Menu

AIS News

Peringati 1st Anniversary, AIS Baubau adakan Futsal Internal Cup

Tidak seperti biasanya di hari Minggu pagi menjelang siang Graha Futsal Murhum sudah riuh oleh teriakan dan tepuk tangan oleh puluhan member Arsenal Indonesia Supporters (AIS) Regional Baubau yang kali ini saling adu jotos di lapangan hijau untuk membuktikan tim siapa yang terbaik. Memperingati ulang tahun AIS Baubau yang pertama maka diadakan kegiatan Futsal Internal Cup yang pesertanya khusus member AIS Baubau. Jumlah peserta terdiri dari 6 tim yang telah dibagi rata dan berdasarkan hasil lot yang telah dilakukan sebelumnya.

Adapun 6 tim yang berlaga yaitu Wenger Bugis, Giroud, Emirates, Walcott, Welbeck, dan Ozil. Setiap tim terdiri dari 5 pemain sudah termasuk kiper, setiap tim pun berambisi untuk juara, hal ini dibuktikan dengan persiapan dan taktik yang telah disusun jauh hari sebelumnya. Selain itu hadiah yang dijanjikan dari panitia untuk sang juara dan gelar top skor cukup menggiurkan bagi para peserta.

baubau2

Pertandingan pertama mempertemukan antara tim Giroud berhadapan dengan tim Walcott, menit-menit awal laga sudah berjalan panas, saling jual serangan pun tersaji hingga akhirnya dimenangkan oleh tim Giroud dengan skor 3-1. Pertandingan kedua mempertemukan antara tim Ozil dengan tim Emirates, pertandingan berjalan mudah bagi tim Ozil dengan tidak tanggung menyarankan 6 gol ke gawang tim Emirates, salah satu pemainnya yaitu Wawan Tri Wahyudi mencetak hattrick dalam pertandingan ini.

baubau3

Kemenangan dua tim tersebut mengantarkannya menuju semi final dimana di semi final dua tim yang mendapat bye sudah menunggu. Semi final pertama mempertemukan tim Giroud dengan tim Welbeck tapi tim Giroud masih terlalu tangguh bagi tim Welbeck dengan kemenangan 4-1 dan mengantarkan tim Giroud meuju final. Partai semi final kedua berlangsung antara tim Ozil dengan Tim Wenger jalannya pertandingan cukup menegangkan dimana kedua tim saling menjual serangan tapi dewi fortuna masih berpihak kepada tim Wenger Bugis dengan kemenangan 2-0.

baubau4
Partai final yang ditunggu-tunggu akhirnya mempertemukan tim Giroud dengan Tim Wenger, sebelum laga panas tersebut terlebih dahulu perebutan juara 3 dihelat antara tim Ozil dengan tim Welbeck yang berakhir imbang dengan skor 2-2 dan harus ditentukan dengan adu penalti dan akhirnya tim Ozil harus mengakui kemenangan tim Welbeck yang berhasil menggondol juara 3, akhirnya laga final dihelat dengan atmosfer yang luar biasa, teriakan dari para penonton menggema memenuhi langit-langit Graha Futsal Murhum, pertandingan berjalan keras dan penuh drama dengan hasil akhir 0-0 sampai peluit wasit berbunyi setelah 2x7 menit berlangsung.

baubau5

Penentuan sang juara harus ditentukan dengan adu penalty, kedua kiper bermain sangat bagus dengan menggagalkan beberapa penalti, tapi keberuntungan tetap berpihak kepada tim Wenger Bugis dengan tendangan penentu dari Irwan yang menjebol gawang tim Giroud dengan hasil adu penalti 1-0 yang akhirnya mengantarkan Wenger Bugis menjadi Juara dalam Futsal Internal Cup AIS Baubau. Adapun tim Wenger terdiri dari Irwan, Juraid, Sofyan, Muhlis dan sang kapten Daeng Ardi. Gelar top skor dibawa pulang oleh Wawan Tri Wahyudi dengan 4 gol dan berhak atas bola emas.

Read more...

Hari Peduli Sampah Nasional Bersama AIS Regional Gorontalo

Hari peduli sampah nasional yang jatuh pada Minggu (21/2) dirayakan oleh ratusan warga di Gorontalo di berbagai tempat. Arsenal Indonesia Supporter Regional Gorontalo (AIS_GTO) bersama dengan komunitas-komunitas peduli lingkungan di Gorontalo mengadakan aksi bersih sampah di Taman Bawah Laut Desa Olele, Kabupaten Bone Bolango, 30 kilometer dari Ibu Kota Gorontalo. Kawasan ini merupakan ikon pariwisata adalan Gorontalo. Di kawasan ini pula banyak terdapat sampah-sampah yang berasal dari tengah laut dan berserakan di pesisir pantai Olele.

