Menu

gonnersview banner

Bring it on United !

Bertandang ke Anfield dengan modal yang cukup cemerlang dalam beberapa tahun terakhir ternyata tidak mampu menyelamatkan Arsenal dari kekalahan menyakitkan kedua mereka musim ini. 5-1 adalah skor yang patut kita syukuri karena jika Tuhan tak berbaik hati, rasanya akan ada sekitar 9 gol yang bersarang di gawang Szczesny pada pertandingan tadi malam. Terima kasih saya ucapkan pada Steven Gerrard yang memberikan kami sebuah hadiah berupa 1 buah gol walau ia memberikannya secara tidak langsung.

Kebobolan 4 gol dalam 20 menit pertama jelas menjadi mental break-down bagi siapapun yang mendukung Arsenal. Entah bagaimana perasaan para pemain akan hasil tersebut. Yang pasti setiap gol yang merobek jala Szczesny seakan meruntuhkan keyakinan para Gooners kalau penantian mereka akan sebuah gelar akan berakhir pada musim ini. Sumpah serapah, caci maki, dan kekecewaan menjadi sahabat para Gooners yang tampaknya sudah lelah diberi harapan palsu oleh tim berlogokan meriam ini.

Bersyukurlah kalau kita hanya kehilangan 3 poin. Kalah 10-0 pun kita hanya akan kehilangan 3 poin. Bukan akhir dari dunia bukan? Secara matematis, pemburuan gelar masih sangat terbuka. Hattrick dari Eden hazard memang membawa Chelsea ke puncak klasemen sementara tetapi bersyukurlah Norwich mampu meredam nafsu mencetak gol The Citizens hingga Arsenal hanya turun 1 peringkat ke posisi ke-2. Kalah dengan kemasukan 5 gol secara memalukan pun rasanya jadi sedikit termaafkan.

Suara-suara pesimis pun terdengar makin nyaring seraya kekalahan di Anfield. Namun jangan lupa kalau kekalahan telak ini bukanlah yang pertama. Kekalahan 6-3 di Etihad Stadium Desember lalu juga memunculkan banyak suara negatif yang meyakini Arsenal akan segera terjun bebas dari puncak klasemen.20 dari 24 poin setelah kekalahan dari City berhasil diraih Arsenal Tapi apa kenyataannya? 20 dari 24 poin setelah kekalahan dari City berhasil diraih Arsenal dengan diimbangi sebuah bukti akan kokohnya posisi mereka di puncak klasemen sebelum Hazard menggila di Stamford Bridge saat melawan Newcastle.

Mereka yang mempertanyakan kebijakan transfer musim dingin pun juga mulai berani banyak angkat bicara. Mereka seakan mau mencari-cari kambing hitam untuk disalahkan. Arsene Wenger disalahkan karena ia gagal memboyong seorang striker baru untuk Arsenal. Mereka menyalahkan Olivier Giroud yang terisolasi seorang diri di lini depan hanya dengan ditemani oleh Kolo Toure dan Simon Mignolet. Mengutip isi dari artikel @youaremyarsenal ada sebuah pernyataan yang saya rasa sangat tepat untuk diajukan kepada mereka yang mempertanyakan kehadiran sosok pelapis Giroud di lini depan, "Apa keroposnya pertahanan Arsenal saat dijebol 5 kali adalah kesalahan seorang Giroud? Apakah tidak berjalannya link-up play para pemain tengah Arsenal saat membangun serangan dari titik pertahanan adalah kesalahan Giroud yang notabene berposisi paling depan dibanding pemain lainnya?" Hal-hal tersebut hanya diajukan oleh mereka yang tampaknya memang hobi mencari-cari kesalahan seorang Arsene Wenger. Terima sajalah kenyataan kalau Liverpool memang bermain jauh lebih baik selama 90 menit pertandingan tersebut.

Hal yang paling pantas disyukuri adalah kesempatan Arsenal untuk kembali ke tren positif mereka kini terbentang di depan mata. Hasil pertandingan hari Rabu melawan The Mighty Manchester United akan menentukan nasib Arsenal dalam pemburuan gelar musim ini. Respon yang harus diperlihatkan oleh para punggawa Arsenal menjadi sebuah tontonan yang layak ditunggu oleh kita semua. Kemenangan melawan United ditambah bumbu aroma dendam kepada Robin van Persie akan mengembalikan kepercayaan diri dan setidaknya membungkam mulut para pengkritik untuk sesaat.

Seperti apa yang Arsene Wenger katakan, "Yang terpenting adalah respon kami pada hari Rabu nanti melawan Manchester United." Dan jika kita menang telak melawan United Rabu nanti, janganlah kalian kaget. "Yang terpenting adalah respon kami pada hari Rabu nanti melawan Manchester United."Bukankah Arsenal dari dulu hobi mempermainkan perasaan para penggemarnya?

Berdoa sajalah Rabu nanti tidak akan ada lagi raut kecewa dari mimik wajah sang professor. Karena jika boleh memilih, saya akan jauh lebih senang kita kalah melawan Liverpool dibandingkan kalah melawan para pasukan merah dari neraka di kandang kita sendiri.

Bring it on United !

INGIN MENULIS BUAT KAMI?

Kirimkan tulisan mengenai Arsenal dan seputarnya melalui surel ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Last modified onMonday, 10 February 2014 14:12
Raynald Andreas

Saat kecil selalu berpikir kalau Arsene Wenger adalah pemilik dari Arsenal FC. Mencintai Arsenal semenjak tahun 2002/2003 berkat sang Ayah yang memperkenalkannya pada the Non- Flying Dutchman, Dennis Bergkamp.

Selalu berdoa semoga Wojciech Szczesny menjadi seorang legenda di Arsenal.

twitter: @enolandreas

 

Latest from Raynald Andreas

back to top