Menu

gonnersview banner

It's Always Darkest Before Dawn

Kekalahan 5-1 dari Liverpool di Anfield Road pekan lalu benar-benar menohok batin supporter Arsenal. Liverpool berhasil membuat Arsenal seperti sebuah klub pesakitan. Bagaimana mungkin klub yang sedang kedinginan dipuncak klasemen ini dengan mudahnya kemasukan 4 gol dalam 20 menit. Ya, 4 gol dalam 20 menit. Tentu supporter Arsenal bertanya-tanya dalam benaknya. Apa yang salah dengan performa Arsenal pekan lalu kemarin ? Berbagai jawaban mulai di kemukakan oleh banyak orang, dari pandir hingga pundit. Ada yang mengatakan Ozil terlalu malas, tidak adanya gelandang box to box seperti Aaron Ramsey, jatuhnya mental pemain Arsenal karena gol Martin Skrtel yang berbau offside. Jawaban dari A sampai Z yang akhirnya menuju ke satu orang, orang yang selalu dikambing hitam kan saat Arsenal kalah, Arsene Wenger. Tapi satu hal yang pasti. Liverpool bermain lebih baik dari Arsenal pekan lalu, baik dari segi mental pemain, kreativitas permainan, hingga dari segi strategi.

Gol pertama Skrtel merupakan gol pembeda bagi 2 tim yang sedang bertanding. Bagi Liverpool gol tersebut tentu akan menjadi pemicu moral rising bagi para punggawa The Reds. Di sisi lain, gol Skrtel merupakan awal dari hancurnya mental pemain Arsenal sehingga menyebabkan bola Incyte tersebut kembali bersarang di jala Sczcesny sebanyak 4 kali. Brendan Rogers benar-benar belajar dari kekalahan sebelumnya. Tight marking ala Rogers benar-benar membuat Mesut Ozil tak bisa menggunakan mantranya untuk memberikan umpan-umpan magis kepada Olivier Giroud. Jack Wilshere yang biasa nya selalu tampil impresif dibuat tak berdaya oleh Phillipe Coutinho. Arsenal yang menggunakan high defensive line benar-benar tak berdaya dengan counter attack yang diperagakan oleh Liverpool. Gol 3, 4 dan 5 merupakan bukti konkrit berhasilnya strategi counter attack Brendan Rogers. Mertesacker dan Koscielny dibuat seperti manekin mengenakan kostum Arsenal yang dipajang di The Armoury oleh Sterling dan Sturridge.

Kekalahan telak atas Liverpool kemarin tentu merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Arsene Wenger dan Steve Bould agar saat menjamu Manchester United kamis nanti, mereka bisa melihat simpul di senyuman Gooners/Gooneretes. Tapi, jika kita menilik kekalahan kontra Liverpool pekan lalu, banyak poin-poin positif yang bisa dipetik. Setidaknya tidak ada lagi yang membicarakan rekor cleansheet Mertesacker-Koscielny lagi, setidaknya kita tahu pemain seperti apa yang Arsenal butuhkan saat jendela transfer musim panas nanti, setidaknya kita harus memberikan apresiasi kepada away boys karena dedikasinya yang mendukung dan bernyanyi tanpa henti hingga full time. Massive respect!. setidaknya kita harus memberikan apresiasi kepada away boys karena dedikasinya yang mendukung dan bernyanyi tanpa henti hingga full time. Massive respect!.Tampaknya mereka sudah paham betul firman Dennis Bergkamp "when you start supporting football club, you don't support it because of the trophies, or a player, or history. You support it because you found yourself somewhere there, found a place where you belong,"

Musim ini Arsenal tahu benar bagaimana cara nya bangkit dari kekalahan. Baru mengalami 4 kekalahan di liga domestik merupakan bukti nyata bahwa Arsenal sudah berubah. Mereka sepertinya sadar bahwa kekalahan merupakan hal yang sahih dalam sebuah pertandingan dan mereka harus sesegera mungkin bangkit dan bersiap menghadapi laga selanjutnya.