Aksi gabungan Ikatan Duta Wisata Indonesia Gorontalo, Masyarakat Fotografi Gorontalo (MFG), Hilo Green Community Gorontalo, MTMA Gorontalo, Atupato Toyr, Sea Soldier, Hijab Traveler, Mapala Motolomoiyo, dan Kompas Limutu berjalan lancar meskipun ditengah terik matahari dan hawa panas dari laut, semua komunitas terlihat bersemangat mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan hampir di seluruh pesisir pantai Olele.

Selain aksi kumpul sampah, pihak dari Dinas Pariwisata juga melakukan Sosialisai mengenai Cara Pengelolaan Pariwisata dan Kebersihan Objek Wisata kepada seluruh masyarakan Desa Olele. Kita juga mengajak masyarakat dan anak kecil agar membungan sampah pada tempatnya dan selalu menjaga kawasan tetap bersih.

Acara bersih-bersih di mulai sejak pukul 7.00 wita dan selesai pada pukul 10.00 wita, pada awalnya terlihat banyak sampah yang berserakan di daerah pesisir mulai terlihat bersih dan teratur. Acara di lanjutkan dengan foto-foto bersama seluruh komunitas dan pihak pemerintah serta di tutup dengan doa dan acara makan bersama seluruh komunitas.

b

Foto Bersama Duta Pariwisata

Read more...

Arsenal Way in Crisis, Arsene Wenger in Questions

Malu dipermainkan oleh anak-anak kemarin sore Manchester United, kans Arsenal untuk menyudahi 12 tahun puasa trophy Premier League tipis. Saat rival abadi seperti Chelsea, Manchester United dan Manchester City tidak konsisten, semakin memalukan rasanya jika harus mengakui kenyataan bahwa Arsenal tidak dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjadi penguasa Inggris dan harus mengalah oleh klub yang baru promosi setahun kemarin Leicester City dan rival se-kota Tottenham Hotspur. Where did they go wrong?

Kehabisan peluru di paruh kedua musim menjadi ironi dimana biasanya Arsenal mendapatkan rentetan kemenangan dan performa terbaiknya pada paruh kedua musim. Arsenal hanya mencetak 10 gol dalam 8 laga serta menjalani 5 laga tanpa mencetak gol disemua kompetisi, sejak pergantian tahun. Arsene Wenger teguh mengatakan "Finishing is a bit cyclical". Untuk finishing ada siklus dimana gol mengalir, ada juga siklus dimana gol sulit didapat. Tetapi, mengapa kita jarang melihat tim-tim seperti Barcelona, Bayern Munich dan Real Madrid melalui masa ini dimana mereka sulit untuk mencetak gol, saat kesempatan yang dibuat pun melimpah. Datangnya striker kelas dunia pada awal musim mungkin akan membantu memecahkan masalah ini. Tetapi, ada cara lain untuk memecahkan masalah ini. Bahkan cara ini, mungkin akan lebih disukai Arsene Wenger. Yaitu penyelesaian masalah melalui internal tim daripada menghambur-hamburkan uang untuk membeli pemain.

Kembali ke musim 2013/2014, apakah anda ingat dengan gol Tomas Rosicky vs Sunderland? jika sulit mengingat gol tersebut, ingatkah dengan gol Jack Wilshere vs Norwich? Gol ini adalah contoh terbaik dimana filosofi Arsenal yaitu Play With Arsenal Way dipraktekan dalam pertandingan. Set play rapih yang dimulai dari lini belakang ke tengah kemudian ke depan masuk kotak pinalti lawan dengan pass satu sentuhan yang cepat. Gaya bermain inilah yang menjadi kekuatan Arsenal. Cepat, akurat dan tidak terprediksi yang membuatnya sulit untuk diantisipasi bek lawan. Sering kali pemain seperti Santi Cazorla, Tomas Rosicky, Jack Wilshere, Aaron Ramsey dan Olivier Giroud adalah aktor yang berperan dalam menciptakan permainan indah ini. Sayangnya, awal musim yang buruk sangat berat untuk ditebus dengan gelar juara di akhir musim 2013/2014 ini.

