Menu

gonnersview banner

Tekanan Bertambah, Arsenal Tetaplah Arsenal

Kalau ada film yang membuat saya selalu ingin menontonnya berulang-ulang, salah satunya adalah film 3 idiots. Film yang mengisahkan tentang persahabatan tiga orang anak manusia dari latar belakang berbeda.

Mungkin ini adalah satu-satunya film Bollywood yang saya sukai. Di luar itu saya juga sangat suka dengan film yang kental aroma gooners, Fever Pitch. Meski film dari negeri Mahatma Gandhi sering terdapat adegan joget-joget india di hampir setiap bagiannya, lain hal dengan 3 idiots. Walaupun hanya sedikit adegan joget-jogetnya.

Dinamika kehidupan anak kampus diceritakan di situ. Dari mulai masa orientasi yang kental dengan perpeloncoan atau lucu-lucuan yang sebenarnya tidak lucu, njelimet-nya mata kuliah yang sulit, perasaan waswas ketika akan ujian, kecewa karena mendapat hasil ujian yang buruk, hingga mencari makan gratis ke kondangan.

aal izz well

Namun ada satu hal yang--saya menyebutnya--aura atau ciri khas dari film ini. Yaitu ketika si tokoh utamanya membujuk temannya untuk jangan selalu khawatir. "Katakanlah, All izz well," ujarnya dengan mimik yang unik. Statement itulah yang menjadi ciri khas.

Saat saya masih mengenyam pandidikan di SMA, ketika itu beberapa hari menjelang ujian akhir semester. Saya ragu bisa mengerjakan soal ujian nanti, bahkan takut. Lalu di kelas guru saya memberi sebuah nasihat, bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan atau ujian kepada manusia yang oleh manusia itu sendiri tidak bisa diselesaikan. Artinya ujian tersebut sesuai dengan kapasitas. Lebih kurangnya seperti itu yang saya ingat.

Tekanan Itu Terus Meningkat
Okelah, Anda tidak setuju dengan pendapat saya tadi. Itu wajar, tapi bagi Anda, fellow gooner--ambil contoh saja--yang sedang kuliah. Pernah Anda flashback sejenak ketika menghadapi tekaan dalam menghadapi ujian akhir yang menentukan kelulusan saat SD, SMP, hingga SMA? Kemudian Anda sadar bisa melewati itu semua hingga berada di tempat yang sekarang ini, dan yang terpenting Anda baik-baik saja. Pada dasarnya tekanan yang dihadapi berbeda, dan terus meningkat.

Everything Will Be Okay In the End
Sama dengan yang sedang dihadapi klub yang kita cintai ini. Awal musim tekanan untuk menambah amunisi skuad menghapiri. Setelah kalah dari Aston Villa tekanannya makin hebat, hingga Arsenal bisa membungkam mulut orang-orang yang meragukannya dengan hasil positif di pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Tekanan kembali datang saat Meriam London harus menjamu rival abadi yang konon saat itu kekuatannya menakutkan setelah ditinggal Gareth Bale. Arsenal diprediksi akan kalah. Tapi apa? Gol Olivier Giroud membuktikan bahwa semua itu salah, dan setelahnya Arsenal membeli Mesut Ozil!

Pada musim-musim sebelumnya The Gunners selalu terperosok di bulan November. Anda ingat hasil bulan November Arsenal musim ini? Hanya Manchester United yang menodai, tapi itu tidak penting.

Leg kedua Liga Champions di kandang Dortmund juga ada yang memprediksi Arsenal akan kalah, tapi sundulan Aaron Ramsey adalah jawabannya.

Memang Arsenal sempat kalah di Etihad Stadium. Namun periode padat di bulan Desember berakhir dengan tidak mengecewakan, bukan? Arsenal menutup tahun 2013 sebagai juara paruh musim.

Hasil Arsenal di bulan Januari juga bagus, tetapi lagi-lagi skuad asuhan Arsene Wenger harus menghadapi tekanan dari bursa transfer musim dingin. Penyebabnya adalah cedera Theo Walcott setelah mengalahkan Spu*s.

Walaupun pada akhirnya Arsenal mendapatkan Kim Kallstrom sebagai pelapis dengan status pinjaman hingga akhir musim, saya yakin ini akan berguna untuk tim London Utara.

Februari, Arsenal menghadapi tekanan dari jadwal padat dengan lawan yang sulit. Satu dari jadwal tersebut hasilnya sudah kita ketahui.

Begitu pun jadwal di bulan Maret hingga April, padat dan juga sulit. Namun mampukah Arsenal melalui semuanya dan membungkam semua orang yang meragukan, hanya waktu yang akan menjawabnya. Jika Anda masih saja khawatir akan tekanan yang dihadapi Arsenal, cukup ikuti nasihat dari Rancho di 3 idiots.

Arsenal bisa kok, menghadapi dan melewati tekanan demi tekanan itu. Semuanya pasti akan berakhir dengan baik-baik saja bagi Arsenal dan penggemarnya. Kalau tidak baik-baik saja, itu bukan akhir namanya. Arsenal tetaplah Arsenal. Setuju?

INGIN MENULIS BUAT KAMI?

Kirimkan tulisan mengenai Arsenal dan seputarnya melalui surel ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Last modified onTuesday, 11 February 2014 10:32
Faishal Fikri Sriyadi

Gooner, pasti itu. Suka Arsenal dari musim 2007/2008

twitter: @shalfikri

Website: https://twitter.com/shalfikri
back to top