Ingat agustus silam, ketika kekalahan pertama kontra Aston Villa ? Banyak yang meremehkan, mencibir hingga bersumpah bahwa Arsenal tidak akan masuk jajaran klub yang memperebutkan gelar juara. Tapi, Arsenal meresponnya dengan hasil yang impresif. 9 laga selanjutnya Arsenal berhasil meraih 8 kemenangan dan 1 seri. Lalu, saat pasca kalah dari United, Arsenal kembali membungkam prediksi para pandir dengan hasil positif. Dari 13 laga Arsenal berhasil memetik 9 kemenangan 1 kekalahan dan 3 seri. Jika di urut hasil laga Arsenal sampai pekan ke-25, akan seperti ini: LWWWWWDWWW LWWWDLDWWWWWWDL. Dari 13 laga Arsenal berhasil memetik 9 kemenangan 1 kekalahan dan 3 seri. Jika di urut hasil laga Arsenal sampai pekan ke-25, akan seperti ini: LWWWWWDWWW LWWWDLDWWWWWWDL. Jika ditarik kesimpulannya, kekalahan yang dialami Arsenal mempunyai jarak yang cukup jauh dengan kekalahan lainnya. Ini membuktikan bahwa Arsenal sudah mengerti bagaimana merespon kekalahan dengan baik. Kondisi seperti ini tentu tidak terlihat selama 2 musim terakhir dalam diri Arsenal.

Kekalahan telak kontra Liverpool ini benar-benar diluar dugaan. Ibarat diajak terbang tinggi ke langit, lalu secara tiba-tiba dijatuhkan ke muka bumi, Sakit! Hasil buruk ini tentu mengakibatkan efek domino di kubu Arsenal, baik internal maupun eksternal. Mulai dari tingkat kepercayaan fans yang menurun, moral dan mental pemain yang terjun bebas, hingga meningkatnya kepercayaan diri tim-tim yang akan bertemu dengan Arsenal selanjutnya.

Tantangan yang sebenarnya baru akan dihadapi Arsenal hingga April nanti. Diawali dengan menjamu tim yang baru ditahan imbang oleh Fulham, tim papan paling bawah. Yaitu, Manchester United. Sahih saja jika kalian gembira dengan hasil imbang United kontra Fulham. Tapi, United yang melawan Fulham akan berbanding terbalik dengan United yang akan melawan Arsenal. Selanjutnya Arsenal bertemu dengan Liverpool (lagi) di ronde 5 FA Cup. Bertemu Bayern Múnchen di fase penyisihan Champions League. Lalu bertemu Tottenham, Manchester City, Chelsea dan Everton secara beruntun. Adakah tim lain yang mendapatkan jadwal lebih padat dari Arsenal ? Jika ada, tolong beritahu saya.

Anda tahu Veni, Vidi, Vici ?kalimat terkenal yang digunakan dalam pesan Julius Caesar kepada senat romawi atas kemenangan Pharnaces II dari Pontus dalam pertarungan Zela merupakan kalimat yang cocok untuk Arsenal sekarang. Jika kalimat yang berarti "saya datang, saya bermain dan saya menang," ini ditanamkan dalam benak setiap pemain, bukan tidak mungkin Arsenal melepas dahaganya selama 9 tahun ini. Tentu ini merupakan impian semua Gooners diseluruh dunia, bukan ?

Sembilan tahun sudah Arsenal tidak mencicipi gelar apapun, label klub 9 tahun tanpa gelar disematkan kepada Arsenal oleh fans lain. Akan tiba saatnya, kita sebagai gooners merasakan apa yang dirasakan fans klub lain, yaitu melihat Arsenal mengangkat trofi setinggi-tingginya. Toh, tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas umatnya, bukan ?

Mengutip sebuah kalimat dari bait lagu Florence feat The Machine.

"It's always darkest before the dawn"

nb: Tulisan ini tidak akan pernah ada jika di era The Invicibles :p

INGIN MENULIS BUAT KAMI?

Kirimkan tulisan mengenai Arsenal dan seputarnya melalui surel ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Last modified onWednesday, 12 February 2014 09:16
Muhammad Arhan

Half-time student. Full-time Arsenal supporter. Sepakbola, Arsenal dan film adalah kombinasi seni yang mengagumkan. Feel free to follow me @mhmdarhn

back to top