Di musim berikutnya 2014/2015 bisa dibilang Arsenal menyempurnakan gaya bermain tersebut. Gaya bermain Indah yang ditampilkan musim sebelumnya memang tidak dapat terus ditampilkan pada setiap laga, ada kalanya pertandingan tidak berjalan seperti yang diinginkan. Tetapi dengan datangnya Alexis Sanchez dan makin padunya Mesut Ozil dengan gaya bermain Arsenal, Arsenal mampu memaksakan 3 poin meski bermain jelek berkat visi yang dibawa Mesut Ozil dan penampilan fantastis Alexis Sanchez. Namun, cedera pemain yang menjadi kutukan Arsenal kembali menerpa dimana Arsenal kehilangan Mesut Ozil, Jack Wilshere, Aaron Ramsey, Tomas Rosicky secara bersamaan,serta Olivier Giroud, Santi Cazorla dan beberapa pemain lain secara silih berganti. Hal ini menghalangi Arsenal untuk menjadi juara, padahal ketika pemain cedera tersebut pulih, Arsenal mampu untuk kembali menampilkan permainan yang indah menjelang akhir musim.

Arsenal meneruskan performa apik yang ditinggalkan di musim 2014/2015 ke musim selanjutnya 2015/2016. Pemain berpengalaman seperti Petr Cech yang dibeli dari rival se-kota Chelsea, pemain-pemain internasional seperti Laurent Koscielny, Per Mertesacker dan Santi Cazorla yang makin matang, serta pemain-pemain yang sudah bermain bersama dalam tiga tahun terakhir menjadikan Arsenal tim unggulan untuk merebut gelar Premier League. Paling tidak sampai paruh pertama musim. Seperti belajar dari musim sebelumnya, permainan buruk yang kadang ditampilkan masih cukup untuk memperoleh hasil 3 poin. Cedera pemain yang mengganggu juga dapat diatasi berkat kedalaman skuad yang saat ini dimiliki. Masalah datang ketika jantung permainan Arsenal Santi Cazorla cedera. Aaron Ramsey yang diperkirakan menjadi pelapis paling cocok untuk menggantikan The Little Magician, secara mengejutkan tampil dibawah performa dan gagal membawa kontribusi positif bahkan tidak jarang tampil tidak terlihat di tengah lapangan permainan.

Cazorla yang biasanya berperan sebagai pivot permainan Arsenal, bertugas untuk menjemput bola dari lini pertahan ke tengah dan kemudian ke depan untuk membangun serangan. Cazorla dengan skill-nya juga sering sekali dapat keluar dari tekanan serangan lawan dan memulai serangan dengan cepat dengan umpan-umpannya yang akurat dan cepat. Ini menjadikan Cazorla sebagai kunci permainan Arsenal dalam membangun serangan dari lini tengah ke depan dimana ada Mesut Ozil dan melimpahnya pilihan untuk memberikan pass ke Alexis Sanchez di kiri, Olivier Giroud di tengah, atau Theo Walcott di kanan yang sering kali menjadi cikal bakal sebuah set play permainan yang indah dan gol pada akhirnya. Posisi pivot merupakan posisi yang sangat penting dalam permainan sepakbola modern, karena dari seorang pivot-lah aliran serangan dari transisi defense ke offense dimulai. Bisa dilihat, tim seperti Barcelona memiliki Ivan Rakitic dan Andres Iniesta, Manchester City dengan Yaya Toure, N'golo Kante di Leicester City yang tampil sangat impressive pada musim ini, bahkan seorang Moussa Dembele menjalankan perannya sebagai pivot dengan baik di Tottenham.

Dimana peran Aaron Ramsey? Tugas Cazorla sebagai pivot yang menghubungkan bola dari lini pertahan ke depan untuk menyerang, gagal dijalankan Aaron Ramsey. Dalam beberapa pertandingan terakhir Arsenal, Aaron Ramsey jarang sekali terlihat meminta bola ke belakang dan membangun serangan dari tengah lapangan. Ramsey juga sering kali melakukan salah pass atau hilang bola di tengah permainan dimana tidak jarang hal seperti ini dihukum dengan sebuah gol lawan. Ramsey seperti kebingungan antara posisi aslinya sebagai gelandang box-to-box yang menusuk ke kotak penalty dan perannya yang sekarang sedang dimainkan sebagai pivot. Inilah penyebabnya serangan-serangan Arsenal kerap kali dimulai dari sayap, dari Hector Bellerin maupun Nacho Monreal yang kemudian memberikan crossing-crossing direct ke depan. Tidak jarang juga pemain belakang seperti Koscielny, Gabriel maupun Mertesacker langsung memberikan long ball ke depan karena hilangnya seorang pivot di lapangan tengah. Hal ini juga sering kali membuat centre back seperti Koscielny, Gabriel maupun Mertesacker maju sampai ke tengah untuk memberikan umpan ke depan, dan tidak jarang umpan yang diberikan salah atau mudah diantisipasi oleh lawan. Setelah itu lawan dapat melakukan counter sementara mereka out of position yang menjadikan transisi dari menyerang ke bertahan Arsenal di paruh musim kedua ini juga buruk dimana mereka kemasukan 13 gol dalam 12 laga di semua ajang kompetisi.

