudah di pandang sebelah mata dan dianggap sudah mulai usang. Pun demikian Giroud. Striker berkebangsaan Perancis ini merupakan mercusuar of human. Mengapa? Lihatlah. Giroud menerangi teman-temannya untuk berlayar dengan memainkan ritme link-up play, bertubuh paling tinggi di wilayah pantai agar kelak diharap dapat menjangkau teman-temannya, serta membantu kelancaran dan navigasi teman-temannya agar sampai ke tujuan. Sementara, mercusuarnya sendiri, tidak bercahaya dimana cahanya hanya untuk orang lain, tidak diurus dan dipandang sebelah mata dimana dapat dilihat dari segi bangunan yang biasanya berlumut, serta perlahan mulai ditinggalkan karena ada sesuatu lainnya yang lebih maju. Lebih spesifik, Giroud memberi ruang kepada Ramsey untuk menjadi Player Of The Year meski gelar top skor diraih Giroud, Giroud dipandang sebelah mata karena performa yang lain lebih bagus darinya, serta Giroud akan mulai ditinggalkan seiring dengan datangnya striker baru. Suatu saat orang akan kembali menengok ke belakang bahwa apa yang dilakukan Giroud ada benarnya.

Last but Not Least

“Fred does things people don't see - not nutmegs or bicycle kicks, but he's efficient without touching ball.”
– Thierry Henry

Quote dikutip melalui @samueljcay dan dikutip juga dari sebuah tv khusus Piala Dunia dimana Henry menjadi komentator disana. Quote itu memberi pandangan kepada orang-orang bahwa Fred, striker Brazil, adalah vital dalam timnya. So does Giroud. Giroud bukanlah Fred, tapi apa yang dilakukan Giroud juga dilakukan Fred, yakni peran vitalnya tak terlihat. Saya punya feeling bahwa Giroud is a new Bergkamp. Saya juga punya feeling, Giroud dan Rosicky akan pensiun di Arsenal. Don’t at me. Pun sekaligus menutupi tulisan ini, bahwa satu yang penting, bahwa Arsenal masih membutuhkan Giroud. Bagi yang masih belum terbuka pintu hatinya, terserah anda, asalkan bisa mempertanggung jawabkannya, seperti kasus Ramsey.

 

Last modified onFriday, 11 July 2014 15:09
Iman P. Yudha

Seorang mahasiswa dan juga seorang gooner sejak 2002. Menjadi anggota AIS sejak 2011. Yah, pokoknya, Come On You Gunners!

Website: https://twitter.com/iman_yudha
back to top