Menu

Save Our Sea Bersama AIS Regional se-Kalimantan Tengah

Selamatkan laut kita dengan merubah
gaya hidup berwisata dari sekarang

Sampah adalah masalah kita bersama, menurut data riset yang dikemukakan pada pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science (AAAS), ada sekitar delapan juta ton sampah plastik beredar di lautan dunia setiap tahun (BBC.com). Hasil penelitian yang dimuat di jurnal Scienc, negara kita tercinta Indonesia, menempati urutan nomor 2 dalam daftar 20 negara yang paling banyak membuang sampah plastik di laut. Urutan teratas ditempati China yang membuang hingga 3,5 juta ton sampah plastik ke laut setiap tahunnya.

Banyak hal penyebab banyaknya sampah beredar di lautan, mulai dari kurangnya kesadaran masyarakat sampai dengan fasilitas dan pengetahuan pengelolaan sampah yang kurang memadai. Akibatnya tidak bisa dianggap remeh, plastik yang dibuang ke laut dapat bertahan 10-15 tahun, bahkan lebih lama dari itu, pecahan kecilnya yang mengambang dapat mengelabui burung elang dan camar sebagai makanan. Sebuah riset di Belanda menemukan bahwa plastik sudah ditemukan di hampir semua rantai makanan di laut, bentuk mereka sudah seperti telur ikan dalam tubuh ikan dan makhluk laut lainnya, dan bisa jadi itulah yang kita makan dari laut, seafood bercampur bahan plastik.

Provinsi Kalimantan Tengah sangat jarang memiliki tempat wisata pantai, karena destinasi andalan provinsi dengan luas satu setengah kali pulau jawa ini adalah ekowisata dan susur sungai. Garis pantai terdekat dari pusat provinsi kalimantan tengah yang sudah dikelola sebagai kawasan wisata, adalah pantai Ujung Pandaran, Kabupaten Kotawaringin Timur. Pantai yang memanjang hingga sekitar 4 sampai 6 Km, dengan panorama pantai di dua sisinya, pada bagian utara dengan pantai air payau karena berada tepat di muara suangai mentaya dan pada sisi selatannya pantai air laut dengan pasir putih nan landai, tipe pantai dengan pemandangan pantai pada dua sisi sekaligus seperti ini jarang dimiliki kawasan pantai lainnya. Pantai Ujung Pandaran terletak di Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit berada di 80 km selatan dari pusat Kota Sampit. Komunitas cemara laut yang asri, di ujung pantai sebelah timur, hamparan pasir panjang membawa nuansa alami yang masih kental, merupakan daya tarik pantai andalan Kabupaten Kotawaringin Timur ini.

Arsenal Indonesia Supporter sebagai komunitas yang juga bagian komunitas anak muda di Indonesia bersama-sama komunitas kaum muda lainnya mengambil inisiatif melakukan aksi #saveoursea, sebuah aksi bersih-bersih pantai dari sampah plastik, penanaman mangrove dan pemasangan plang himbauan. Aksi ini dilakukan sekaligus dalam rangka gathering Arsenal Indonesia Supporter (AIS) se Kalimantan Tengah. Sebanyak 108 trashbag sampah plastik terkumpul, 200 mangrove mahoni ditanam, dan 10 plang himbauan terpasang di pantai ujung pandaran, destinasi pantai terdekat bagi warga kota sampit dan sekitarnya. 84 anggota AIS dari empat regional (Palangkaraya, Sampit, Pangkalan Bun dan Seruyan) hadir dalam gathering pertama di Kalimantan Tengah dan mengajak beberapa komunitas lokal s, membersihkan pantai dari sampah-sampah plastik. "plastik sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup ekosistem di laut, dan sangat besar kemungkinannya sampah plastik yang dipantai ini akan terbawa angin ke laut" kata Doddy, ketua panitia gathering ais kalimantan tengah.

Untitled

 

Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi buat komunitas lain supaya dalam aktivitas komunitasnya, tetap ada kontribusi bagi lingkungan. Basis komunitas yang kebanyakan kaum muda sangat intens di media sosial, diharapkan dapat menjadi agen perubahan perilaku generasi muda, dengan postingan yang peduli lingkungan, karena pada dasarnya manusia melakukan imitasi terhadap apa dilihat di media. Idrus, koordinator AIS Palangka Raya, saat ditanya apa yang diharapkan dari aksi ini menjawab, "Kita sedang memberikan sebuah pengalaman berharga bagi anggota komunitas, harapan kami, kumpul-kumpul komunitas kita ke depan tetap ada kontribusi bagi lingkungan".

Penulis : Arief Prasetyo (Sekretaris panitia gathering AIS Kalimantan Tengah)

Last modified onThursday, 11 February 2016 11:23
back to top