Dengan masih absennya Santi Cazorla, Tomas Rosicky dan Jack Wilshere yang mungkin bisa dimainkan dalam posisi pivot ini karena Wilshere bermain sebagai Deep-Lying Midfielder untuk Timnas Inggris. Serta under perform-nya pemain-pemain seperti Olivier Giroud, Theo Walcott serta Alexis Sanchez. Arsene Wenger harus segera memecahkan masalah ini dengan mengganti Ramsey atau mengganti formasi yang tepat jika masih ingin menggelar perayaan di Emirates Stadium pada tanggal 15 Mei mendatang. Dalam kondisi seperti ini seharusnya Arsene Wenger pelatih dengan segudang pengalaman mempunyai taktik lain yang dapat dipraktekkan di pertandingan. Tetapi apakah taktik tersebut berupa Long ball dan crossing-crossing langsung ke depan yang terbukti tidak efektif dan jelas bukan filosofi serta tipe permainan Arsenal. Play With Arsenal Way adalah bermain dengan bola di bawah dan melakukan pass-pass cepat dan akurat.

Arsene Wenger tidak dijuluki The Professor tanpa alasan. Tetapi, jika tidak cepat untuk menemukan taktik bermain yang lebih baik dan sesuai dengan filosofi bermain Arsenal, Play With Arsenal Way Is In Crisis, and Arsene Wenger Is In Questions.

 

https://anggorokusuma.wordpress.com/2016/02/29/arsenal-way-in-crisis-arsene-wenger-in-questions/

'Know your origin save our culture'

Hujan lebat mengguyur kota Palangka Raya sejak subuh hingga pagi di sabtu (20/2) itu, namun tak mengurungkan niat para anggota Arsenal Indonesia Supporter regional palangka raya (AIS_PLK) untuk berkunjung ke museum balanga, museum terbesar di provinsi kalimantan tengah yang menyimpan banyak peninggalan sejarah dan budaya.

Balanga menjadi nama museum pertama di Kalteng itu karna pada awalnya, museum itu hanya berisi koleksi balanga-balanga dari berbagai daerah. Balanga atau guci memang tak bisa lepas dari budaya dayak jaman dahulu, digunakan untuk berbagai acara ritual, mulai acara peminangan sampai dengan tempat menyuguhkan makanan bagi para leluhur atau roh-roh suci. Mulai dari kumpulan balanga, kemudian berkembang menjadi tempat koleksi benda bersejarah lainnya. Kegiatan yang digagas bersama dengan beberapa komunitas-komunitas anak muda di palangkaraya yang tergabung dalam #savepalangkaraya ini mengambil tema "Know your origin, save our culture". Bukan tanpa alasan tema itu dipilih, melihat begitu banyak pengaruh budaya asing masuk lewat perangkat teknologi dan informasi yang berkembang pesat, sedikit banyak membuat generasi muda terlena, dan lupa akan budaya sendiri, bahkan tak jarang yang tidak mengetahui sama sekali budaya daerah sendiri. Dengan alasan itulah, AISPLK sebagai bagian dari generasi muda, mengajak para anggotanya untuk berkunjung ke museum, mengenal lebih dekat sejarah provinsi kalimantan tengah, dan budaya dayak kalteng yang unik. Tak kurang dari 20 anggota AISPLK mengikuti kegiatan ini mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB. Peserta berkumpul di lobby utama mendengarkan arahan dari guide museum, lalu menyusuri satu persatu benda-benda bersejarah seperti ritual kelahiran adat dayak, masa remaja, pernikahan, sampai dengan kematian. Juga bentuk-bentuk rumah adat, pakaian adat dan alat-alat pertahanan diri. "Banyak hal yang bisa dipelajari dari kunjungan budaya seperti ini, karena sebagai orang dayak kalau tidak mengenal budaya dayak sendiri, lama kelamaan kita akan kehilangan identitas, komunitas apa saja, termasuk kita komunitas fans bola wajib belajar tentang ini sebagai wujud kita menghargai sejarah" kata Idrus, koordinator AIS_PLK.

2

 

Setelah berkeliling museum dan mendengarkan penjelasan guide museum, kegiatan ditutup dengan foto group dan testimoni kunjungan singkat. Beberapa testimoni peserta mengharapkan kegiatan seperti ini bisa dijadikan program tahunan untuk mendekatkan diri anggota pada nilai-nilai budaya lokal dan belajar menghargainya, supaya harmoni kehidupan terus terpancar, sebagaimana pernah dikatakan oleh bapak Susilo Bambang Yudhoyono, mantan presiden RI "Kebudayaan itu memancarkan keindahan, dengan menjaga kebudayaan, Indonesia akan lebih harmonis & seimbang".

3

Read more...
Subscribe to this RSS feed