Menu

gonnersview banner

Ujian Terberat Dimulai: Now or Sorrow?

Satu huruf: Y, pantas disematkan kepada Arsenal musim ini. Mungkin tidak hanya musim ini saja, di setiap musim Arsenal telah mengalami ujian demi ujian terberat ini sebelumnya. Ujian itu sebenarnya adalah sebuah persepsi kita yang mengeluhkan hal itu terjadi bertahun-tahun. Bagaimana tidak, Arsenal harus melewati beberapa pertandingan yang notabene berat karena akan menghadapi berbagai tim besar (Big Match), ditambah lagi jeda waktu istirahat yang sedikit (baca: jadwal padat), serta banyak kehilangan pemain kunci yang berhalangan tampil, tak hanya badai cedera namun juga akumulasi kartu sehingga menerima hukuman bermain. Ironis.

Sebelum saya lebih panjang lebar, sungguh mungkin agak berlebihan bagi mereka yang bertanya-tanya bahwa akan keberadaan imbuhan ter- dan tanda tanya di judul tulisan di atas. Semua itu jelas bukan tanpa alasan. Semua ini berdasarkan pengalaman dan statistik, walaupun kita bisa belajar dari pengalaman itu dan mengubahnya (ex: transfer Özil) dan statistik yang tak selamanya benar, ex: sesuai artikel via The Guardian yang berjudul "Does analysing football through statistics miss the point of the game?" yang intinya mengkritik penggunaan statistik yang berlebihan pada sepakbola. Namun diatas itu semua, kata imbuhan ter- tersebut adalah tepat berdasarkan 3 faktor yang saya jelaskan sebelumnya (jadwal padat dll) yang sayangnya berakhir dengan tragis. Pun dengan tanda tanya di akhir judul, itu merupakan penegasan bahwa kita tidak tahu apapun yang terjadi, apakah berakhir dengan tragis (lagi) ataupun bahagia, meski ditunjang oleh statistik yang maha benar.

Kendala

Faktor-faktor kendala yang perlu saya garis bawahi dan jelaskan disini bahwa kenapa menjadi ujian terberat adalah kendala akan jadwal padat, Big Match, dan pemain yang absen. Hal tesebut adalah simbosi mengingat di musim-musim sebelumnya, tak jarang Arsenal menemui hal ini. Bisa dibilang Arsenal adalah "apes" ketika hal itu terjadi karena hanya sedikit saja meraih kemenangan. Mari kita review sejenak sembari mengingat memori-memori yang lalu. Setidaknya kita me-review sejak musim 2007, atau di musim pertama bagi Arsenal tanpa King Henry yang hengkang ke Barcelona:

2007-20082007/2008

Tidak terlalu buruk meski ditinggal sang kapten, Henry. Arsenal adalah Top Of The League hingga Februari. Namun, cedera Eduardo (patah kaki) mungkin menjadi penyebab mental The Young Guns goyah. Dapat dilihat juga bahwa jeda waktu juga sedikit (±3 hari). Pada akhirnya hanya mampu finish ke-3.

 

 

 

 

 

2008-20092008 / 2009

Sudah mencapai semifinal The FA cup dan UCL, fokus pun terbagi. Faktanya, semakin jauh sebuah klub mengikuti kompetisi, semakin padat pula jadwal yang akan dihadapi. Sempat juga mendatangkan Arshavin, bintang Rusia di Euro 2008, di transfer Januari. Namun, hal itu tidaklah cukup karena Arshavin yang terkendala cup-tied (tidak bisa berlaga di Eropa) dan berbagai pemain yang cedera. Pada akhirnya hanya mampu finish ke-4.

 

 

 

 

 

 

2009-20102009/2010

2 kali pertandingan berat beruntun , cedera Ramsey (patah kaki), kekalahan perdana di liga dari Sp*ds sejak 1999, dan juga kapten Fabregas yang sering didera cedera, adalah salah satu musim tersulit Arsenal meski sempat mendatangkan kembali salah seorang legenda klub, Sol Campbell di transfer Januari. Yang pada akhirnya membuat Arsenal finish ke-3.

 

 

 

 

 

 

 2010-20112010/2011

Kekalahan di final piala liga yang tanpa kehadiran kapten Fabregas yang cedera, jadwal padat (± 3hari) yang diiringi Big Match, serta harus membagi fokus diantara keempat kompetisi. Yang pada akhirnya Arsenal hanya mampu finish ke-4.

 

 

 

 

 

2011-20122011/2012

Mungkin di musim 2011/2012 ini adalah sedikit jadwal padat Big Match beruntun. Namun, gambar disamping adalah salah satu yang vital karena Arsenal membagi fokus antara play-off UCL dan liga, yang juga baru ditinggalkan sang kapten, Fabregas. Pada akhirnya Arsenal hanya mampu finish ke-3.

 

 

 

 

2012-2013

2012/2013

Musim yang berat kembali terjadi karena Arsenal lagi-lagi ditinggalkan sang kapten yang menyebrang ke rival. Dan Lagi-lagi membagi fokus antara jadwal padat The FA Cup dan liga, yang berujung Arsenal hanya finish ke-4.

 

 

 

 

 

2013-20142013/2014

Dan yang terakhir ini masih menjadi misteri. Jadwal ini bisa disebut lebih "parah" dari sebelumnya. Sehingga layak diberikan imbuhan "ter-" pada kata berat pada judul. Rentetan ini juga diiringi pemain yang absen. Meski skuad Arsenal yang sekarang lebih berpengalaman daripada yang dahulu.

 

 

 

 

 

 

 

 

Now or Sorrow?

Adalah tanda tanya besar yang menandakan bahwa kita siap untuk mencetak sejarah sekarang atau kembali berduka seperti beberapa musim yang silam. Ini hanya masalah waktu, karena waktu yang akan menjawab semuanya. Dengan semakin dewasanya attitude dan semakin kuatnya mental para pemain, bukan tidak mungkin, sejarah akan terukir indah dengan sendirinya kelak. Sebagai fans kita seharusnya dan harus yakin dan mendukung penuh usaha mereka. Karena tanpa keyakinan tersebut, kita akan selalu diselimuti rasa putus asa (asal jangan takabur menyelimuti).

If you don't believe you can do it, then you have no chance at all – Arsene Wenger

photos courtesy of arsenal-mania.com, stats.football.co.uk and goal.com


 

Ingin menulis buat Arsenal Indonesia?
Kirimkan karyamu pada kami via email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Last modified onThursday, 06 February 2014 12:14
Iman P. Yudha

Seorang mahasiswa dan juga seorang gooner sejak 2002. Menjadi anggota AIS sejak 2011. Yah, pokoknya, Come On You Gunners!

Website: https://twitter.com/iman_yudha
back to top